IHSG `Jumpalitan`, Indeks Syariah Malah Anteng di Zona Hijau

Dinar | Selasa, 20 Agustus 2019 17:06
IHSG `Jumpalitan`, Indeks Syariah Malah Anteng di Zona Hijau

Reporter : Arie Dwi Budiawati

Bagaimana dengan kondisi rupiah?

Dream - Indeks syariah kembali bergerak menguat pada penutupan perdagangan Selas,a 20 Agustus 2019. Laju positif indeks syariah sepanjang sesi bertolak belakang dengan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang justru bolak-balik zona merah namun berhasil ditutup menguat.

Relatif minimnya sentimen negatif dari dalam dan luar negeri mendorong pelaku pasar melakukan aksi spekulatif. Tekanan muncul dari saham sektor keuangan yang kali ini mengalami koreksi seiring pemodal asing yang mengurangi porsi belinya.

Dikutip dari papan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) ditutup menguat 0,57 persen ke level 188,792. ISSI yang dibuka menguat di level 188,399 di sesi pembukaan sempat bertengger di level tertingginya, 188,846.

Laju positif juga dicetak indeks bluechip syariah, Jakarta Islamic Index (JII). Menguat sepanjangs esi perdagangan, indeks berisi 30 emiten unggulan syariah ini menanjak 5,065 poin (0,75%) ke level 680,658.

Sementara Indeks JII70 menanjak 1,740 poin (0,756%) ke level 231,844.

IHSG hari ini tak bisa berbuat banyak menghadapi tekanan jual utamanya dari pemodal asing IHSG terpeleset 0,977 poin (0,02%) ke level 6.295,738.

2 dari 6 halaman

Siapa Top Gainer dan Top Loser?

Investor melakukan aksi selektif pada beberapa sektor saham. Pemodal banyak brburu saham di sektor infrastruktur, barang konsumsi, manufaktur, dan properti. Keempat indeks sektor ini masing-masing naik 1,07 persen, 0,77 persen, 0,42 persen, dan 0,02 persen.

Sebaliknya, indeks sektor yang melemah terjadi di sektor pertanian, keuangan, dan perdagangan. Ketiga indeks ini terkoreksi masing-masing sebesar 1,31 persen, 0,71 persen, dan 0,21 persen.

Emiten syariah pencetak top gainer kali ini adalah UNVR yang harga sahamnya naik Rp675, ICBP Rp375, TPIA Rp350, DIGI Rp315, dan MDKA Rp225.

Sebaliknya, yang menjadi top loser kali ini adalah FISH yang harga sahamnya melorot Rp390, PDES Rp330, AALI Rp250, ISAT Rp230, dan SHID Rp220.(Sah)

3 dari 6 halaman

Tekanan Regional Mereda, Indeks Syariah Kompak Menguat

Dream - Indeks saham syariah di Bursa Efek Indonesia (BEI) memulai awal pekan dengan sedikit bertenaga. Ditutup menguat, tiga indeks acuan saham syariah di pasar modal Tanah Air melaju positif sepanjang perdagangan. 

Meredanya sentimen negatif dari dalam dan luar negeri membuat investor cukup percaya diri terjun ke lantai bursa. 

Mengutip data perdagangan BEI, Senin, 19 Agustus 2019, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) ditutup menguat 0,487 poin (0,26%) ke level 187,729. ISSI menguat seharian setelah dibuka di level 188,200 di sesi prapembukaan.

ISSI kembali menanjak ke level 188,213 saat sesi prapembukaan. Aksi beli terus terjaga hingga setengah jam jelang penutupan sesi pertama. ISSI menutup sesi pagi di level 187,707. 

Memulai sesi kedua, pelaku pasar mulai mengurangi aksi beli saham. Hal itu berimbas pada laju ISSI yang sedikit terkoreksi namun tetap berada di zona positif. Hingga sesi perdagangan berakhir, ISSI tetap berada di teritori hijau. 

Laju positif sepanjang sesi perdagangan juga dicetak Indeks keping biru syariah, Jakarta Islamic Index (JII), yang menanjak 2,946 poin (0,44%) ke level 675,593. Sementara Indeks JII70 naik 1,192 poin (0,52%) ke level 230,104.

