Indeks Syariah Kebakaran, Kurs Rupiah Keok Lagi

Dinar | Senin, 24 Februari 2020 16:55
Indeks Syariah Kebakaran, Kurs Rupiah Keok Lagi

Reporter : Arie Dwi Budiawati

Rupiah juga sebelas dua belas nasibnya.

Dream - Sentimen negatif yang cukup kuat dari pasar modal regional membuat pasar modal Indonesia kebakaran. Di tengah ketidakpastian ekonomi dunia, investor semakin dibuat khawatir dengan wabah virus yang merebak cepat di Korea Selatan dan Italia.

Dua angin negatif tersebut sudah cukup membuat pelaku pasar di Bursa Efek Indonesia (BEI) menahan diri terjun ke lantai bursa. Seluruh indeks sektoral juga menutup perdagangan di zona merah.   

Dari bursa saham syariah Indonesia, tiga indeks acuan berguguran di perdagangan pekan terakhir Februari ini. Ketiga indeks acuan ini melemah mengikuti laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang tutup Senin, 24 Februari 2020.

Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) awal pekan ini ditutup melemah 2,139 poin (1,26%) ke level 167,475. ISSI tiarap sejak awal perdagangan saat dibuka loyo di level 168,387. Aksi jual investor sempat menjungkalkan ISSI ke level terendahnya di 166,221.

Koreksi cukup tajam juga terjadi pada dua indeks keping biru syariah. Jakarta Islamic Index (JII) terpangkas sampai 9,445 poin (1,51%) ke level 614,722. Sementara indeks JII70 melorot 3,302 poin (1,58%) ke level 205,827.

Berhembusnya awan kelam dari pasar modal Asia membuat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tak berdaya. IHSG melorot 75,205 poin (1,28%) ke level 5.807,050.

2 dari 6 halaman

Dolar AS `Tendang` Rupiah

Aksi jual saham marak di semua indeks sektoral, terutama di pertanian, industri aneka, dan properti. Indeks sektor pertanian anjlok 1,84 persen, industri aneka 1,55 persen, dan properti 1,49 persen.

Emiten syariah pencetak top gainer kali ini adalah STTP yang harga sahamnya menanjak Rp1.100, SHID Rp920, CMNP Rp200, TURI Rp120, dan MCAS Rp80.

Harga INTP terkoreksi Rp675, BRAM Rp600, UNTR Rp325, UNVR Rp275, dan AALI Rp250.

Kurs rupiah di hari kabar pencoretan Indonesia dari status negara berkembang oleh Amerika Serikat membuat mata uang negeri paman sam itu kembali bertengger di level Rp14 ribu.

Pada perdagangan pukul 16.23 WIB, mata uang dolar AS naik tajam 281 poin (0,23%) ke level Rp14.041 per dolar AS.

Sedangkan data Kurs Referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia (BI), rupiah dipatok di angka 13.863 per dolar AS, melemah jika dibandingkan dengan patokan sebelumnya yaitu 13.777 per dolar AS.(Sah)

3 dari 6 halaman

Virus Corona Bikin Cemas Lagi, Indeks Syariah Kembali `Sakit`

Dream - Lagi-lagi virus corona mengganggu pasar modal Indonesia. Setelah dilaporkan menurun di negeri asalnya China, kali ini investor mengaku cemas dengan penyebaran virus tersebut di luar Tiongkok. Kecemasan tersebut membuat investor memilih cara aman dengan menjauh dari lantai bursa.

Kecemasan investor tersebut terekam dari laju bursa saham Asia, terutama di Korea Selatan, yang bergerak melemah. Investor meminta kepastian tentang penanganan virus corona paling tidak sampai Maret mendatang.

Sentimen pelemahan dari bursa regional yang sebelumnya sudah terjadi pada indeks Amerika Serikat dan Eropa, turut merontokkan indeks saham syariah di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat, 21 Februari 2020.

Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) menutup perdagangan jelang libur akhir pekan ini dengan koreksi 1,877 poin (1,09%) ke level 169,614. Naik tipis ke level 171,502 di sesi prapembukaan, ISSI langsung terjun ke zona merah beberapa menit kemudian.

 

 Virus Corona Bikin Cemas Lagi, Indeks Syariah Kembali Sakit© Dream

 

ISSI yang hanya sempat menguat di level tertinggi 171,781, sempat terperosok ke level terendah di 169,240. Adanya sedikit aksi beli jelang penutupan memperbaiki koreksi terdalam itu. 

