Imbas Corona, 43 Ribu Pekerja di Jabar Dirumahkan

Dinar | Senin, 6 April 2020 13:34
Imbas Corona, 43 Ribu Pekerja di Jabar Dirumahkan

Reporter : Razdkanya Ramadhanty

Sukabumi mengantongi jumlah karyawan PHK terbanyak.

Dream – Badai PHK di Indonesia mulai terasa. Salah satunya di Jawa Barat. Menurut Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Jawa Barat, sebanyak 40.433 karyawan telah dirumahkan dan 3.030 lainnya terkena PHK.

Dikutip dari Liputan6.com, Senin 6 April 2020, rinciannya, dari 502 perusahaan, ada 400 yang terdampak corona (89,64 persen) dan 102 lainnya (10,36 persen) belum terkena dampaknya.

Data tersebut didapatkan dari hasil pendataan perusahaan yang terdampak covid-19, serta pekerja/buruh yang dirumahkan ataupun ter-phk yang dilakukan oleh Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Jabar sejak 31 Maret.

" Jumlah 43 ribu itu baru data awal yang masuk yang Disnakertrans Jabar sejak 31 Maret dan pendataan belum selesai," ujar Kepala Disnakertrans Jabar Ade Apriandi.

2 dari 6 halaman

Produktivitas Menurun

Ade menjelaskan penyebab perusahaan memberlakukan kebijakan tersebut akibat pandemi corona dimana salah satunya, berkaitan dengan penurunan produktivitas karena kesulitan bahan baku.

Selain itu, adanya penurunan dan pembatalan order, kesulitan pendisitribusian produk, kesulitan spare part mesin produksi hingga penurunan omzet.

" Selanjutnya, kami sudah buatkan telaahan staf berdasarkan data pantauan tersebut, untuk bahan kebijakan Gubernur Jabar dalam memberikan jaminan kelangsungan hidup pekerja dan perusahaan terdampak Covid-19," kata dia.

3 dari 6 halaman

Sukabumi Terkena Dampak Terparah

Berdasarkan data Disnakertrans Jabar, Kabupaten Sukabumi menjadi daerah yang pekerjanya terkena PHK terbanyak yaitu sekitar 1.142 pekerja.

Diikuti Kota Bandung dengan 500 pekerja, Kabupaten Ciamis sebanyak 442 pekerja, Kabupaten Bogor sebanyak 421 pekerja dan kota Bekasi sebanyak 419.

Adapun daerah yang perusahaannya merumahkan pekerja paling banyak ada di Kabupaten Sumedang dengan 15.648 pekerja, Diikuti Kota Bandung 5.894 pekerja, Kabupaten Sukabumi 3.054 pekerja, Kabupaten Bekasi 2.381 pekerja, dan Kabupaten Bandung Barat 1.234 pekerja.

Lebih lanjut, Ade menambahkan 21 daerah lainnya tidak memberlakukan PHK atau merumahkan pekerja di berbagai sektor usaha. Perusahaan yang tersebar di Jabar sejauh ini sejumlah 47.221 yang terdiri dari perusahaan skala besar, sedang, kecil, dan mikro. Tidak seluruh perusahaan itu terdampak corona.

Pendataan pekerja dan perusahaan terdampak pandemi corona telah berlangsung sejak 29 Maret hingga 9 April 2020.

4 dari 6 halaman

Alokasikan Rp16,2 Triliun

Sebelumnya, Pemerintah Provinsi Jawa Barat telah mengalokasikan Rp16,2 triliun lebih untuk menanggulangi dampak sosial dan ekonomi pandemik covid-19.

Sebanyak Rp3,2 triliun untuk bantuan pangan, sisanya dalam bentuk padat karya dari berbagai proyek investasi di Jabar senilai Rp13 triliun. Mereka yang nantinya dirumahkan dan di-PHK bakal kerja di proyek pemerintah.

Investor dan pihak swasta juga diminta turut terlibat dalam program padat karya tersebut.

“ Kami sudah memutuskan bersama DPRD Jabar, total anggaran untuk penanggulangan Covid-19 di Jawa Barat ini adalah kurang lebih sekitar Rp16,2 triliun,” kata Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil.

(Sumber: Liputan6.com/Huyogo Simbolon)

5 dari 6 halaman

Ada Corona, Peminjam KPR Bisa Minta Tunda Cicilan Selama 1 Tahun

Dream – Debitur kredit pemilikan rumah (KPR) bisa mendapatkan penundaan cicilan selama setahun. Syaratnya, para peminjam kredit untuk membeli rumah ini bisa menunjukan kemampuan tak sanggup membayar cicilan akibat pandemi virus corona dan telah dinilai oleh bank.

Penegasan tersebut disampaikan Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Wimboh Santoso.

Keringanan ini sesuai ketentuan Peraturan OJK (POJK) Nomor 11/2020 tentang Stimulus Perekonomian Nasional sebagai Kebijakan Countercyclical Dampak Penyebaran Coronavirus.

" Kalau ini dia (debitur) terimbas dari covid-19 baik langsung tidak langsung mestinya masuk," kata Wimboh dalam press conference melalui live streaming, dikutip dari Merdeka.com, Senin 6 April 2020.

 

 Ada Corona, Peminjam KPR Bisa Minta Tunda Cicilan Selama 1 Tahun© Dream

 

Dia mengatakan, sejauh ini, kondisi kesehatan perbankan masih dalam kondisi prima dan sehat meskipun kedepan tidak menutup kemungkinan sektor keuangan termasuk bank dapat terdampak dari pelemahan ekonomi akibat Covid-19. Oleh karena itu, OJK dan pemerintah terus melakukan stimulus ke industri.

Sejalan dengan itu, Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Heru Kristiyana menyampaikan pihaknya telah berkomunikasi dengan seluruh asosiasi termasuk HIMBARA maupun PERBANAS untuk bisa mengimplementasikan POJK tersebut.

“ Kita lihat tadi apakah sudah prefentif kita setiap saat komunikasi dengan asosiasi Himbara. Perbanas kita mita proaktif mendata nasabah yang mulai berdampak jangan menunggu. Namun mereka sudah proaktif mendata semua nasabahnya sebagaian besar sudah mengimplementasikan itu,” kata dia.

6 dari 6 halaman

Daftar Bank Syariah yang Tawarkan Keringanan Cicilan Akibat Pandemi Corona

Berdasarkan data OJK, ada 13 bank syariah yang memberikan keringanan pembiayaan akibat pandemi corona. Keringanan ini mulai dari penundaan cicilan sampai keringanan marjin. Berikut ini adalah daftarnya.

1. Bank Mandiri Syariah
2. Bank BNI Syariah
3. Bank Bukopin Syariah
4. Bank NTB Syariah
5. Bank Permata Syariah
6. Bank Muamalat
7. Bank Mega Syariah
8. Bank BJB Syariah
9. Bank BRI Syariah
10. Bank BTPN Syariah
11. Bank Net Syariah
12. Bank BCA Syariah
13. Bank Dubai Syariah

Selengkapnya baca di sini.

Join Dream.co.id