Meski hanya naik tipis, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) juga ikut menguat 10,058 poin (0,16%) ke level 6.296,715.

4 dari 6 halaman

Rupiah Menguat

Indeks sektor industri dasar memimpin laju penguatan usai naik 1,32 persen. Disusul sektor  infrastruktur 0,83 persen, properti 0,62 persen, keuangan 0,16 persen, dan manufaktur 0,15 persen.

Namun tekanan melanda indeks sektor pertanian yang terkoreksi 1,32 persen, industri aneka 1,15 persen, pertambangan 0,56 persen, perdagangan 0,34 persen, dan barang konsumsi 0,08 persen.

Emiten syariah pencetak top gainer kali ini adalah INTP yang harga sahamnya naik Rp525, FIRE Rp470, SMGR Rp350, TCPI 350, dan UNTR Rp200.

Sebaliknya, harga BYAN melorot Rp500, TCID Rp500, UNVR Rp475, MAPA Rp325, AALI Rp300.

Pada pukul 16.19, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS menguat. Kurs dolar AS melemah 16 poin (0,11%) ke level Rp14.224 per dolar AS.

Riset KGI Sekuritas mengungkapkan, IHSG kemungkinan ditransaksikan menguat atau rally ke level 6.400 pada hari ini.

" Koreksi akibat tekanan pasar regional mereda sehingga kaum banteng dapat menutup IHSG di atas level 6.200 secara mingguan pada Jumat (16/8)," tutur Analis KGI Sekuritas Yuganur Wijanarko dalam risetnya. (Sah)

5 dari 6 halaman

Indeks Syariah Ditutup Menguat, Saham Properti Jadi Idola

Dream - Bursa saham Indonesia bisa keluar dari tekanan sentimen negatif pasar saham global. Di tengah kecemasan pelaku pasar akan adanya koreksi, sejumlah indeks saham di Bursa Efek Indonesia justru ditutup menguat pada penutupan perdagangan Rabu, 14 Agustus 2019. 

Penguatan ini terjadi di tengah kabar Presiden Joko Widodo yang menyatakan telah siap dengan susunan kabinet baru untuk masa bakti 2019-2024 mendatang. 

Indeks saham syariah tak luput dari penguatan yang terjadi di lantai bursa. Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) sore ini menutup perdagangan dengan menguat 1,890 poin (1,02%) ke level 186,222.

ISSI memulai perdagangan dengan menguat ke level 186,322 di sesi pembukaan usai menyentuh level 184,932 di sesi pra-pembukaan. ISSI menembus level tertinggi di saat sesi perdagangan berakhir.

Indeks keping biru syariah, Jakarta Islamic Index (JII) turut naik 7,871 poin (1,18%) ke level 675,345. Begitu pula dengan indeks JII70 menanjak 2,419 poin (1,07%) ke level 229,048.

Pelaku pasar sepertinya melupakan sesaat kondisi pasar regional yang tengah dilanda tekanan. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sore ini menguat 56,373 poin (0,91%) ke level 6.267,335.

6 dari 6 halaman

Sektor Properti Jadi Primadona

Sentimen positif ini membuat investor makin gencar melantai di bursa. Investor lebih suka membeli saham di sektor properti dan industri dasar. Indeks sektor properti melesat 2 persen dan industri dasar 1,52 persen.

Hanya dua indeks sektoral yang melemah, yaitu pertanian yang melorot 0,17 persen dan industri aneka 0,05 persen.

Emiten syariah pencetak top gainer kali ini adalah UNVR yang harga sahamnya tumbuh Rp625, POLL Rp600, INTP Rp550, SMGR Rp450, dan UNTR Rp350.

Sebaliknya, harga saham FIRE turun Rp150, GHON Rp120, PAMG Rp80, SSTM Rp78, dan UNIC Rp70.

Pada pukul 16.36, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS menguat. Kurs dolar AS turun 65 poin (0,46%) ke level Rp14.245 per dolar AS.(Sah)

Catat! Tips Tampil dengan Makeup Bold Ala Tasya Farasya-
Join Dream.co.id