Pasar Saham Tumbang, OJK Izinkan Emiten Buyback Saham Tanpa RUPS

Dinar | Selasa, 10 Maret 2020 06:36
Pasar Saham Tumbang, OJK Izinkan Emiten Buyback Saham Tanpa RUPS

Reporter : Arie Dwi Budiawati

Pasar modal Indonesia sejak awal tahun hingga 9 Maret 2020 telah terpangkas sampai 18,46 persen.

Dream - Pasar modal Indonesia bermuram durja pada penutupan perdagangan, Senin 9 Maret 2020. Hal ini ditandai dengan mendekamnya indeks syariah di zona merah dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terjun bebas sampai 6,58 persen.

Melihat kondisi pasar yang panik dengan kondisi tersebut, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengizinkan semua emiten untuk membeli kembali (buyback) saham perusahaan di lantai bursa.

“ Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengizinkan semua emiten atau perusahaan publik melakukan pembelian kembali (buyback) saham,” kata Deputi Komisioner Humas dan Logistik OJK, Anto Prabowo, di Jakarta, dikutip dari keterangan tertulis yang diterima Dream, Selasa 10 Maret 2020.

Kebijakan buyback oleh emiten diharapkan bisa menjadi stimulus bagi perekonomian sekaligus mengurangi dampak pasar yang berfluktuasi secara signifikan.

Anton mengatakan, kondisi perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia sejak awal 2020 sampai 9 Maret 2020, tertekan. IHSG tercatat telah terpangkas sampai 18,46 persen.

Tekanan terutama berasal dari pelambatan ekonomi serta dari global, nasional, dan regional. Salah satu pemicunya adalah kekhawatiran dunia terhadap penyebaran wabah virus corona dan melemahnya harga minyak dunia.

2 dari 6 halaman

Begini Cara Beli Kembali Saham

Anton mengatakan ada dua cara buyback saham oleh emiten atau perusahaan publik pasar di tengah pasar yang fluktuatif. Pertama, pembelian kembali bisa dilakukan tanpa perlu mendapatkan persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).

Kedua, jumlah saham yang bisa dibeli kembali bisa lebih dari 10 persen dari modal disetor. Atau, bisa membeli paling banyak dari 20 persen modal disetor. Emiten bisa membeli paling sedikit saham 7,5 persen dari modal yang diberikan.

Ketentuan tersebut dituangkan dalam Surat Edaran OJK Nomor 3/SEOJK.04/2020 tanggal 9 Maret 2020 tentang Kondisi Lain Sebagai Kondisi Pasar Yang Berfluktuasi Secara Signifikan Dalam Pelaksanaan Pembelian Kembali Saham Yang Dikeluarkan Oleh Emiten Atau Perusahaan Publik.

3 dari 6 halaman

Indeks Syariah BEI Gugur Tersulut Perang Dagang Minyak Dunia

Dream - Indeks syariah terguncang sentimen rontoknya harga minyak dunia dan kekhawatiran penyebaran virus corona. Harga emas hitam ini jatuh sampai 30 persen setelah organisasi penghasil minyak dunia (OPEC) gagal mencapai kesepakatan untuk mengurangi produksinya. 

Isu perang harga minyak mentan mencuat setelah Arab Saudi memberikan diskon besar-besaran untuk penjualan April 2020. Ini dilakukan karena Saudi telah memasang target produksi di atas 10 juta barel per hari. 

Sentimen rontoknya harga minyak dunia membuat tiga indeks syariah yang masih mencemaskan isu virus corona semakin terjerembab pada penutupan Senin 9 Maret 2020.

 

 Indeks Syariah BEI Gugur Tersulut Perang Dagang Minyak Dunia© Dream

 

Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) tercatat anjlok sampai 10,174 poin (6,35%) ke level 150,058. ISSI tiarap seharian setelah dibuka di 563,008 dan sempat tersungkur ke level terendahnya di 149,479.

Penurunan tajam terjadi pada indeks keping biru syariah, Jakarta Islamic Index (JII) yang amblas 46,053 poin (7,84%) ke level 541,403.

Koreksi dalam juga terjadi pada indeks JII70 turun 15,015 poin (7,64%) ke level 181,469.

Terjunnya harga minyak mentah dunia membuat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menjadi korban. IHSG terjun bebas 361,731 poin (6,58%) ke level 5.136,809.

Kepala Eksekutif Pengawasan Pasar Modal Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Hoesen, memastikan pihaknya memantau dengan cermat dan hati-hati terhadap kondisi pasar modal.

" OJK akan siap mengeluarkan kebijakan yang diperlukan saat menilai bahwa perlu dilakukan kebijakan tertentu menyikapi dinamika pasar selanjutnya,” kata dia di Jakarta, dikutip dari keterangan tertulis yang diterima Dream.

4 dari 6 halaman

Indeks Sektoral Terjun Bebas

Aksi jual saham masif dilakukan oleh investor, terutama di sektor industri aneka, pertanian, dan industri dasar. Ketiga indeks ini masing-masing terguling 9,47 persen, pertanian 7,92 persen, dan 7,44 persen.

Emiten syariah pencetak top gainer kali ini adalah JSPT yang harga sahamnya merangkak Rp90, GMTD Rp75, EMTK Rp70, BSSR Rp60, dan LINK Rp30.

Sebaliknya, yang menjadi top loser kali ini adalah AALI yang harga sahamnya terkoreksi Rp1.500, UNTR Rp1.500, INTP Rp1.300, ITMG Rp875, dan POLL Rp700.

Rupiah juga tersungkur kali ini. Pada 16.26, nilai tukar dolar AS terhadap rupiah melorot 72 poin (0,50%) ke level Rp14.314 per dolar AS.

5 dari 6 halaman

Indeks Syariah `Tiarap`, Rupiah Bagaimana?

Dream - Pelemahan indeks syariah berlanjut. Ketiga indeks ini mendekam di zona merah pada Jumat 6 Maret 2020.

Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) turun 3,568 poin (2,18%) ke level 160,232. ISSI terus melemah setelah dibuka di 162,354. Aksi lepas investor membuat ISSI tersungkur hingga 160,232.

 

 Indeks Syariah Tiarap, Rupiah Bagaimana?© Dream


Indeks keping biru syariah, Jakarta Islamic Index (JII), terguling 15,947 poin (2,64%) ke level 587,456.

Indeks JII70 beringsut 5,071 poin (2,52%) ke level 196,484.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) merosot 139,590 poin (2,48%) ke level 5.498,540.

6 dari 6 halaman

Semua Saham Rontok

Investor yang enggan melantai di bursa, melepaskan saham-sahamnya, terutama di sektor manufaktur, keuangan, dan infrastruktur. Ketiga indeks sektoral ini melemah masing-masing 4,96 persen, keuangan 3,06 persen, dan infrastruktur 2,56 persen.

Emiten syariah pencetak top gainer kali ini adalah STTP yang harga sahamnya meningkat Rp750, PLIN Rp200, TURI Rp100, ACST Rp50, dan INRU Rp50.

Sebaliknya, harga saham UNTR melorot Rp725, ITMG Rp475, ASII Rp375, EMTK Rp350, dan POLL Rp325.

Dari pasar uang, nasib rupiah sebelas dua belas dengan indeks syariah. Pada 16.28, nilai tukar dolar AS menanjak 146 poin (1,02%) ke level Rp14.321.

Join Dream.co.id