Indeks Syariah Menantang Tekanan Sentimen Yunani

Dinar | Selasa, 30 Juni 2015 09:31
Indeks Syariah Menantang Tekanan Sentimen Yunani

Reporter : Syahid Latif

ISSI dan JII membuka sesi perdagangan di dua zona berbeda.

Dream - Kecemasan investor terhadap perkembangan kebangkrutan Yunani sedikit berkurang. Meski dibuka melemah, indeks bursa saham Indonesia mencoba melawan arus pelemahan.

Selain mulai menguatnya brusa regional, masuknya dana asing ikut memberikan tambahan tenaga bagi bursa saham Indonesia.

Pada pembukaan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa, 30 Juni 2015, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) turun tipis 0,047 poin ke level 156,816.

Munculnya aksi beli dari investor berhasil mengangkat ISSI ke zona hijau. Hingga 20 menit waktu perdagangan, ISSI sempat menyentuh zona positif dengan level tertingingg di 157,191.

Hingga saat ini, laju ISSI masih bergerak fluktuatif. ISSI sempat kembali melemah tipis 0,019 poin (0,01%) ke level 156,844.

Kondisi lebih baik dialami saham-saham bluechips syariah. Naik tipis 0,121 poin, Indeks Jakarta Islamic Index (JII) dibuka menguat di level 652,945.

Indeks JII masih terus melaju di dua zona. JII sempat jatuh ke level negatif 652,805 dan beranjak naik 0,594 poin (0,09%) hingga 20 menit waktu perdagangan.

Separuh penghuni JII masih tertekan aksi jual pelaku pasar. Namun, 11 lainnya mencoba melawan tekanan pasar dan 4 emiten bertahan stagnan.

Sementara itu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pagi ini membuka perdagangan dengan naik tipis 4,791 poin (0,10%) ke level 4.887,369.

Laju positif IHSG masih bertahan di sesi pembukaan usai dibuka menguat 4,871 poin (0,10%) ke level 4887,449.

Dari kawasan regional, indeks saham utama Asia bergerak variatif fi awal sesi. Indeks Hang Seng masih berada dalam tekanan meski sempat menyentuh zona hijau.

Sebaliknya, indeks Nikkei Jepang tampaknya sudah mulai pulih dan telah menguat 0,07 persen.

Komentar
Beri Komentar
Ibu Negara Iriana Memperingati Hari Kartini di Solo
Join Dream.co.id
Deretan Artis yang Diprediksi Gagal Masuk DPR