Koreksi lebih dalam dialami dua indeks keping biru syariah. Jakarta Islamic Index (JII), menutup perdagangan dengan melemah 9,608 poin (1,52%) ke level 624,167.

Sementara indeks syariah paling bungsu, JII70 merosot 3,022 poin (1,42%) ke level 209,129.

Kecemasan baru akan virus corona membuat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) juga ikut tak terbdaya. Melorot 60,232 poin (1,01%), IHSG terjatuh ke level 5.882,255.

4 dari 6 halaman

Kurang `Suntikan`

Minimnya sentimen positif membuat investor melepas sahamnya, terutama di sektor industri dasar dan manufaktur. Indeks industri dasar merosot 2,52 persen dan manufaktur 1,66 persen.

Jelang libur akhir pekan ini investor hanya mendapat angin positif dari laju indeks infrastruktur sektor menguat yang naik 0,39 persen.

Emiten STTP menduduki peringkat puncak pencetak top gainer saham syariah usai meroket Rp1.300. Penguatan harga ini diikuti oleh emiten BSSR sebesar Rp420, TGKA Rp150, ERAA Rp80, dan BELL Rp65.

Sebaliknya saham-saham penggerak bursa saham syariah justru berguguran. Top losser saham syariah dihuni emiten INTP yang melorot Rp725, ITMG Rp350, AALI Rp325, EMTK Rp300, dan CPIN Rp275.

Dari pasar uang, rupiah juga ikut keok. Pada 16.25, kurs dolar AS terhadap rupiah menguat 54 poin (0,39%) ke level Rp13.789 per dolar AS.(Sah)

5 dari 6 halaman

Indeks Syariah Dapat Angin Segar dari Penurunan BI Rate

Dream - Sentimen penurunan suku bunga BI acuan (BI rate) sebesar 25 basis poin menjadi 4,75 persen menjadi katalis positif ke bursa saham Indonesia. Investor mencoba memanfaatkan kabar tersebut dengan terjun ke lantai bursa. 

Aksi beli investor turut mendorong laju tiga indeks saham syariah di Bursa Efek Indonesia (BEI) yang kembali bergerak naik. 

Pada penutupan perdagangan Kamis, 20 Februari 2020, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) kembali menanjak 0,439 poin (0,26%) ke level 171,491. Namun laju penguatan ini tak berjalan mulus.

ISSI sempat nyaris terpeleset ke zona merah saat sesi perdagangan pertama mau berakhir. Masih adanya aksi beli mampu menyelematkan ISSI hingga menutup sesi pertama di level 171.205.

Di sesi kedua, investor sedikit lebih percaya diri hingga mendorong ISSI bertahan menguat.

 

 Indeks Syariah Dapat Angin Segar dari Penurunan BI Rate© Dream

 

Kenaikan juga dialami Indeks Jakarta Islamic Index (JII) yang sore tadi menguat 4,363 poin  (0,69%) ke level 633,775. Sementara indeks JII70 merangkak 0,941 poin (0,45%) ke level 212,151.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menanjak 13,696 poin (0,23%) ke level 5.942,487.

Sekadar informasi, selain BI rate, suku bunga deposit facility turun 25 basis poin ke 4 persen. Begitu juga dengan lending facility yang dipangkas 25 basis poin menjadi 5,5 persen.

6 dari 6 halaman

Rupiah Malah Melemah

Investor menahan diri untuk melantai di bursa. Para penanam modal membeli sahamnya di sektor pertambangan sehingga indeksnya terkerek 1,62 persen.

Sektor properti melemah 0,58 persen, pertanian 0,51 persen, indusri dasar 0,19 persen, serta infrastruktur dan perdagangan 0,09 persen.

Emiten syariah pencetak top gainer kali ini adalah BRAM yang harga sahamnya naik Rp840, INDF Rp250, ICBP Rp225, UNVR Rp175, dan ITMG Rp125.

Harga saham GHON terkoreksi Rp330, EPMT Rp250, PDES Rp150, EXCL Rp80, dan JMAS Rp75.

Pada 16.41, kurs dolar AS menguat terhadap rupiah sebesar 30 poin (0,22%) ke level Rp13.725 per dolar AS.

Join Dream.co.id