Virus Corona Bikin Cemas Lagi, Indeks Syariah Kembali `Sakit`

Dinar | Jumat, 21 Februari 2020 16:52
Virus Corona Bikin Cemas Lagi, Indeks Syariah Kembali `Sakit`

Reporter : Arie Dwi Budiawati

Lalu, bagaimana nasib rupiah?

Dream - Lagi-lagi virus corona mengganggu pasar modal Indonesia. Setelah dilaporkan menurun di negeri asalnya China, kali ini investor mengaku cemas dengan penyebaran virus tersebut di luar Tiongkok. Kecemasan tersebut membuat investor memilih cara aman dengan menjauh dari lantai bursa.

Kecemasan investor tersebut terekam dari laju bursa saham Asia, terutama di Korea Selatan, yang bergerak melemah. Investor meminta kepastian tentang penanganan virus corona paling tidak sampai Maret mendatang.

Sentimen pelemahan dari bursa regional yang sebelumnya sudah terjadi pada indeks Amerika Serikat dan Eropa, turut merontokkan indeks saham syariah di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat, 21 Februari 2020.

 

Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) menutup perdagangan jelang libur akhir pekan ini dengan koreksi 1,877 poin (1,09%) ke level 169,614. Naik tipis ke level 171,502 di sesi prapembukaan, ISSI langsung terjun ke zona merah beberapa menit kemudian.

ISSI yang hanya sempat menguat di level tertinggi 171,781, sempat terperosok ke level terendah di 169,240. Adanya sedikit aksi beli jelang penutupan memperbaiki koreksi terdalam itu. 

Koreksi lebih dalam dialami dua indeks keping biru syariah. Jakarta Islamic Index (JII), menutup perdagangan dengan melemah 9,608 poin (1,52%) ke level 624,167.

Sementara indeks syariah paling bungsu, JII70 merosot 3,022 poin (1,42%) ke level 209,129.

Kecemasan baru akan virus corona membuat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) juga ikut tak terbdaya. Melorot 60,232 poin (1,01%), IHSG terjatuh ke level 5.882,255.

2 dari 6 halaman

Kurang `Suntikan`

Minimnya sentimen positif membuat investor melepas sahamnya, terutama di sektor industri dasar dan manufaktur. Indeks industri dasar merosot 2,52 persen dan manufaktur 1,66 persen.

Jelang libur akhir pekan ini investor hanya mendapat angin positif dari laju indeks infrastruktur sektor menguat yang naik 0,39 persen.

Emiten STTP menduduki peringkat puncak pencetak top gainer saham syariah usai meroket Rp1.300. Penguatan harga ini diikuti oleh emiten BSSR sebesar Rp420, TGKA Rp150, ERAA Rp80, dan BELL Rp65.

Sebaliknya saham-saham penggerak bursa saham syariah justru berguguran. Top losser saham syariah dihuni emiten INTP yang melorot Rp725, ITMG Rp350, AALI Rp325, EMTK Rp300, dan CPIN Rp275.

Dari pasar uang, rupiah juga ikut keok. Pada 16.25, kurs dolar AS terhadap rupiah menguat 54 poin (0,39%) ke level Rp13.789 per dolar AS.(Sah)

3 dari 6 halaman

Indeks Syariah Dapat Angin Segar dari Penurunan BI Rate

Dream - Sentimen penurunan suku bunga BI acuan (BI rate) sebesar 25 basis poin menjadi 4,75 persen menjadi katalis positif ke bursa saham Indonesia. Investor mencoba memanfaatkan kabar tersebut dengan terjun ke lantai bursa. 

Aksi beli investor turut mendorong laju tiga indeks saham syariah di Bursa Efek Indonesia (BEI) yang kembali bergerak naik. 

Pada penutupan perdagangan Kamis, 20 Februari 2020, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) kembali menanjak 0,439 poin (0,26%) ke level 171,491. Namun laju penguatan ini tak berjalan mulus.

ISSI sempat nyaris terpeleset ke zona merah saat sesi perdagangan pertama mau berakhir. Masih adanya aksi beli mampu menyelematkan ISSI hingga menutup sesi pertama di level 171.205.

