Indeks Syariah Bersemi Kala Bursa Asia Berguguran

Dinar | Senin, 12 Juni 2017 16:41
Indeks Syariah Bersemi Kala Bursa Asia Berguguran

Reporter : Syahid Latif

Hanya sektor pertambangan dan properti yang mengalami tekanan.

Dream - Indeks saham syariah di Bursa Efek Indonesia (BEI) memulai awal pekan dengan kabar baik. Meski tanpa sentimen positif yang signifikan, aksi beli selektif investor mendorong dua indeks acuan saham syariah ditutup menguat.

Kembalinya aksi beli pemodal asing yang akhir pekan lalu mencetak nett sell, menjadi tambahan tenaga bagi Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) dan Jakarta Islamic Index (JII) untuk melaju. Asing mencatat nett buy Rp 31,66 miliar.

Pelaku pasar sepertinya mengabaikan laju bursa regional yang justru kompak bergerak melemah. 

Pada penutupan perdagangan harian BEI, Jakarta, Senin, 12 Juni 2017, indeks ISSI menanjak 0,230 poin (0,13%) ke level 180,872. Tak seperti pekan-pekan lalu, ISSI bergerak positif sepanjang perdagangan awal pekan ini.

Tekanan jual hanya muncul jelang sesi penutupan perdagangan. Namun ISSI masih bisa bertahan menguat.

Penguatan juga diukir indeks bluechips syariah, JII. Indeks yang berisi 30 emiten unggulan syariah ini ditutup menguat 1,159 poin (0,16%) ke level 729,051. Indeks JII bergerak menguat seharian dengan level tertinggi di 734,007.

Dengan 34,34 juta saham yang berpindahtangan, transaksi perdagangan saham syariah awal pekan ini mencapai Rp 2,31 triliun.

Aksi beli investor sukses menghantar 103 emiten ditutup menguat. Dengan jumlah yang sama, emiten syariah juga masih berguguran melemah.

Sebagian besar indeks sektoral mengaut menguat hari ini. Hanya indeks sektor pertambangan dan properti yang mengalami koreksi 0,71 persen dan 0,04 persen.

Penguatan indeks sektoral tertinggi diukir sektor industri aneka yang naik ,85 persen, disusul perdagangan 0,64 persen, dan keuangan 0,48 persen.

Saham-saham penggerak bursa syariah kali ini mendominasi daftar top gainer indeks JII. Dipimpin saham UNTR yang menanjak Rp 575, SMGR Rp 275, serta ASII, ICBP, dan TIPA yang naik masing-masing Rp 75 per saham.

Di deretan top losser indeks JII, saham bluechips syariah yang mencetak koreksi harga terdalam adalah UNVR Rp 350, PTBA Rp 200, AKRA Rp 50, BSDE Rp 35, dan AALI Rp 25 per saham.

Dari pasar keuangan, kurs rupiah sepanjang hari ini mengalami tekanan. Sempat turun ke posisi terendah di 13.322, kurs rupiah terhadap dollar AS sore ini berada di level 13,311 atau melemah 21 poin (0,16%). (Sah)

Catat! Tips Tampil dengan Makeup Bold Ala Tasya Farasya-
Join Dream.co.id