Indeks Syariah Menguat, Saham Industri Memimpin

Dinar | Kamis, 2 April 2020 16:58

Reporter : Arie Dwi Budiawati

Rupiah apa kabar?

Dream - Bursa saham Indonesia berhasil menembus zona hijau setelah di awal perdagangan terlihat malas-malasan bergerak. Relatif bergerak flat cenderung melemah, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akhirnya ditutup menguat pada perdagangan Kamis, 2 April 2020. 

KOndisi lebih baik dialami indeks saham syariah di Bursa Efek Indonesia (BEI). Lebih banyak bergerak di zona hijau, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISIS) menguat signifikan di sesi penutupan. 

Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) ditutup menguat 2,398 poin (1,82%) ke level 134,128. ISSI bergerak fluktuatif di awal perdagangan setelah dibuka melemah di level 130,176 saat sesi pembukaan.

Kenaikan singifikan juga diukit indeks keping biru syariah, Jakarta Islamic Index (JII) yang menanjak 14,618 poin (3,12%) ke level 482,419. Sementar aIndeks JII70 naik 4,343 poin (2,79%) ke level 159,662.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sore ini menutup perdagangan dengan mengaut 65,648 poin (1,47%) ke level 4.531,685.

Indeks Syariah Menguat, Saham Industri Memimpin
Indeks Syariah Kembali Menguat. (Foto: Shutterstock)
2 dari 6 halaman

Sektor Industri Rajai Perdagangan

Sektor industri merajai perdagangan kali ini. Indeks sektor industri dasar menguat 4,27 persen, barang konsumsi 3,95 persen, manufaktur 3,91 persen, dan industri aneka 3,02 persen,

Indeks properti melemah 0,77 persen dan keuangan 0,08 persen.

Emiten syariah pencetak top gainer kali ini adalah STTP yang harga sahamnya naik Rp1.050, TPIA Rp675, INDF Rp450, UNTR Rp275, dan ISAT Rp185.

Sebaliknya, harga saham POLL terkoreksi Rp700, INTP Rp350, GMTD Rp325, PRDA Rp150, dan MAPA Rp125.

Pada 16.29, rupiah kembali melemah. Dolar AS naik 78 poin (0,47%) ke level Rp16.528. 

3 dari 6 halaman

Skenario Terburuk Ekonomi RI Gulingkan Indeks Syariah dan Rupiah

Dream - Prediksi pemerintah yang membuat skenario terburuk kondisi perekonomian nasional menggulingkan pasar saham dan keuangan Indonesia. Investor sudah cemas dengan sentimen negatif dari bursa global menahan diri untuk melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Tekanan jual juga melanda indeks syariah yang semula bergerak positif di teritori hijau pada sesi pagi perdagangan, Rabu, 1 April 2020.  

Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) di pertengahan pekan ini ditutup turun 2,250 poin (1,68%) ke level 131,740. ISSI sempat menanjak setelah dibuka di level 133,990 saat sesi prapembukaan perdagangan dan bertengger di level tertinggi 136,689.

 

 Skenario Terburuk Ekonomi RI Gulingkan Indeks Syariah dan Rupiah© Dream

 

Pasca pengumumann skenario pertumbuhan ekonomi Indonesia menghadapi pandemik corona, investor mulai dilanda kecemasan. Aksi jual mulai muncul dan mendorong ISSI merosot ke zona merah.

Tekanan semakin terasa di sesi kedua. ISSI langsung turun tajam dan menyentuh level terendah di 131,116.

Koreksi lebih dalam dialami dua indeks keping biru syariah. Jakarta Islamic Index (JII), terkoreksi 8,587 poin (1,80%) ke level 467,801. Sementara Indeks JII70 melemah 2,881 poin (1,82%) ke level 155,320.

Secara keseluruhan, bursa saham Indonesia memang masih dihadapi tekanan. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) merosot 72,893 poin (1,61%) ke level 4.466,037.

4 dari 6 halaman

Sektor Industri dan Properti Paling Terdampak

Semuanya indeks sektoral terkoreksi. Sektor properti dan industri aneka paling terpukul. Indeks sektor properti merosot 2,80 persen dan industri aneka 2,46 persen.

Emiten syariah pencetak top gainer kali ini adalah STTP yang harga sahamnya menanjak Rp625, PRDA Rp200, INDS Rp130, MERK Rp90, dan DUCK Rp88.

Sebaliknya, harga saham POLL melorot Rp750, INTP Rp325, GMTD Rp275, UNTR Rp275, dan TGKA Rp200.

Pada 16.33, rupiah melemah terhadap dolar AS. Mata uang dolar AS menguat 87 poin (0,53%) ke level Rp16.424 per dolar AS.

5 dari 6 halaman

Investor Dibuat Cemas Lagi, Indeks Syariah Kembali Tiarap

Dream - Bursa saham Indonesia anjlok lagi setelah dua hari terakhir naik signifikan. Sentimen dari pelemahan tajar bursa efek di kawasan Asia kembali membuat investor cemas untuk terjun ke lantai bursa.

Investor di Asia dan dunia kembali mencemaskan penyebaran wabah corona yang kemungkinan masih akan meningkat. Paket stimulus yang sudah digelontorkan berbagai pemerintahan di dunia ternyata hanya bisa menenangkan pemodal dalam beberapa hari saja. 

Tanda-tanda pelemahan indeks saham di Bursa Efek Indonesia, Senin, 30 Maret 2020 sudah terlihat dari awal perdagangan. Sejumlah indeks acuan langsung tersungkur saat perdagangan baru dimulai. 

Pelemahan tajam juga melanda tiga indeks acuan saham syariah. Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) awal pekan ini langsung mengalami koreksi dalam setelah terpangkas 3,593 poin (2,72%) ke level 128,696.

 

 Investor Dibuat Cemas Lagi, Indeks Syariah Kembali Tiarap© Dream

 

ISSI memulai sesi perdagangan dengan melemah ke level 132,289 saat sesi prapembukaan perdagangan. Kondisi tak berubah saat bel perdagangan dibunyikan. ISSI kembali turun ke level 129,35. Puncak pelemahan tertinggi ISSI di awal pekan ini terjadi di level 125,849.

Koreksi lebih tajam dialami dua indeks keping biru syariah. Jakarta Islamic Index (JII), sore ini ditutup melemah 17,614 poin (3,77%) ke level 449,848. Sementara indeks JII70 melorot 5,744 poin (3,71%) ke level 149,837.

Menjauhnya investor dari lantai bursa membuat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tak bisa berbuat banyak. IHSG kembali rontok 131,071 poin (2,88%) ke level 4.414,500.

6 dari 6 halaman

Semua Indeks Syariah Terbakar

Semua indeks sektoral kompak melemah. Koreksi terdalam terjadi di sektor industri aneka, industri dasar, dan manufaktur. Indeks industri aneka melemah 5,45 persen, industri dasar 4,79 persen, dan manufaktur 4,35 persen.

Emiten syariah pencetak top gainer kali ini adalah EPMT yang harga sahamnya menanjak Rp320, PRDA Rp220, POLL Rp200, dan PDES Rp120.

Sebaliknya, yang terkoreksi kali ini adalah UNTR yang harga sahamnya terkoreksi Rp1.074, INTP Rp925, ITMG Rp550, INDF Rp450, dan UNVR Rp375.

Dari pasar uang, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS melemah. Pada 16.48, kurs dolar AS terhadap rupiah menguat 138 poin (0,85%) ke level Rp16.300 per dolar AS.

Join Dream.co.id