Indeks Syariah Loyo di Hari Ibu Kota Baru Ditetapkan

Dinar | Senin, 26 Agustus 2019 16:52
Indeks Syariah Loyo di Hari Ibu Kota Baru Ditetapkan

Reporter : Arie Dwi Budiawati

Sentimen perang dagang AS-China yang semakin memanas lebih mencemaskan pelaku pasar.

Dream - Bursa saham syariah di pasar modal Indonesia bergerak lemah di hari Presiden Joko Widodo mengumumkan calon ibu kota baru Indonesia. Sentimen negatif dari perang dagang AS-Tiongkok mencemaskan pelaku pasar.

Munculnya kembali sentimen perang dagang dua negara besar itu membuat tiga indeks acuan saham syariah mendekam di zona merah pada penutupan perdagangan hari ini, Senin 26 Agustus 2019.

Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) awal pekan ini ditutup melemah 0,640 poin (0,34%) ke level 187,656. ISSI melemah seharian setelah dibuka di level 186,432 saat sesi pra-pembukaan perdagangan.

Laju ISSI tak banyak berubah saat sesi perdagangan dibuka. Membuka sesi pembuka di level 186,244, ISSI sama sekali tak bisa melawan tekanan aksi jual pelaku pasar. Meski bergerak naik, ISSI tetap bergerak melemah hingga sesi penutupan. 

Indeks keping biru syariah, Jakarta Islamic Index (JII), juga tak bisa berbuat banyak ditengah kecemasan Perang Dagang AS-China. Indeks berisi 30 emiten unggulan syariah ini terkoreksi 4,384 poin (0,64%) ke level 674,870.

Koreksi juga dialami indeks JII70 yang melorot 0,913 poin (0,39%) ke level 230,408.

Tekanan jual akibat sentimen global ini membuat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tak bisa berbuat banyak. BEI menutup perdagangan dengan IHSG melemah 41,087 poin (0,66%) ke level 6.214,510.

2 dari 6 halaman

Rupiah Menguat Tipis

Kecemasan itu membuat investor cenderung melepas sahamnya, termasuk di sektor industri dasar, keuangan, dan pertambangan. Ketiga indeks sektoral ini melorot masing-masing 1,04 persen, 0,97 persen, dan 0,76 persen.

Hanya indeks pertanian yang menanjak 0,99 persen dan perdagangan 0,19 persen.

Emiten syariah pencetak top gainer kali ini adalah MAPA yang harga sahamnya naik Rp250, TBMS Rp250, ACST Rp160, AALI Rp150, dan ISAT Rp140.

Sebaliknya, emiten syariah pencetak top loser kali ini adalah INTP yang harga sahamnya melemah Rp750, UNTR Rp375, SILO Rp300, TCID Rp200, dan PDES Rp190.

Pada 16.08, nilai tukar rupiah menguat tipis. Kurs dolar AS turun 9 poin (0,06%) ke Rp14.206 per dolar AS.

3 dari 6 halaman

Tunggu Hasil Pertemuan BI, Indeks Syariah Memerah

Dream - Bursa saham Indonesia hari ini, Rabu, 21 Agustus 2019, tak sanggup melawan aksi beli pelaku pasar. Meski bergerak menguat di awal sesi pembukaan, tiga indeks acuan saham syariah di Bursa Efek Indonesia (BEI) berguguran di sesi penutupan.

Pelaku pasar sepertinya memilih wait and see jelang pengumuman suku bunga baru yang akan dikeluarkan otoritas moneter Indonesia, Bank Indonesia (BI). Pergerak bursa juga terasa berat karena tekanan bearish dari pola pergerakan indeks.

Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) menutup sesi perdagangan tengah pekan ini dengan melorot 0,917 poin (0,49%) ke level 187,875. ISSI bergerak fluktuatif setelah memerah di 188,659 di sesi prapembukaan.

Saat bel tanda perdagangan dibunyikan, ISSI mulai bergerak naik meski masih berada di zona merah. ISSI dibuka di level 188,675 namun dengan tren menanjak. ISSI akhirnya menembus zona positif namun hanya bisa bertahan sekitar 1 jam 15 menit.

ISSI sempat menyentuh level tertinggi di 189,317 dengan level terendah 187,662.

