Indeks Syariah Akhirnya Melaju Positif

Dinar | Selasa, 30 Juli 2019 16:59
Indeks Syariah Akhirnya Melaju Positif

Reporter : Arie Dwi Budiawati

Sektor infrastruktur menjadi yang terfavorit bagi investor.

Dream - Investor mulai memberanikan diri masuk ke lantai bursa meski sentimen positif masih sangat jarang didengar  pelaku pasar. Aksi beli ini mendorong indeks saham syariah yang beberapa hari terakhir melemah akhirnya ditutup di zona positif.

Tanda-tanda aksi beli mulai terlihat sat investor mulai mengoleksi saham-saham sektor properti. Padahal sinyal negatif datang dari bursa regional yang bergerak melemah. Pelaku pasar dunia masih menunggu hasil pertemuan bulanan bank sentral AS, The Federal Reserves. 

Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) menutup perdagangan harian BEI, Selasa, 30 Juli 2019 dengan menguat 2,297 poin (1,24%) ke level 186,841. ISSI terus menanjak setelah dibuka di 185,293 di sesi pra-pmbukaan dan menyentuh level tertinggi di 186,841.

Indeks keping biru syariah, Jakarta Islamic Index (JII) juga ikut semringah dengan aksi beli pelaku pasar. Indeks berisi 30 emiten unggulan syariah ini naik 7,516 poin (1,11%) ke level 686,687.

‌Begitu pula laju Indeks JII70 yang menanjak 2,755 poin (1,21%) ke level 230,116.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terangkat 77,961 poin (1,24%) ke level 6.376,996.

2 dari 6 halaman

Sektor Infrastruktur Diburu

Investor getol melantai di bursa. Mereka membidik sektor infrastruktur, pertambangan, dan industri dasar. Ketiga indeks ini melesat masing-masing 1,96 persen, pertambangan 1,87 persen, dan industri dasar 1,55 persen.

Hanya ada satu indeks yang melemah, yaitu sektor pertanian sebesar 0,49 persen.

Harga saham DSSA menjadi top gainer saham syariah dengan meroket Rp2.800. Disusul emiten TCPI Rp650, TGKA Rp650, POLU Rp420, dan MINA Rp300.

Sebaliknya, top losser indeks saham syariah dihuni emiten MKPI yang terkoreksi Rp400, ITMG Rp325, FASW Rp250, UNVR Rp150, dan UNIC Rp135.

Dari pasar keuangan, kurs rupiah sore ini kembali bergerak menguat. Pada perdagangan pukul 16.23 WIB, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS naik 57 poin (0,41%) ke level Rp14.052 per dolar AS.(Sah)

3 dari 6 halaman

Cuma Menguat 5 Menit, Indeks Syariah Ditutup Melemah

Dream - Kinerja kuartal II-2019 emiten di bursa saham Indonesia membuat investor cemas. Hasil di bawah ekspektasi beberapa saham unggulan memaksa investor melakukan aksi wait and see.

Tak adanya sentimen yang kuat jelang pengumuman hasil pertemuan The Federal Reserves menambah kecemasana pelaku pasar.

Dua sentimen utama tersebut membuat indeks saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih berguguran di awal pekan ini. Koreksi juga melanda indeks saham syariah meski sore ini terjadi penguatan kurs rupiah.

Pada penutupan perdagangan harian BEI, Senin, 29 Juni 2019, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) ditutup melemah 0,855 poin (0,46%) ke level 184,544. ISSI hanya bisa bergerak di zona positif selama 5 menit perdagangan awal.

ISSI dibuka mengaut di level 185,449 saat sesi pra-pembukaan dimulai. Begitu bel pembukaan dimulai, ISSI masih bisa bertahan di zona hijau dengan naik ke level 185,582. Namun 5 menit kemudian kondisi berubah. 

Indeks acuan saham syariah ini mulai mengalami tekanan jual dan bertahan di teritori negatif hingga sesi penutupan. 

