Ibu Kota Baru Indonesia Belum Pasti di Kaltim

Dinar | Jumat, 23 Agustus 2019 19:15
Ibu Kota Baru Indonesia Belum Pasti di Kaltim

Reporter : Syahid Latif

Sofyan Djalil menyatakan nama Kalimantan Timur ternyata baru ditetapkan sebagai alternatif lokasi.

Dream - Kepastian lokasi baru yang akan menjadi ibu kota Indonesia pengganti Jakarta kembali menggantung. Kalimantan Timur (Kaltim) yang sebelumnya santer jadi ibukota baru ternyata baru berstatus alternatif.

Penegasan tersebut disampaikan Menteri Agraria dan Tanah Ruang/Badan Pertahanan Nasional (ATR/BPN) Sofyan Djalil yang mengklarifikasi pernyataanya soal penunjukan Kaltim sebagai ibu kota baru Indonesia.

Menurut Sofyan, pemerintah masih harus menunggu dua kajian dari Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) sebelum memutuskan secara final dimana lokasi ibu kota baru.

" Belum diputuskan, saya mengutip saja kemarin itu di (Kaltim). Tapi alternatif terkuatnya memang di Kaltim," tutur Sofyan di Kantor Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), Jumat, 23 Agustus 2019.

Setelah dua studi dipastikan final, pengumuman penetapan lokasi baru ibu kota Indonesia akan dilakukan oleh presiden Joko Widodo.

" Pak Presiden nanti umumkan setelah lengkap dua kajian itu dari Bappenas," ujarnya.

Disinggung soal rencana pembangunan ibu kota baru tersebut, Sofyan mengatakan tahap pertama pemerintah akan membutuhkan lahan sekitar 3.000 hektare (Ha).

" Lokasi pastinya belum diputuskan nanti dilihat potensinya dimana," tegas dia.

(Sah, Liputan6.com)

2 dari 6 halaman

Desain Calon Ibu Kota Baru Indonesia

Dream - Pelan-palan wajah baru calon ibu kota baru Indonesia mulai bisa terbayangkan. Presiden Joko Widodo dalam pidato di Sidang Tahunan DPR/MPR telah memastikan ibu kota baru Indonesia akan berlokasi di Kalimantan.

Setelah menjelaskan tentang konsep kota yang akan dibangun, kali ini muncul visualisasi konsep ibu kota baru yang akan dirancang pemerintah.

Penampakan kota baru itu diungkapkan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dalam dokumen " Gagasan Rencana dan Kriteria Desain Ibu Kota Negara" Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Dalam dokumen yang dipaparkan tersebut, desain ibu kota baru ini berasal dari identitas bangsa yang diterjemahkan dalam urban design secara filosofias, yaitu Pancasila, Bhineka Tunggal Ika , NKRI, dan UUD 1945.

 Identitas bangsa yang diterjemahkan dalam bahasa urban design.

Identitas bangsa yang diterjemahkan ke dalam desain, yaitu morfologi dan fungsi-fungsi kota, ruang-ruang bagi aktivitias masyarakat yang mendorong prinsip gotong-royong, serta fungsi dan wadah yang melestarikan sejarah dan budaya--ini berupa ruang budaya, galeri nasional, museum, gedung pertunjukan, dan taman kesenian.

 

 Visualisasi gagasan kota sebagai simbol identitas bangsa.

3 dari 6 halaman

Integrasikan Ruang Hijau dan Biru

Dalam gagasan rencana dan kriteria desain ibu kota negara, ada lapangan dan monumen Pancasila. Desain ibu kota negara ini menekan intervensi terhadap alam serta mengintegrasikan ruang-ruang hijau dan biru.

Keberadaan hutan Kalimantan pun dipertahankan.

 

 Kota yang inklusif secara sosial, produktif, secara ekonomi, dan ramah lingkungan.

4 dari 6 halaman

Ruang Terbuka Publik Diperbanyak

Ruang publik dan masyarakat diperbanyak. Desain ibu kota negara ini juga mengadopsi konsep new urbanism dan green building/infrastructure. Kualitas ruang ini mendorong kreativitas dan produktivitas masyarakat.

 

 Ruang terbuka publik

 

5 dari 6 halaman

Kota Cerdas

Menurut laporan ini, ibu kota negara menjadi kota yang kompak dan mengandalkan teknologi, informasi, dan komunikasi untuk mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs).

Ada juga penerapan desain, material, dan teknologi moden, smart building dan penggunaan energi terbarukan. Nantinya, desain yang mengutamakan pada pemenuhan seluruh target SDGs menjadi acuan pembangunan kota-kota Indonesia ke depannya.

 

 Konsep kota kompak dan pintar.

6 dari 6 halaman

Moda Transportasi yang Terintegrasi dan Strategis

Misalnya, penataan bangunan dan lingkungan yang kompak dan inklusif, mode transportasi publik yang terintegrasi, memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi untuk meningkatkan produktivitas kerja, serta kolaborasi antara arsitektur modern dengan konten lokal. 

Menariknya, ibu kota ini nantinya akan memiliki transportasi darat seperti MRT.

 

 Moda transportasi publik yang terintegrasi.

 

Suasana Cair Roger Danuarta dan Ayah Cut Meyriska di Meja Makan
Join Dream.co.id