Indeks Syariah BEI Gugur Tersulut Perang Dagang Minyak Dunia

Dinar | Senin, 9 Maret 2020 16:49
Indeks Syariah BEI Gugur Tersulut Perang Dagang Minyak Dunia

Reporter : Arie Dwi Budiawati

Apa kabar dengan IHSG dan rupiah?

Dream - Indeks syariah terguncang sentimen rontoknya harga minyak dunia dan kekhawatiran penyebaran virus corona. Harga emas hitam ini jatuh sampai 30 persen setelah organisasi penghasil minyak dunia (OPEC) gagal mencapai kesepakatan untuk mengurangi produksinya. 

Isu perang harga minyak mentan mencuat setelah Arab Saudi memberikan diskon besar-besaran untuk penjualan April 2020. Ini dilakukan karena Saudi telah memasang target produksi di atas 10 juta barel per hari. 

Sentimen rontoknya harga minyak dunia membuat tiga indeks syariah yang masih mencemaskan isu virus corona semakin terjerembab pada penutupan Senin 9 Maret 2020.

Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) tercatat anjlok sampai 10,174 poin (6,35%) ke level 150,058. ISSI tiarap seharian setelah dibuka di 563,008 dan sempat tersungkur ke level terendahnya di 149,479.

Penurunan tajam terjadi pada indeks keping biru syariah, Jakarta Islamic Index (JII) yang amblas 46,053 poin (7,84%) ke level 541,403.

Koreksi dalam juga terjadi pada indeks JII70 turun 15,015 poin (7,64%) ke level 181,469.

Terjunnya harga minyak mentah dunia membuat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menjadi korban. IHSG terjun bebas 361,731 poin (6,58%) ke level 5.136,809.

Kepala Eksekutif Pengawasan Pasar Modal Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Hoesen, memastikan pihaknya memantau dengan cermat dan hati-hati terhadap kondisi pasar modal.

" OJK akan siap mengeluarkan kebijakan yang diperlukan saat menilai bahwa perlu dilakukan kebijakan tertentu menyikapi dinamika pasar selanjutnya,” kata dia di Jakarta, dikutip dari keterangan tertulis yang diterima Dream.

2 dari 6 halaman

Indeks Sektoral Terjun Bebas

Aksi jual saham masif dilakukan oleh investor, terutama di sektor industri aneka, pertanian, dan industri dasar. Ketiga indeks ini masing-masing terguling 9,47 persen, pertanian 7,92 persen, dan 7,44 persen.

Emiten syariah pencetak top gainer kali ini adalah JSPT yang harga sahamnya merangkak Rp90, GMTD Rp75, EMTK Rp70, BSSR Rp60, dan LINK Rp30.

Sebaliknya, yang menjadi top loser kali ini adalah AALI yang harga sahamnya terkoreksi Rp1.500, UNTR Rp1.500, INTP Rp1.300, ITMG Rp875, dan POLL Rp700.

Rupiah juga tersungkur kali ini. Pada 16.26, nilai tukar dolar AS terhadap rupiah melorot 72 poin (0,50%) ke level Rp14.314 per dolar AS.

3 dari 6 halaman

Indeks Syariah `Tiarap`, Rupiah Bagaimana?

Dream - Pelemahan indeks syariah berlanjut. Ketiga indeks ini mendekam di zona merah pada Jumat 6 Maret 2020.

Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) turun 3,568 poin (2,18%) ke level 160,232. ISSI terus melemah setelah dibuka di 162,354. Aksi lepas investor membuat ISSI tersungkur hingga 160,232.

 

 Indeks Syariah Tiarap, Rupiah Bagaimana?© Dream


Indeks keping biru syariah, Jakarta Islamic Index (JII), terguling 15,947 poin (2,64%) ke level 587,456.

Indeks JII70 beringsut 5,071 poin (2,52%) ke level 196,484.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) merosot 139,590 poin (2,48%) ke level 5.498,540.

4 dari 6 halaman

Semua Saham Rontok

Investor yang enggan melantai di bursa, melepaskan saham-sahamnya, terutama di sektor manufaktur, keuangan, dan infrastruktur. Ketiga indeks sektoral ini melemah masing-masing 4,96 persen, keuangan 3,06 persen, dan infrastruktur 2,56 persen.

Emiten syariah pencetak top gainer kali ini adalah STTP yang harga sahamnya meningkat Rp750, PLIN Rp200, TURI Rp100, ACST Rp50, dan INRU Rp50.

Sebaliknya, harga saham UNTR melorot Rp725, ITMG Rp475, ASII Rp375, EMTK Rp350, dan POLL Rp325.

Dari pasar uang, nasib rupiah sebelas dua belas dengan indeks syariah. Pada 16.28, nilai tukar dolar AS menanjak 146 poin (1,02%) ke level Rp14.321.

5 dari 6 halaman

Indeks Syariah Melemah Terdorong Koreksi Rupiah

Dream - Indeks syariah kembali tergelincir setelah dua hari terakhir bergerak naik. Sentimen kemungkinan koreksi pada nilai tukar rupiah membuat investor menahan diri terjun ke lantai bursa pada perdagangan, Kamis 5 Maret 2020.

Dari pasar keuangan dilaporkan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS sore ini kembali melemah. Pada perdagangan pukul 16.35 WIB, kurs dolar AS naik 75 poin (0,53%) ke level Rp14.187 per dolar AS.

Sentimen penguatan rupiah dan kecemasan terhadap wabah corona membuat Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) bergerak melemah 0,320 poin (0,19%) ke level 163,800.

Sempat dibuka menguat ke level 164,867 saat sesi prapembukaan perdagangan, ISSI bergerak fluktuatif. 

Menyentuh level tertinggi saat perdagangan berjalan 10 menit pertama, ISSI perlahan-lahan mulai terserang tekanan jual. ISSI yang sempat bertengger di level tertinggi 165,944 akhirnya terjun bebas di 30 menit usai bel perdagangan dibunyikan. 

 

 Indeks Syariah Melemah Terdorong Koreksi Rupiah© Dream

 

ISSI tiarap di teritori merah hinggga sesi penutupan perdagangan berakhir. ISSI menyentuh level terendah di 163,032.

Tekanan jual juga membuat dua indeks keping biru syariah tergelincir. Jakarta Islamic Index (JII) merosot 1,121 poin (0,18%) ke level 603,403.  Sementara indeks JII susut 0,376 poin (0,19%) ke level 201,555.

Sentimen negatif pada nilai tukar rupiah membuat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melorot 12,006 poin (0,21%) ke level 5.683,130.

6 dari 6 halaman

Sebagian Indeks Sektoral Menguat

Indeks industri aneka menguat 1,03 persen, pertanian 0,64 persen, barang konsumsi 0,15 persen, manufaktur 0,09 persen, dan infrastruktur 0,01 persen.

Sebaliknya, indeks yang terkoreksi adalah properti 1,13 persen, perdagangan 1,06 persen, pertambangan 0,56 persen, dan industri dasar 0,50 persen.

Emiten syariah pencetak top gainer kali ini adalah GMTD yang harga sahamnya terangkat Rp1.250, INDR Rp330, EMTK Rp250, AALI Rp200, dan KINO Rp180.

Harga saham POLU terkoreksi Rp545, INTP Rp525, UNTR Rp475, PLIN Rp250, dan MAPA Rp240.

Join Dream.co.id