Koreksi juga dialami dua indeks saham syariah lainnya. Indeks keping biru syariah terkoreksi 2,086 poin (0,31%) ke level 679,171. Sementara Indeks JII7 melorot 0,336 poin (0,15%) ke level 227,361.

Tanpa sentimen positif yang datang, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) juga tak bisa berbuat banyak. IHSG terkoreksi 26,202 poin (0,41%) ke level 6.299,035.

4 dari 6 halaman

Indeks Barang Konsumsi Rontok

Indeks sektor barang konsumsi mengalami koreksi paling tajam dengan melemah 1,59 persen. Disusul sektor perdagangan 1,16 persen, dan manufaktur 1,04 persen.

Meski didominasi pelemahan, beberapa indeks sektor masih bisa melaju ke zona positif. Indeks sektor industri aneka tercatat naik 0,94 persen, properti 0,35 persen, dan pertanian 0,32 persen.

Sejumlah bluechips syariah masih memberikan harapan bagi pelaku pasar. Top gainer saham keping biru syariah awal pekan ini dihuni INDF yang harga sahamnya naik Rp225. Diikuti ISAT Rp220, SMGR Rp150, TCPI Rp150, dan SILO Rp125.

Namun penguatan mereka harus diadu dengan Saham UNVR yang terperosok Rp1.600, UNTR Rp950, MKPI Rp300, INDR Rp230, dan AMFG Rp200.

Dari pasar keuangan, kurs rupiah sore ini sedikit menggeliat. Pada perdagangan pukul 16.06 WIB, Kurs mata uang Paman Sam melemah 17 poin (0,12%) ke level Rp13.973 per dolar AS.(Sah)

5 dari 6 halaman

IMF Bawa Kabar Buruk, Indeks Syariah `Nyusruk`

Dream - Indeks syariah kompak melemah pada penutupan jelang akhir pekan, Jumat 26 Juli 2019. Sentimen koreksi pertumbuhan ekonomi yang dikeluarkan IMF membuat investor dilanda kecemasan.

Kekhawatiran pelaku pasar lokal dan asing itu terlihat dari laju semua indeks sektoral yang bergerak memerah.

Dikutip dari papan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat 26 Juli 2019, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI), langsung terjun 2,301 poin (1,23%) ke level 185,339. ISSI melemah seharian setelah dibuka melemah di 187,200.

Posisi ISSI sempat terseret ke level terendah di 184,602 namun bergerak naik sedikit jelang sesi penutupan.

Koreksi lebih tajam dialami indeks keping biru syariah, Jakarta Islamic Index (JII). Indeks berisi 30 emiten unggulan syariah ini terpangkas sampai 12,775 poin (1,84%) ke level 681,257.

Indeks JII70 merosot 3,749 poin (1,62%) ke level 227,697.

Tanpa sentimen positif yang diterima pelaku pasar, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terkoreksi 76,128 poin (1,19%) ke level 6.325,237.

6 dari 6 halaman

Sektor Industri Amblas

Semua indeks sektoral melemah. Indeks industri aneka anjlok 2,67 persen, manufaktur 1,9 persen, industri dasar 1,77 persen, barang konsumsi 1,74 persen, dan infrastruktur 1,43 persen.

Emiten syariah pencetak top gainer kali ini adalah JECC yang harga sahamnya naik Rp300, DIGI Rp275, PICO Rp235, PCAR Rp160, dan PRDA Rp130.

Sebaliknya, yang menjadi top loser kali ini adalah INTP yang harga sahamnya melemah Rp725, TCPI Rp425, UNTR Rp425, STTP Rp350, dan INDF Rp300.

Pada 16.23, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS naik 8 poin (0,06%) ke level Rp13.985 per dolar AS.

Adu Akting dengan Betari Ayu, Alvin Faiz Ceritakan Respon Sang Istri
Join Dream.co.id