Indeks Saham Syariah Terpeleset Lagi

Dinar | Rabu, 9 Oktober 2019 16:37
Indeks Saham Syariah Terpeleset Lagi

Reporter : Syahid Latif

Tak ada sentimen yang membuat investor mau terjun ke lantai bursa.

Dream - Bursa saham Indonesia sedang tak menentu. Setelah kemarin menembus teritori positif, sejumlah indeks acuan di Bursa Efek Indonesia (BEI) bergelimpangan.

Minimnya angin positif yang masuk ke lantai bursa menahan sentimen teknikal indeks yang diprediksi akan menembus zona hijau.

Koreksi juga melanda tiga indeks acuan saham syariah. Dua indeks bluechips syariah bahkan mendekam sepanjang sesi perdagangan, Rabu, 9 Oktober 2019.

Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) yang bergerak fluktuatif di awal sesi menutup perdagangan dengan koreksi 0,529 poin(0,29%) 185,232.

ISSI memulai sesi perdagangan dengan bergerak melemah ke level 185,286. Aksi beli di awal perdagangan mendorong ISSI menembus zona positif namun dengan kenaikan tipis.

Tanpa adanya sentimen positif, ISSI tak kuasa menahan tekanan jual dan memaksanya menutup sesi pertama di zona hijau. Di sesi siang ISSI tiarap di teritori negatif.

 

2 dari 3 halaman

Indeks Bluechips Syariah Tiarap Seharian

Tekanan jual banyak melanda saham-saham bluechips syariah. Mendekam seharian di zona negatif, Jakarta Islamic Index (JII) melemah 5,285 poin (0,789%) ke level 664,132.

Indeks JII70 juga ditutup melemah 1,173 poin (0,518%) ke level 225,417.

Meski ada beberapa indeks sektoral yang bergerak menguat, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 10,441 poin (0,173%) ke level 6.029,160.

Saham-saham komoditas menjadi incaran pelaku pasar dan mendorong indeks bergerak naik. Indeks sektor pertanian naik 1,668 persen sedangkan pertambangan menguat 0,917 persen. Kenaikan juga dialami sektor perdagangan yang naik 0,160 persen.

Koreksi besar terjadi pada sektor barang konsumsi yang melemah 1,072 persen. Disusul barang aneka 0,940 persen, manufaktur 0,839 persen, dan properti 0,357 persen.

 

3 dari 3 halaman

Top Gainer dan Losser Saham Syariah

Saham lapis dua, MDKA memimpin top gainer saham syariah dengan mengaut Rp275. Diikuti ITMG yang naik harga Rp250 TPIA Rp200, AALI Rp200, dan DIVA Rp130 per saham.

Sementara di jajaran top losser saham syariah dihuni emiten MKPI yang turun Rp3.175, UNVR Rp525, ICBP Rp400, TCPI Rp175, dan UNTR Rp175 per saham.

Dari pasar keuangan, nilai tukar rupiah berbalik `menggebuk` mata uang Negeri Paman Sam. Dollar AS sore ini ditutup menguat 28 poin (0,198%) menjadi Rp14.133.

Bukan Pertama Kali, Ini Deretan Kebrutalan Anjing Milik Bima Aryo
Join Dream.co.id