Indeks Syariah dan IHSG Masih `Terpapar` Virus Corona

Dinar | Selasa, 28 Januari 2020 16:50
Indeks Syariah dan IHSG Masih `Terpapar` Virus Corona

Reporter : Arie Dwi Budiawati

Investor mencemaskan dampak wabah virus corona terhadap ekonomi China yang selama ini jadi lokomotif perdagangan dunia.

Dream - Wabah virus corona masih membayangi pasar modal. Ekonomi China yang kemungkinan melambat akibat wabah virus corona baru itu membuat investor mencemaskan roda perdagangan dan pariwisata dunia yang selama ini dimotori China.

Sentimen koreksi bursa regional turut melemahkan laju bursa saham domestik termasuk tiga indeks saham syariah yang tiaraps sepanjang sesi perdagangan, Selasa, 28 Januari 2020.

Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) menutup perdagangan dengan koreksi 0,522 poin (0,29%) ke level 177,764. ISSI langsung dibuka melemah di level 177,805 saat sesi pra-pembukaan perdagangan dimulai.

Tanpa sekalipun mampu menyentuh teritori hijau, indeks ISSI sempat melorot hingga level terendah di 175,950.

Koreksi juga dialami dua indeks acuan bluechips syariah. Indeks keping biru syariah, Jakarta Islamic Index (JII) terpangkas 2,711 poin (0,41%) ke level 665,724.

Sementara indeks JII70 beringsut 0,661 poin (0,29%) ke level 221,425.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang tak bisa berbuat banyak dengan sentimen jual ini membuatnya melemah 22,024 poin (0,36%) ke level 6.111,184.

2 dari 6 halaman

Investor Wait and See

Kondisi ini membuat investor menahan diri untuk melantai di bursa hingga muncul kabar baik dari penanganan virus corona. Para penanam modal memlih melepas saham terutama di sektor industri dasar yang najlok sampai 1,69 persen.

Meski dilanda tekanan, investor mencoba menyelamtkan portofolionya dengan mengalihkan aksi beli pada sektor industri aneka yang naik 0,83 persen. Disusul indeks sektor properti 0,82 persen, pertambangan 0,70 persen, perdagangan 0,14 persen, dan pertanian 0,13 persen.

Emiten syariah pencetak top gainer kali ini adalah AALI yang harga sahamnya naik Rp225, INPP Rp170, PDES Rp170, PICO Rp130, dan WIKA Rp115.

Yang menjadi top loser kali ini adalah BRAM yang harga sahamnya terkoreksi Rp1.575, TCID Rp425, GMTD Rp400, BTPS Rp270, dan BTPS Rp270.

Dari pasar keuangan, kurs rupiah pada perdagangan pukul 16.21 WIB mengalami tertekan. Nilai tukar dolar AS terhadap rupiah menguat 34 poin (0,25%) ke level Rp13.649 per dolar AS.

3 dari 6 halaman

Indeks Syariah dan IHSG Terkapar Imbas Sentimen Virus Corona

Dream - Sentimen pelemahan sejumlah indeks acuan di kawasan regional melemahkan laju bursa saham Indonesia. Isu penyebaran virus corona di beberapa negara membuat investor dicekam ketakutan. 

Dua sentimen utama tersebut membuat Indeks syariah dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia kompak rontok pada penutupan perdagangan, Senin, 27 Januari 2020.  

Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) sudah tiarap sejak awal pembukaan perdagangan saham di awal pekan ini. Di sesi prapembukaan, ISSI sudah dibuka melemah di level 182,344 dan sempat jatuh ke posisi terendahnya di 178,164.

Di sesi penutupan, ISSi sedikit memperbaiki posisinya dengan hanya melemah melemah 4,224 poin (2,31%) ke level 178,286.  

 

 Indeks Syariah dan IHSG Terkapar Imbas Sentimen Virus Corona © Dream



Tekanan jual besar juga melanda saham-saham unggulan syariah di BEI. Indeks bluechip syariah, Jakarta Islamic Index (JII) terjun bebas 17,814 poin (2,59%) ke level 668,495.

Sementara indeks syariah paling bungsu, JII70 terkoreksi sampai 5,951 poin (2,61%) ke level 222,086.

