Indeks Syariah `Kebakaran`, Perdagangan BEI Disetop Karena IHSG Rontok 5%

Dinar | Kamis, 12 Maret 2020 16:58
Indeks Syariah `Kebakaran`, Perdagangan BEI Disetop Karena IHSG Rontok 5%

Reporter : Arie Dwi Budiawati

Keputusan penghentian sementara perdagangan (trading halt) dilakukan setengah jam sebelum sesi penutupan berakhir.

Dream - Bursa saham Indonesia terkena kebijakan penghentian sementara (halt trading) setelah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terjun bebas di atas 5 persen. Keputusan itu dibuat sekitar 30 menit sebelum penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia, Kamis. 12 Maret 2020.

Kondisi pasar modal Indonesia yang terkena halt trading dipicu kepanikan pelaku pasar terhadap wabah virus corona sehingga melakukan aksi jual besar-besaran. Dua indeks saham bluechips syariah bahkan terjun bebas di atas 5 persen.  

 

Pada penutupan perdagangan hari ini, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) anjlok sampai 7,085 poin (4,74%) ke level 142,361. ISSI langsung membuka sesi perdagangan di zona merah di level 146,922.

Sentimen keputusan WHO yang menetapkan virus corona sebagai pandemik global memicu kepanikan pelaku pasar. ISSI yang tertekan sempat terseret ke level terendah di 142,361.

Kepanikan terlihat pada para pemburu saham-saham unggulan syariah. Indeks keping biru syariah, Jakarta Islamic Index (JII) terjun sampai 29,346 poin (5,41%) ke level 512,958.

Koreksi tajam juga dialami indeks JII70 yang terpangkas 10,033 poin (5,54%) ke level 171,174.

Sentimen negatif yang memicu aksi keluar pasar modal dari investor membuat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tak berdaya. IHSG sampai terhempas dari level psikologis 5000.

IHSG hari ini menutup perdagangan dengan koreksi 258,357 poin (5,01%) ke level 4.895,748.

2 dari 6 halaman

Saham Sektoral Terkapar

Semua indeks sektoral membara. Pelemahan terbesar terjadi di indeks industri dasar yang terpangkas sampai 8,47 persen. Disusul sektor pertanian 5,71 persen, pertambangan 5,60 persen, dan keuangan 5,44 persen.

Emiten syariah yang bertengger di posisi top gainer lebih banyak dihuni saham-saham lapis dua. Emiten GHON menjadi top gainer saham syariah dengan kenaikan Rp270, BUKK Rp80, SIPD Rp80, PNSE Rp74, dan PICO Rp68.

Sementara bluechips syariah ramai-ramai berguguran di tengah kepanikan pelaku pasar. Top losser saham syariah dipimpin INTP yang terkoreksi Rp1.350, UNTR Rp1.100, AALI Rp750, ITMG Rp725, dan TPIA Rp700.

Dari pasar uang, dolar AS masih berkuasa. Pada 16.29, kurs dolar AS naik 167 poin (1,15%) ke level Rp14.541 per dolar AS.(Sah)

3 dari 6 halaman

Corona Bikin Indeks Syariah Tiarap, IHSG Terlempar dari Level 5 ribu

Dream - Baru saja dibuka, indeks syariah dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) memerah. Bahkan, IHSG terjungkal dari level 5 ribu ke level 4 ribu.

Pada papan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis 12 Maret 2020, pukul 09.30, IHSG merosot 197,317 poin (3,83%) ke level 4.956,788. IHSG terus turun setelah dibuka di 5.032,882.

 

 Corona Bikin Indeks Syariah Tiarap, IHSG Terlempar dari Level 5 ribu© Dream



Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) melorot 5,585 poin (3,74%) ke level 143,861.

Indeks keping biru syariah, Jakarta Islamic Index (JII), anjlok 23,945 poin (4,41%) ke level 518,359.

Indeks JII70 terjun 8,142 poin (4,49%) ke level 173,065.

4 dari 6 halaman

Ketakutan Terhadap Virus Corona Makin Menjadi

Pelemahan perdagangan ini disebabkan oleh faktor ketidakpastian global. Ditambah lagi ada kecemasan investor setelah WHO menetapkan virus corona sebagai pandemi.

Sektor industri dasar, properti, dan keuangan terkena imbasnya. Indeks indusrtri dasar rontok 6,95 persen, properti 4,68 persen, dan keuangan 3,97 persen.

Dari pasar uang, rupiah juga ikut tiarap. Dolar AS menanjak 37 poin (0,26%) ke level Rp14.411 per dolar AS.

5 dari 6 halaman

Investor Gelisah, Indeks Syariah Kembali Melemah

Dream - Pelaku pasar modal kembali dibayangi ketidakpastian setelah munculnya isu akan adanya resesi ekonomi. Sentimen penyebaran wabah corona serta penyesuaian harga baru minyak dunia turut memaksa investor wait and see dengan perkembangan pasar. 

Dari dalam negeri, investor kembali dibuat cemas dengan revisi proyeksi pertumbuhan ekonomi global yang diperkirakan turun 2,7 persen dari sebelumnnya 3,0-3,1 persen di bulan lalu.  

Sentimen negatif juga muncul dari aliran dana asing yang keluar dari Indonesia, secara year to date sampai 4 Maret 2020, mencapai Rp40,16 triliun.

 

 Investor Gelisah, Indeks Syariah Kembali Melemah© Dream

 

Rangkaian sentimen negatif tersebut membuat indeks saham acuan di Bursa Efek Indonesia (BEI) berguguran. Kondisi yang sama dialami tiga indeks acuan saham syariah.

Papan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) Rabu 11 Maret 2020 mencatat Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) ditutup melemah 2,341 poin (1,54%) ke level 149,446. ISSI memang sempat menguat di awal sesi pembukaan usai naik ke level 151,851.

Laju ISSI masih memberi harapan saat kembali menanjak dan sempat menyentuh level tertinggi 152,689. Namun koreksi yang terjadi pada bursa regional memaksa ISSI pelan-pelan bergerak turun dan sempat melorot ke level 148,496. 

Kondisi yang sama terjadi pada indeks keping biru syariah, Jakarta Islamic Index (JII) yang  terguling 7,178 poin (1,31%) ke level 542,304. Sementara indeks JII70 melemah 2,735 poin (1,49%) ke level 181,207.

Masih kencanganya angin sentimen negatif dari dalam dan luar negeri memaksa Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun 66,721 poin (1,28%) ke level 5.154,105.

6 dari 6 halaman

Saham Dijual

Sentimen negatif ini membuat investor beramai-ramai melepas sahamnya, terutama di sektor properti, infrastruktur, dan pertanian. Indeks sektor properti merosot 3,59 persen, infrastruktur 3,19 persen, dan pertanian 2,87 persen.

Hanya ada satu indeks yang menguat, yaitu barang konsumsi sebesar 1,25 persen. Penguatan sektor ini tak bisa menopang laju pelemahan perdagangan.

Emiten syariah pencetak top gainer kali ini adalah KINO yang harga sahamnya naik Rp210, UNVR Rp200, ICBP Rp175, TGKA Rp150, dan POLU Rp115.

Sebaliknya, yang terkoreksi kali ini adalah IBST yang harga sahamnya turun Rp700, POLL Rp575, JECC Rp550, AALI Rp500, dan ITMG Rp475.

Dari pasar uang, rupiah terjatuh. Pada 16.19, nilai tukar dolar AS terhadap rupiah melemah 17 poin (0,12%) ke level Rp14.368 per dolar AS.

Join Dream.co.id