Indeks Syariah Mendekam Seharian di Zona Merah

Dinar | Selasa, 7 Februari 2017 16:33
Indeks Syariah Mendekam Seharian di Zona Merah

Reporter : Syahid Latif

Sentimen koreksi bursa regional membuat pemodal lokal memilih aksi jual saham.

Dream - Indeks saham syariah di Bursa Efek Indonesia (BEI) terseret arus pelemahan bursa regional. Aksi jual asing mendorong pemodal lokal ikut melepas portofolio mereka.

Hampir seluruh indeks sektoral kompak bergerak melemah dipimpin emiten agribisnis yang mengalami tekanan kuat.

Pada penutupan perdagangan harian BEI, Jakarta, Selasa, 7 Februari 2017, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) 0,790 poin (0,45%) ke level 174,628.

Koreksi juga dialami indeks saham bluechips syariah, Jakarta Islamic Index (JII) yang turun 4,736 poin (0,67%) ke level 700,305.

Laju kedua indeks syariah ini memang sudah melemah sejak awal perdagangan. Sentimen aksi jual asing pada perdagangan kemarin memaksa pemodal lokal mengayun posisi portofolionya.

Transaksi perdagangan saham syariah juga berkurang signifikan dengan hanya mencetak nilai Rp 3,99 triliun. Hingga sesi paska penutupan perdagangan, nett sell indeks ISSI mencapai Rp 232 miliar.

Dengan 111,06 miliar saham yang diperdagangkan pelaku pasar, sebanyak 80 penghuni ISSI berhasil lolos dari tekanan jual. Namun 123 emiten syariah lainnya terkena koreksi harga dan 64 lainnya bertahan stagnan.

Indeks sektor pertanian mengalami koreksi dalam dengan melemah 1,40 persen. Diikuti infrastruktur 0,75 persen, dan perdagangan 0,70 persen. Sementara dua indeks sektoral yang menguat adalah keuangan yang naik 0,24 persen dan industri dasar 0,18 persen.

Bluechips syariah penggerak indeks syariah kali ini harus masuk daftar top losser indeks JII. Dipimpin emiten SILO yang melemah Rp 950, AALI, AKRA, dan PTBA masing-masing Rp 200, dan SMGR Rp 125 per saham.

Di barisan top gainer, terdapat 6 saham yang bergerak menguat meski dengan nilai kecil. Keenam emiten itu adalah LPPF yang naik Rp 100, UNTR dan UNVR masing-masing Rp 25, INCO Rp 20, LPKR Rp 5, dan MYRK Rp1 per saham.

Dari pasar keuangan, dollar AS sore ini bergerak melemah terhadap mata uang rupiah. Mata uang negeri Paman Sam itu turun 31 poin (0,23%) menjadi Rp 13.289 per dolar AS.(Sah)

 

Suasana Cair Roger Danuarta dan Ayah Cut Meyriska di Meja Makan
Join Dream.co.id