Indeks Syariah dan Rupian Kompak Menguat

Dinar | Rabu, 18 September 2019 17:17
Indeks Syariah dan Rupian Kompak Menguat

Reporter : Arie Dwi Budiawati

IHSG juga tak lupa `senyum`.

Dream - Indeks syariah kompak menguat pada Rabu 18 September 2019. Mayoritas indeks sektoral menguat, kecuali sektor pertambangan.

Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) menguat 0,815 poin (0,43%) ke level 192,062. ISSI bergerak fluktuatif setelah dibuka memerah di 191,183.

Indeks keping biru syariah, Jakarta Islamic Index (JII) naik 2,257 poin (0,32%) ke level 700,179.

Indeks JII70 menguat 1,204 poin (0,51%) ke level 237,334.

‌Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) naik 39,943 poin (0,64%) ke level 6.276,633.

2 dari 6 halaman

Investor Kembali Pede

Investor kembali percaya diri melantai di bursa. Para penanam modal gencar membeli saham industri aneka, keuangan, dan properti.

Ketiga indeks sektor ini menguat 2,70 persen, 1,06 persen, dan 0,78 persen.

Sektor pertambangan melemah 0,38 persen setelah Menteri Energi Arab Saudi, Pangeran Abdulazis bin Salman, menyebut pasokan minyak aman setelah serangan drone ke kilang minyak Aramco. Selain pertambangan, indeks sektoral yang melemah lainnya adalah pertanian sebesar 0,98 persen dan perdagangan 0,21 persen.

Emiten syariah pencetak top gainer kali ini adalah ASII yang harga sahamnya terangkat Rp225, MDKA Rp225, TCPI Rp200, dan BTPS Rp180.

Sebaliknya, yang menjadi top loser kali ini adalah BYAN yang harga sahamnya melemah Rp400, ITMG Rp375, UNTR Rp325, UNVR Rp275, dan MINA Rp160.

Pasar masih menanti keputusan suku bunga The Fed. Ini berimbas kepada nilai tukar dolar AS.

Pada 16.05, rupiah menguat tipis terhadap dolar AS. Dolar AS melemah 18 poin (0,13%) ke level Rp14.082 per dolar AS.

3 dari 6 halaman

Indeks Syariah Berbalik Menguat, Sektor Pertanian Dilirik

Dream - Indeks syariah berbalik menguat pada penutupan Selasa 17 September 2019. Saham pertanian dan infrastruktur menjadi motor perdagangan kali ini.

Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) menguat pada 0,019 poin (0,01%) ke level 191,247. ISSI menanjak setelah dibuka di 191,432.

Indeks keping biru syariah, Jakarta Islamic Index (JII) malah terkoreksi 2,307 poin (0,33%) ke level 697,922.

 Indeks Syariah Berbalik Menguat, Sektor Pertanian Dilirik

Indeks JII70 turun 0,021 poin (0,01%) ke level 2367,130.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melesat 17,255 poin (0,28%) ke level 6.236,690.

4 dari 6 halaman

Saham Pertanian dan Infrastruktur Meroket

Mayoritas indeks sektoral meroket. Indeks pertanian melesat 2,95 persen dan infrastruktur 1,49 persen.

Sebaliknya, industri aneka tergelincir 2,71 persen, industri dasar 0,20 persen, dan pertambangan 0,10 persen.

Emiten syariah pencetak top gainer kali ini adalah AALI yang harga sahamnya meningkat Rp650, TCPI Rp475, MINA Rp270, FASW Rp200, dan ICBP Rp125.

Sebaliknya, harga saham INTP terkoreksi Rp300, ASII Rp225, UNTR Rp225, FISH Rp200, dan INDR Rp180.

Pada 16.13, nilai tukar rupiah melemah terhadap dolar AS. Kurs dolar AS menguat 43 poin (0,30%) ke level Rp14.085.

5 dari 6 halaman

Rupiah Menguat di Level Rp13 Ribu, Indeks Syariah Malah Loyo

Dream - Sentimen positif dari luar negeri tak mampu mendorong pelaku pasar untuk melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI). Jelang libur akhir pekan, indeks bursa saham Indonesia didominasi pelemahan termasuk tiga indeks acuan saham syariah. 

Stimulus moneter di Eropa hanya membawa angin baik untuk nilai tukar rupiah. Sementara investor pasang modal tak mengindahkan meredanya perang dagang AS-China dan lebih terpengaruh oleh teknikal indeks yang memang diprediksi akan terkoreksi.

Dari pasar keuangan, nilai tukar rupiah pada perdagangan Jumat, 13 September 2019 pukul 16.08 WIB bergerak menguat terhadap dolar AS. Dolar AS ditekan ke bawah Rp14 ribu. Mata uang Paman Sam melemah 38 poin (0,27%) ke level Rp13.956 per dolar AS.

 

 Rupiah Menguat di Level Rp13 Ribu, Indeks Syariah Malah Loyo

 

Sekadar informasi, keputusan Bank Sentral Eropa melanjutkan stimulus dan pemangkasan bunga acuan lebih lanjut.

Sementara data BEI mencatat, indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) ditutup melemah 0,812 poin (0,42%) ke level 191,448. ISSI hanya bergerak naik sekitar 30 menit setelah bel perdagangan dibuka usai naik ke level 192,758 di sesi pra-pembukaan.

Meski sempat naik tipis di awal sesi kedua, ISSI tak mampu melawan tekanan jual dari pelaku pasar. Hingga sesi penutupan ISSI terus bergerak turun dan sempat jatuh ke level terendah 190,759.

Indeks keping biru syariah, Jakarta Islamic Index (JII) juga bernasib sam. Melemah 2,076 poin (0,29%), indeks JII turun ke level 693,682. Sementara Indeks JII70 turun 1,169 poin (0,49%) ke level 236,165.

Pasar modal Indonesia jelang libur akhir pekan ini memang dilanda tekanan. Terlihat dari laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang terpeleset 7,331 poin (0,12%) ke level 6.334,843.

6 dari 6 halaman

Kurang `Angin Baik`

Minim sentimen positif membuat penanam modal enggan melantai di bursa. Indeks sektor pertanian menguat 0,46 persen, keuangan 0,32 persen, infrastruktur 0,19 persen, dan industri aneka 0,04 persen.

Sebaliknya, indeks sektor pertambangan terkoreksi 2,10 persen, industri dasar 0,73 persen, perdagangan 0,31 persen, manufaktur 0,28 persen, propreti 0,24 persen, dan barang konsumsi 0,13 persen.

Emiten syariah pencetak top gainer kali ini adalah UNVR yang harga sahamnya naik Rp525, INTP Rp375, SMGR Rp325, MAPA Rp275, dan FISH Rp250.

Harga saham ITMG merosot Rp725, EMTK Rp500, TPIA Rp400, ICBP Rp325, dan DSSA Rp275.

20 OKT 2019 | 13:30 WIB - Pelantikan Presiden & Wakil Presiden RI 2019-2024
Join Dream.co.id