Tekanan lebih hebat dialami saham keping biru syariah. Hanya bisa bergerak tipis di zona positif, Jakarta Islamic Index (JII) akhirnya takluk kepada aksi jual investor. Indeks JII terpangkas 6,906 poin (1,01%) ke level 673,752.

Koreksi lumayan tajam juga dialami Indeks JII70 turun 1,686 poin (0,73%) ke level 230,158.

Aksi wait and see pelaku pasar membuat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terkoreksi 42,771 poin (0,68%) ke level 6.252,967.

4 dari 6 halaman

Siapa Pencetak Top Gainer?

Investor wait and see dan enggan membeli saham. Investor malah melepas sahamnya di sektor industri dasar, barang konsumsi, dan manufaktur. Indeks industri dasar merosot 1,06 persen, barang konsumsi 1,00 persen, dan manufaktur 0,99 persen.

Hanya tiga indeks sektoral yang menguat, yaitu pertanian 0,25 persen, perdagangan 0,21 persen, dan properti 0,04 persen.

Emiten syariah pencetak top gainer kali ini adalah MTPS yang harga sahamnya meningkat Rp155, SHID Rp130, MDKA Rp125, GOOD Rp120, dan MIKA Rp120.

Sebaliknya, yang menjadi top loser kali ini adalah INTP yang harganya melemah Rp775, ITMG Rp525, UNTR Rp525, UNVR Rp300, dan SMGR Rp250.

Pada pukul 16.09, nilai tukar rupiah terhadap malah menguat 15 poin (0,10%) ke level Rp14.252 per dolar AS.(Sah)

5 dari 6 halaman

IHSG `Jumpalitan`, Indeks Syariah Malah Anteng di Zona Hijau

Dream - Indeks syariah kembali bergerak menguat pada penutupan perdagangan Selas,a 20 Agustus 2019. Laju positif indeks syariah sepanjang sesi bertolak belakang dengan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang justru bolak-balik zona merah namun berhasil ditutup menguat.

Relatif minimnya sentimen negatif dari dalam dan luar negeri mendorong pelaku pasar melakukan aksi spekulatif. Tekanan muncul dari saham sektor keuangan yang kali ini mengalami koreksi seiring pemodal asing yang mengurangi porsi belinya.

Dikutip dari papan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) ditutup menguat 0,57 persen ke level 188,792. ISSI yang dibuka menguat di level 188,399 di sesi pembukaan sempat bertengger di level tertingginya, 188,846.

Laju positif juga dicetak indeks bluechip syariah, Jakarta Islamic Index (JII). Menguat sepanjangs esi perdagangan, indeks berisi 30 emiten unggulan syariah ini menanjak 5,065 poin (0,75%) ke level 680,658.

Sementara Indeks JII70 menanjak 1,740 poin (0,756%) ke level 231,844.

IHSG hari ini tak bisa berbuat banyak menghadapi tekanan jual utamanya dari pemodal asing IHSG terpeleset 0,977 poin (0,02%) ke level 6.295,738.

6 dari 6 halaman

Siapa Top Gainer dan Top Loser?

Investor melakukan aksi selektif pada beberapa sektor saham. Pemodal banyak brburu saham di sektor infrastruktur, barang konsumsi, manufaktur, dan properti. Keempat indeks sektor ini masing-masing naik 1,07 persen, 0,77 persen, 0,42 persen, dan 0,02 persen.

Sebaliknya, indeks sektor yang melemah terjadi di sektor pertanian, keuangan, dan perdagangan. Ketiga indeks ini terkoreksi masing-masing sebesar 1,31 persen, 0,71 persen, dan 0,21 persen.

Emiten syariah pencetak top gainer kali ini adalah UNVR yang harga sahamnya naik Rp675, ICBP Rp375, TPIA Rp350, DIGI Rp315, dan MDKA Rp225.

Sebaliknya, yang menjadi top loser kali ini adalah FISH yang harga sahamnya melorot Rp390, PDES Rp330, AALI Rp250, ISAT Rp230, dan SHID Rp220.(Sah)

Pengakuan Mencengangkan Aulia Kesuma, Dibalik Rencana Pembunuhan Suami dan Anak Tirinya
Join Dream.co.id