Kecemasan pelaku pasar akan virus corona membuat IHSG tak bisa berbuat banyak. Indeks acuan pasar modal Indonesia ini merosot sampai 110,901 poin (1,78%) ke level 6.133,208.

4 dari 6 halaman

Semua Indeks Sektoral Rontok

Seluruh indeks sektoral mendekam di zona merah. Investor lebih banyak melepas saham, terutama di sektor industri dasar dan aneka industri yang masing-masing melemah 4,47 persen dan 3,12 persen.

Emiten syariah pencetak top gainer kali ini adalah BOGA yang harga sahamnya naik Rp205, BTPS Rp160, UNVR Rp100, SIPD Rp95, dan LUCK Rp70.

Sebaliknya, harga saham TPIA melorot Rp975, AALI Rp500, TCPI Rp500, ITMG Rp350, dan GMTD Rp300.

Dari pasar uang, nilai tukar rupiah turun tipis. Pada 16.35, kurs dolar AS melemah 38 poin (0,21%) ke level Rp13.610 per dolar AS.

5 dari 6 halaman

Lega BI Rate Tak Berubah, Indeks Syariah dan IHSG Mulai Bangkit

Dream - Indeks syariah untuk pertama kalinya bergerak menguat sepanjang perdagangan pekan ini. Meski sempat tertekan di 20 menit awal perdagangan, kembalinya aksi beli investor mendorong tiga indeks bergerak menguat hingga sesi penutupan.

Penguatan ini terjadi di tengah kecemasan pelaku pasar dunia terhadap merebaknya virus Corona di Tiongkok. Hingga saat ini dilaporkan 17 orang meninggal dunia akibat virus yang satu keluarga dengan SARS dan menjangkiti beberapa negara di dunia.

Pada penutupan perdagangan harian Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis, 23 Januari 2020, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) menguat ke 0,663 poin (0,36%) ke level 182,789. ISSI mengawali perdagangan dengan naik ke level 182,309 namun sempat terjatuh di 20 menit awal perdagangan.

 

 Lega BI Rate Tak Berubah, Indeks Syariah dan IHSG Mulai Bangkit © Dream

 

Sempar menyentuh level terendahnya di 182,092, ISSI perlahan-lahan mulai bergerak naik seiring kembalinya aksi beli investor. Puncaknya ISSI menyentuh level tertinggi di 182,854 dan terus bertahan di zona hijau sampai sesi perdagangan berakhir.

Penguatan juga terjadi pada indeks keping biru syariah, Jakarta Islamic Index (JII). Indeks berisi 30 emiten unggulan syariah ini menanjak 3,748 poin (0,55%) ke level 686,861.

Kenaikan juga dicetak indeks JII70 yang menanjak 1,125 poin (0,49%) ke level 228,230.

Adanya aksi beli investor mendorong Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turut semringah. Menanjak 15,757 poin (0,25%), IHSG menutup perdagangan dengan menanjak ke level 6.249,210.



6 dari 6 halaman

Rupiah Menguat

Investor mulai percaya diri melantai di bursa dan membeli saham di bursa, terutama di sektor industri. Indeks sektor industri dasar menguat 1,25 persen, manufaktur 0,68 persen, dan industri aneka 0,63 persen.

Sebaliknya, indeks perdagangan melemah 0,67 persen, pertanian 0,29 persen, dan pertambangan 0,07 persen.

Emiten syariah pencetak top gainer kali ini adalah GMTD yang harganya melesat Rp3 ribu, INTP Rp225, OMRE Rp180, TCPI Rp175, dan TPIA Rp125.

Sementara itu, yang mencetak top loser kali ini adalah GHON Rp370, UNTR Rp250, ITMG Rp175, LPPF Rp120, dan DIVA Rp110. 

Keputusan Bank Indonesia (BI) yang mempertahankan suku bunga acuan 7 Days Reverse Repo Rate sebesar 5 persen membuat rupiah bernapas semakin lega. Pada 16.39, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS menguat. Kurs dolar 4 poin (0,03%) level Rp13.616 per dolar AS.

Video Kondisi Terkini WNI dari Wuhan di Natuna
Join Dream.co.id