Hurriyah El Islamy, Sosok Kartini Pejuang Haji dan Ekonomi Syariah

Dinar | Selasa, 21 April 2020 19:19
Hurriyah El Islamy, Sosok Kartini Pejuang Haji dan Ekonomi Syariah

Reporter : Annisa Mutiara Asharini

Ia menjadi satu-satunya anggota petinggi di BPKH.

Dream - Kiprah perempuan di lingkungan profesional kian terlihat. Semakin banyak perempuan yang dipercaya untuk menduduki posisi tinggi di perusahaan, termasuk dalam lingkungan pemeritahan.

Barangkali publik sudah tidak asing dengan sosok penjaga fiskal masa kini, Menteri Keuangan Sri Mulyani. Namun ada figur Kartini masa kini yang tak kalah penting di bidang ekonomi.

Dia adalah Hurriyah El Islamy, anggota Badan Pelaksana Keuangan Haji (BPKH) Bidang Investasi dan Kerjasama Luar Negeri. Hurriyah bertanggung jawab mengelola dana masyarakat yang ditabung untuk keperluan haji.

Tugas tersebut tak mudah mengingat banyaknya jamaah haji yang bermimpi pergi ke Tanah Suci setiap tahun. Ditambah lagi dengan posisi Hurriyah sebagai satu-satuya wanita dalam tim tersebut.

Seperti diketahui, Presiden Joko Widodo melantik tujuh anggota Badan Pelaksana BPKH di bawah naungan Kepala BPKH Anggito Abimanyu pada 2018 lalu. Salah satu diantaranya merupakan wanita kelahiran Palembang, 22 september 1976.

Kendati dibesarkan di Palembang, Hurriyah menghabiskan lebih banyak waktunya di luar negeri selama 23 tahun. Tak terbesit keinginan untuk menempati posisi di badan pemerintahan Indonesia. Kala itu Hurriyah meniti karier sebagai pegiat ekonomi syariah.

" Saya hampir tidak dikenal di Indonesia. Mungkin memang tidak ada yang mengenal saya di Indonesia," ujar Hurriyah dalam sesi Online Meetup Dream x BPKH, Senin 20 April 2020.

2 dari 5 halaman

Lulusan Pesantren

Hurriyah sempat mengalami fase bimbang ketika remaja. Kala itu ia merupakan gadis 17 tahun yang sedang mencari arah dan makna kehidupan. Hingga suatu ketika ia mendapat bisikan di telinga.

" Saat itu sedang istigharah seperti ada yang membisikkan 'Kalau Anda Islam tidak mau mempelajari syariah Siapa lagi?' Saya mulai dengan Istiqarah katakan ketika itu yang dikehendaki Allah," tuturnya.

Hurriyah bertekad menekuni bidang ekonomi syariah. Ia kemudian menempuh pendidikan hingga S2 di Malaysia International Islamic University. Ia mendapat beasiswa hingga menyelesaikan pendidikan S3 di University of Strathclyde, Inggris.

 Hurriyah El Islamy© Foto: Instagram @dr_hurriyah

Foto: Instagram @dr_hurriyah

Silaturahmi Hurriyah dengan sejumlah tokoh ekonomi syariah mengantarnya ke BPKH. Ia menerima tawaran dari sang sahabat untuk menjadi Anggota Pelaksana. Namun kala itu ia memiliki keterbatasan dokumen yakni ijazah.

" Kalau ijazah di luar Indonesia itu kalau minta legalisir (mereka) enggak ngerti apa itu legalisir. Ya saya sampaikan apa adanya tanpa legalisir tapi subhanallah qodarullah ternyata lanjut dan lanjut lagi," ungkap Hurriyah.

Hurriyah tak berharap diterima. Ia hanya ingin didengar. Berbekal pengalamannya mempelajari ekonomi syariah negara asing, ia bersikeras menyampaikan masukannya untuk Indonesia.

" Saya di Malaysia lama menatap dan memonitor Indonesia dari kejauhan. Di situ saya mencari ide agar bisa sangat membantu Indonesia. Proses seleksi saat itu adalah kesempatan untuk memberikan ide. Bukan masalah terima enggak terima itu ya urusan Allah kan bukan urusan siapapun," ujarnya.

3 dari 5 halaman

Perjuangan Sebagai Kartini Masa Kini

Sebagai satu-satunya anggota wanita, Hurriyah harus berjibaku dengan para lelaki.

" Saat bekerja di Bahrain, lelaki di sana tidak pernah menganggap wanita lebih rendah. Semua bekerja tanpa melihat gender. Namun ketika saya kembali ke Indonesia saya justru agak terkejut karena ternyata masih ada unsur yang memandang sesuatu berdasarkan gender satu satu itu berdasarkan usia," kata Hurriyah.

Kendati presentase perempuan di jajaran manajemen senior kian meningkat, Hurriyah masih menyayangkan kurangnya peran perempuan di bidang strategis pengambil keputusan.

" Bukan bicara BPKH. Saya bicara mengenai data nasional di Indonesia bahkan dari segi kesamarataan untuk perempuan di Indonesia itu nomor 9 atau dua dari bawah. Itu kan sangat rendah dan memprihatinkan," ujarnya.

Lebih lanjut Hurriyah menambahkan, " Cara berpikir wanita dengan pria itu tidak tidak sama sehingga kalau di level pimpinan pengambil keputusan harusnya ada wanita agar mereka bisa melihat perspektif lebih luas."

Sebagai sosok R.A. Kartini masa kini, Hurriyah justru berpegang teguh pada mendiang suami tercinta. Sosok suami yang suportif menjadi dorongan Hurriyah untuk terus maju sebagai wanita karier dan ibu dari dua anak.

 Hurriyah El Islamy© Foto: Instagram @dr_hurriyah

Foto: Instagram @dr_hurriyah

" Awalnya saya angkuh, merasa pintar ngapain saya menikah. Tapi saya sadar, di balik wanita yang bisa perform dengan baik itu ada laki-laki yang luar biasa. Tak ada lelaki yang lebih baik dari wanita atau wanita yang lebih baik dari lelaki," ujarnya.

4 dari 5 halaman

Ikut Berjuang Lawan Covid-19

Wanita yang fasih berbicara empat bahasa itu masih menjalankan tugasnya sebagai petinggi di BPKH. Pandemi corona yang tengah mengancam kelancaran ibadah haji dan umroh menjadi tantangan saat
ini.

" Mari kita bersama bersabar, kita tunggu pengumuman resmi dari kerajaan Saudi mengenai apakah akan ada (Haji) atau tidak. Saat ini ada 4 juta jamaah yang menunggu giliran haji. Apakah bisa berangkat haji atau tidak ya dari nawaitu Nya Allah sudah memberikan pahala," kata Hurriyah.

 Hurriyah El Islamy© Foto: Instagram @dr_hurriyah

Foto: Instagram @dr_hurriyah

Hurriyah dan tim BPKH turut serta memberikan kontribusi untuk menanggulangi dampak Covid-19 dalam bentuk  kegiatan kemaslahatan. Yaitu pemberian APD dan perbaikan infrastruktur untuk kegunaan isolasi maupun dalam bentuk sembako yang sudah disebarkan ke berbagai daerah.

" Selain dana haji yang kami kelola, dana abadi umat juga merupakan bagian dari keuangan haji di mana dana ini kami kelola pokoknya kami kekalkan pokoknya tidak boleh disentuh namun dari nilai manfaatnya untuk kemaslahatan umat islam," tegasnya.

5 dari 5 halaman

Ini Videonya:

Join Dream.co.id