Tertatih-tatih di Awal Sesi, Indeks Syariah Ditutup Menguat

Dinar | Rabu, 11 September 2019 16:55
Tertatih-tatih di Awal Sesi, Indeks Syariah Ditutup Menguat

Reporter : Arie Dwi Budiawati

Sektor industri aneka jadi kesukaan penanam modal.

Dream - Indeks syariah kembali melanjutkan aksi penguatannya meski sempat terseok-seok di awal perdagangan. Aksi beli 15 menit kelang penutupan mendorong tiga indeks saham syariah bertengger di zona hijau.

Pada penutupan perdagangan harian Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu, 11 September 2019, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) menguat 0,821 poin (0,42%) ke level 194,214.

ISSI mengawali perdagangan dengan bergerak menguat ke level 193,555 di sesi pra-pembukaan perdagangan. Sayangnya penguatan ini hanya bisa bertahan sekitar satu jam usai bel tanda perdagangan dimulai.

Indeks acuan saham syariah pasar modal Indonesia ini terkena tekanan jual dan menutup sesi pertama di zona hijau. Di sesi siang, ISSI kembali dilanda aksi beli meski sempat terpeleset jelang sesi penutupan.

Penguatan juga dialami indeks keping biru syariah, Jakarta Islamic Index (JII), yang naik 2,136 poin (0,30%) ke level 706,233. Sementara indeks JII70 menguat 1,328 poin (0,55%) ke level 240,570.

Dengan dukungan 6 indeks sektoral yang bergerak naik, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan dengan menguat 45,281 poin (0,71%) ke level 6.381,954.

2 dari 6 halaman

Sektor Industri Aneka Laris-Manis

Kali ini, investor getol melantai di bursa. Investor lebih suka membeli saham di sektor industri aneka sehingga indeksnya meroket 3,09 persen. Penguatan indeks sektoral ini juga diikuti oleh sektor properti yang naik 1,57 persen dan pertambangan 1,22 persen.

Indeks sektor barang konsumsi terkoreksi 0,11 persen.

Emiten syariah pencetak top gainer kali ini adalah UNTR yang harga sahamnya naik Rp550, TCPI Rp350, CPIN Rp300, ASII Rp250, dan FIRE Rp220.

Sebaliknya, emiten syariah pencetak top loser kali ini adalah UNVR yang harga sahamnya melorot Rp1.025, INTP Rp975, SMGR Rp675, EMTK Rp200, dan FISH Rp200.

Pada 16.24, nilai tukar rupiah melemah terhadap dolar AS. Kursnya terkoreksi 31 poin (0,22%) ke level Rp14.083.(Sah)

3 dari 6 halaman

Minim Angin Baik, Indeks Syariah Fluktuatif

Dream - Indeks syariah menguat tipis hari ini, Selasa 10 September 2019. Pasar modal syariah terimbas efek penguatan dolar AS.

Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) ditutup menguat 0,107 poin (0,05%) ke level 193,393. ISSI bergerak fluktuatif setelah dibuka di 193,702.

Indeks keping biru syariah, Jakarta Islamic Index (JII), naik 0,485 poin (0,07%) ke levle 704,097.

 Minim Angin Baik, Indeks Syariah Fluktuatif

Indeks JII70 naik perlahan 0,372 poin (0,16%) ke level 239,242.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) naik 10,460 poin (0,16%) ke level 6.336,673.

4 dari 6 halaman

Rupiah Melemah Tipis

Minimnya sentimen positif membuat investor ogah membeli saham. Saham yang paling banyak dibeli adalah properti dan pertanian. Kedua indeks sektoral ini menguat masing-masing sebesar 1,05 persen dan 0,69 persen.

Sebaliknya, indeks sektor perdagangan melorot 0,94 persen, pertambangan 0,91 persen, dan industri dasar 0,28 persen.

Emiten syariah pencetak top gainer kali ini adalah TCPI yang harga sahamnya naik Rp875, BTPS Rp220, ERAA Rp195, PDES Rp180, dan AALI Rp150.

Sebaliknya, yang menjadi top loser kali ini adalah EMTK yang harga sahamnya terkoreksi Rp1.150, SHID Rp800, SMGR Rp575, FIRE Rp550, dan UNTR Rp400.

Pada 16.01, rupiah melemah terhadap dolar AS. Kurs dolar AS menguat 27 poin (0,04%) ke level Rp14.061.

5 dari 6 halaman

Indeks Syariah Bergerak Naik di `Tanggal Cantik`

Dream - Indeks syariah kompak berbalik menguat pada perdagangan di tanggal cantik, Senin, 9 September 2019. Saham di sektor pertambangan yang jadi buruan investor membuat indeks saham syariah ceria di awal pekan ini.

Aksi beli pemodal lokal cukup efektif meredam investor asing yang biasanya minim belanja di awal pekan ini. Asing awal pekan ini membukukan nett sell senilai Rp93,96 miliar. 

Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) mengawali perdagangan awal pekan ini dengan menguat ke level 192,672 di sesi pembukaan. Dibandingkan sesi prapembukaan, laju ISSI memang sedikit turun dari sebelumnya di level 192,712. 

 Indeks Syariah Bergerak Naik di Tanggal Cantik

Dengan kondisi pasar yang tengah kondusif dan tren naik jangka pendek membuat ISSI tampak tenang bergerak di zona hijau. ISSI bergerak positif sepanjang sesi dan menutup perdagangan dengan menguat 1,231 poin (0,64%) ke level 193,286.

Laju positif sepanjang sesi perdagangan juga dicetak indeks keping biru syariah, Jakarta Islamic Index (JII). Indeks ini naik 6,378 poin (0,91%) ke level 703,612.

Sementara Indeks JII70 menanjak 1,849 poin (0,78%) ke level 238,870.

Adanya aksi beli investor lokal mendorong Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali menguat di awal pekan ini. IHSG bertambah 17,263 poin (0,27%) ke level 6.326,213.

6 dari 6 halaman

Pertambangan dan Infrastruktur Digaet Investor

Mayoritas indeks sektoral menguat. Investor lebih suka membeli saham di sektor pertambangan, infrastruktur, dan perdagangan. Ketiga indeks sektoral ini menguat masing-masing 1,65 persen, 1,16 prsen, dan 1,08 persen.

Yang terkoreksi adalah sektor industri aneka yang indeksnya melemah 1,06 persen, keuangan 0,71 persen, dan properti 0,12 persen.

Emiten syariah pencetak top gainer kali ini adalah UNTR yang harga sahamnya melesat Rp1.725, UNVR Rp950, FIRE Rp580, ITMG Rp475, dan PICO Rp330.

Sebaliknya, saham GMTD terkoreksi Rp800, INTP Rp300, POLL Rp230, BTPS Rp140, dan MTPS Rp140.

Pada 16.06, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS melemah 22 poin (0,16%) ke Rp14.072 per dolar AS.

Bukan Pertama Kali, Ini Deretan Kebrutalan Anjing Milik Bima Aryo
Join Dream.co.id