Di sesi kedua, investor sedikit lebih percaya diri hingga mendorong ISSI bertahan menguat.

 

 Indeks Syariah Dapat Angin Segar dari Penurunan BI Rate© Dream

 

Kenaikan juga dialami Indeks Jakarta Islamic Index (JII) yang sore tadi menguat 4,363 poin  (0,69%) ke level 633,775. Sementara indeks JII70 merangkak 0,941 poin (0,45%) ke level 212,151.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menanjak 13,696 poin (0,23%) ke level 5.942,487.

Sekadar informasi, selain BI rate, suku bunga deposit facility turun 25 basis poin ke 4 persen. Begitu juga dengan lending facility yang dipangkas 25 basis poin menjadi 5,5 persen.

4 dari 6 halaman

Rupiah Malah Melemah

Investor menahan diri untuk melantai di bursa. Para penanam modal membeli sahamnya di sektor pertambangan sehingga indeksnya terkerek 1,62 persen.

Sektor properti melemah 0,58 persen, pertanian 0,51 persen, indusri dasar 0,19 persen, serta infrastruktur dan perdagangan 0,09 persen.

Emiten syariah pencetak top gainer kali ini adalah BRAM yang harga sahamnya naik Rp840, INDF Rp250, ICBP Rp225, UNVR Rp175, dan ITMG Rp125.

Harga saham GHON terkoreksi Rp330, EPMT Rp250, PDES Rp150, EXCL Rp80, dan JMAS Rp75.

Pada 16.41, kurs dolar AS menguat terhadap rupiah sebesar 30 poin (0,22%) ke level Rp13.725 per dolar AS.

5 dari 6 halaman

China Janji Pacu Ekonomi Pasca Virus Corona, Indeks Syariah Perkas Seharian

Dream - Indeks syariah menguat seharian pada perdagangan Rabu, 19 Februari 2020. Investor semakin percaya diri terjun ke lantai bursa usai bursa regional menyambut positif kabar pemerintah China yang akan menopang perekonomianna terhadap dampak virus corona.  

Sentimen positif tersebut mendorong investor berspekulasi dengan memborong saham-saham di sektor industri. Aksi beli ini membuat tiga indeks acuan saham syariah kompak bergerak menguat.

Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) sore ini ditutup menguat 1,150 poin (0,68%) ke level 171,052. ISSI terus menanjak usai dibuka naik di level 170,306 saat sesi pra-pembukaan.

Aksi beli investor baru mendorong ISSI menyentuh level puncak 171,052 di sesi penutupan.

 

 https://cdns.klimg.com/dream.co.id/resources/news/2020/02/19/129781/menguat-seharian-sektor-industri-kerek-indeks-syariah-200219a_thumbnail.jpg?1582192065© Dream

 

Penguatan signifikan juga dialami indeks keping biru syariah, Jakarta Islamic Index (JII) yang menguat 5,438 poin (0,87%) ke level 629,412.

Sementara indeks syariah paling bungsu, JII70 menanjak 1,644 poin (0,78%) ke level 211,210.

Kembalinya aksi beli investor membuat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali melaju 41,829 poin (0,71%) ke level 5.928,791.

6 dari 6 halaman

Mayoritas Indeks Syariah Menguat

Sebagian besar indeks sektoral menguat. Aksi beli saham marak terjadi di sektor industri aneka, dasar, dan manufaktur. Ketiga indeks sektoral ini menguat masing-masing 1,93 persen, 1,09 persen, dan 1,04 persen.

Hanya indeks properti yang melemah, yaitu sebesar 0,07 persen.

Emiten syariah pencetak top gainer kali ini adalah DSSA yang harga sahamnya melesat Rp2.375, STTP Rp700, GHON Rp280, TCPI Rp225, dan SIPD Rp175.

Sebaliknya, harga saham SONA terkoreksi Rp375, DIVA Rp190, JMAS Rp170, ITMG Rp150, dan CITA Rp100.

Pada 16.34, nilai tukar rupiah justru melemah terhadap dolar AS. Kurs dolar AS menguat 76 poin (Rp13.756) per dolar AS.

Join Dream.co.id