Ilham Habibie: Vaksinasi Covid-19 Pulihkan Ekonomi Nasional

Dinar | Selasa, 19 Januari 2021 11:33
Ilham Habibie: Vaksinasi Covid-19 Pulihkan Ekonomi Nasional

Reporter : Arie Dwi Budiawati

Ekonomi yang membaik bisa menggairahkan sektor properti.

Dream – Dimulainya program vaksinasi Covid-19 di Indonesia diharapkan bisa memulihkan perekonomian di Tanah Air. Industri properti dan para pengembang berharap banyak pada program vaksinasi untuk bangkit.

" Presiden kita sudah menerima vaksin dan pemerintah segera melakukan program vaksinasi untuk seluruh masyarakat Indonesia, tentu ini hal yang sangat baik mengingat wabah Covid-19 ini sudah satu tahun menyerang dunia," kata Presiden Komisaris Pollux Habibie International, Ilham Habibie, dalam keterangan tertulis, Selasa 19 Januari 2021.

Dia mengatakan, para pengembang saat ini tengah mempersiapkan pemulihan industri pada 2021. Misalnya, PT Pollux Properti Indonesia yang melakukan serah terima unit dengan H&M beberapa hari setelah vaksinasi berhasil mendarat di Indonesia.

" Meisterstadt Mall direncakan akan segera dibuka pada tahun 2021 ini. Ini akan menjadi mal pertama di Batam yang berada di kawasan superblok. Semoga benar-benar bisa teralisasi dan dengan adanya vaksin jika semua berjalan dengan harapan kita bisa mengejar untuk bisa membuka Meisterstadt Mall dan kami dapat turut membantu menggairahkan sektor retail," kata dia.

 

Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.

2 dari 5 halaman

Ada Vaksinasi Covid-19, Menperin Bidik Industri Tumbuh 4 Persen

Dream – Ada dua kunci utama untuk membangkitkan kinerja industri nasional tahun ini. Keduanya adalah program vaksinasi Covid-19 dan penerapan Undang-Undang Tahun 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja.

“ Dimulainya vaksinasi bisa menjadi kunci pendorong dalam pemulihan industri di Tanah Air,” kata Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita, dikutip dari setkab.go.id, Kamis 14 Januari 2021.

 

 Ada Vaksinasi Covid-19, Menperin Bidik Industri Tumbuh 4 Persen© Dream

 

Program vaksinasi tersebut akan ditopang oleh serangkaian kebijakan yang telah berjalan sejak pertengahan tahun lalu. Kementerian Perindustrian berkomitmen memacu kembali daya saing industri nasional melalui empat jurus jitu.

3 dari 5 halaman

Ini Rinciannya

Pertama, menjaga produktivitas industri selama pandemi melalui kebijakan pemberian Izin Operasional dan Mobilitas Kegiatan Industri (IOMKI). Adapun, sebanyak 18.527 IOMKI telah diberikan kepada perusahaan industri untuk mampu melindungi pekerjaan bagi 5,16 juta orang tenaga kerja.

Ke dua, peningkatan kemampuan industri dalam negeri dalam mendukung penanganan Covid-19, khususnya industri farmasi untuk penyediaan obat-obatan dan alat kesehatan.

Ketiga, pengoptimalan program Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN).

“ Ke empat adalah melanjutkan program substitusi impor 35 persen, yang dilaksanakan secara simultan dengan peningkatan utilisasi produksi, mendorong pendalaman struktur industri, dan peningkatan investasi,” kata dia.

4 dari 5 halaman

Optimistis Tumbuh Positif

Melalui berbagai program dan kebijakan tersebut, Menperin optimistis, industri manufaktur di Tanah Air akan tumbuh positif mendekati 4 persen pada 2021. Sebelumnya, di triwulan III-2020, pertumbuhan industri manufaktur mengalami kontraksi 4,31 persen dan pada triwulan II-2020 juga terkontraksi 6,19 persen.

‘‘Industri manufaktur pada 2021 diperkirakan kembali pada titik positif. Seluruh subsektor manufaktur akan kembali bergairah, dengan asumsi pandemi sudah bisa dikendalikan dan aktivitas ekonomi kembali pulih. Kami memproyeksikan pertumbuhan industri manufaktur pada 2021 akan tumbuh hampir 4 persen,” kata dia.

Menurut Agus, optimisme tersebut salah satunya didasarkan pada perbaikan Purchasing Managers’ Index (PMI) Manufaktur Indonesia yang terus berada di level ekspansif. Pada Desember 2020, PMI Manufaktur Indonesia berada di level 51,3 atau naik dibandingkan capaian bulan sebelumnya yang berada di posisi 50,6.

Angka indeks di atas 50 ini diartikan mengalami ekspansi, sedangkan di bawah 50 berarti kontraksi. PMI Manufaktur Indonesia di level 51,3 ini merupakan capaian tertinggi sepanjang sejarah Indonesia selama HIS Markit melakukan survei di negara-negara industri.

“ Selama dua bulan berturut-turut, PMI Manufaktur Indonesia masuk ke fase ekspansif. Tentu ini ada beberapa alasan, salah satunya keyakinan dari pelaku industri bahwa dari data-data yang ada sudah mulai adanya reborn dari konsumsi domestik, juga adanya signal bahwa vaksin akan hadir. Ini yang menumbuhkan confidence tinggi dari pelaku industri untuk mendorong proses produksinya,” jelas Agus.

5 dari 5 halaman

Kegiatan Industri Pengolahan Membaik

Di samping itu, Bank Indonesia mencatat kegiatan usaha di industri pengolahan mulai menunjukkan sinyal ekspansi. Kinerja industri ini diprediksi terus membaik pada kuartal I-2021.

Geliat ekspansi itu tercermin dalam Prompt Manufacturing Index Bank Indonesia (PMI BI) pada kuartal IV-2020 yang mencapai 47,29 persen. Capaian itu jauh lebih tinggi dari dua kuartal sebelumnya yang menyentuh angka 45,64 dan 44,91 persen.

Dari sisi nilai investasi, lanjut Agus, investasi di sektor industri periode Januari-September lalu juga meningkat 37 persen dibandingkan dengan periode yang sama pada 2019.

“ Selain itu ekspor produk manufaktur juga mengalami peningkatan signifikan. Kondisi inilah yang membawa harapan bagi pemulihan ekonomi pada 2021,” kata Agus.

Join Dream.co.id