Hukum Saham dalam Islam dan Transaksi Saham yang Sesuai Syariah

Dinar | Rabu, 8 Desember 2021 06:34

Reporter : Widya Resti Oktaviana

Ada beberapa tips yang perlu kamu ketahui agar bisa bertransaksi saham secara halal.

Dream – Sahabat Dream tentunya sudah sangat familiar dengan istilah saham, bukan? Ya, istilah saham memang sangat populer di tengah masyarakat, apalagi untuk kamu yang kerap berkecimpung di dunia ekonomi. Para milenial di zaman sekarang banyak yang membicarakan tentang saham ini sebagai upaya mereka untuk melakukan investasi demi masa depan.

Tapi, apakah sahabat Dream mengetahui secara jelas apa yang dimaksud saham? Dan bagaimana sebenarnya cara kerjanya sehingga bisa mendatangkan keuntungan? Tak hanya itu saja, ada juga orang-orang yang mempertanyakan tentang hukum saham dalam Islam. Sebenarnya bermain saham dalam Islam itu diperbolehkan atau tidak.

Nah, bagi sahabat Dream yang sudah pernah mendengar tentang saham dan berbagai keuntungan yang bisa didapatkan, biasanya akan tertarik. Tapi alangkah lebih baiknya lagi jika mencari tahu terlebih dahulu hukum saham dalam Islam agar nantinya apa yang kamu lakukan sudah sesuai syariat Islam. Serta hasil yang kamu dapatkan juga benar-benar atas izin Allah SWT.

Untuk mengatahui secara lebih lengkap tentang hukum saham dalam Islam dan transaksi saham yang sesuai dengan syariat, berikut sebagaimana telah dirangkum oleh Dream melalui berbagai sumber.

Hukum Saham dalam Islam dan Transaksi Saham yang Sesuai Syariah
Hukum Saham Dalam Islam (Foto Ilustrasi: Pixabay.com)
2 dari 5 halaman

Pengertian Saham

 Pengertian Saham© Pixabay.com

Meskipun istilah saham sudah sangat populer di tengah masyarakat, tapi ada juga sebagian orang yang belum mengetahui secara jelas pengertian dari saham itu sendiri. Seperti dilansir Liputan6.com, saham adalah bukti yang mewakili kepemilikan sebagian kecil dari sebuah perusahaan.

Sedangkan menurut Otoritas Jasa Keuangan (OJK), saham adalah berupa surat bukti kepemilikan atau bagian modal suatu perseroan terbatas yang bisa diperjualbelikan, baik itu di dalam atau di luar pasar modal yang merupakan klaim atas penghasilan dan aktiva perusahaan. Lalu memberikan hak atas dividen yang sesuai bagian modal disetor seperti yang ditentukan dalam anggaran dasar perusahaan.

Lalu dari Bursa Efek Indonesia (BEI), saham adalah tanda penyertaan modal seseorang atau pun badan usaha di dalam suatu perusahaan atau pun perseroan terbatas.

3 dari 5 halaman

Cara Kerja Saham

Setelah mengetahui pengertian dari saham itu sendiri, sahabat Dream juga perlu mengetahui bagaimana cara kerja dari saham tersebut. Nah, bagi sahabat Dream yang membeli saham di suatu perusahaan, maka secara otomatis kamu menjadi bagian dari pemiliki perusahaan tersebut.

Sistemnya, jika orang yang menjual saham semakin banyak, maka harganya pun akan semakin rendah. Sedangkan jika orang yang membeli saham semakin banyak, maka harga yang naik pun akan semakin tinggi.

Biasanya orang yang membeli atau pun menjual saham dengan berdasar pada ekspektasi pendapatan atau keuntungan dari perusahaan. Sehingga dalam hal ini, orang yang terjun ke dunia saham harus benar-benar jeli dalam melihat kondisi perusahaan. Agar langkah yang nantinya ia ambil tidak merugikan.

Dalam mendapatkan keuntungan dari investasi, pemegang saham bisa melakukan beberapa cara yang salah satunya adalah menjual saham dengan memasang harga lebih tinggi daripada harga yang dibeli.

Jika suatu perusahaan dalam kondisi di mana kinerjanya tidak baik, lalu nilai saham mengalami penurunan, maka pihak pemegang saham bisa berisiko kehilangan sebagian atau seluruh investasi saat menjualnya.

4 dari 5 halaman

Hukum Saham dalam Islam

 Hukum Saham dalam Islam© Pixabay.com

Kata saham sendiri dalam literatur fikih berasal dari istilah Musahamah dari kata Sahm yang artinya adalah saling memberikan saham atau bagian. Sebagaimana dikutip dari tagar.id, akad yang dilakukan tersebut memiliki tujuan untuk menerima pengambilan yang disesuaikan dengan persentase modal jika perusahaan mendapatkan keuntungan.

Namun saat perusahaan tersebut mendapatkan kerugian, maka pemilik saham pun turut terkena imbas dengan menanggung kerugian yang sesuai dengan persentase modal.

Dengan begitu, musahamah ini tergolong dalam bentuk syirkah atau disebut juga perserikatan dagang. Lalu, bagaimana hukum saham dalam Islam sendiri? Ya, dalam Islam aktivitas ekonomi ini diperbolehkan selama syarat-syaratnya dipenuhi.

Misalnya saja perusahaan tersebut tidak menjual produk-produk yang haram seperti minuman keras. Sedang di bidang jasa yang haram seperti prostitusi dan kasino.

Di sisi lain, hukum saham dalam Islam ada juga yang mengharamkannya secara mutlak. Meskipun saham tersebut berasal dari perusahaan yang halal. Diharamkannya saham secara mutlak ini datang dari tokoh bernama Taqiyuddin an-Nabhani.

Menurutnya, suatu badan usaha berupa PT (Perseroan Terbatas) tidak bersifat Islami. Hal ini terkait dengan ijab kabulnya, di mana pada badan usaha PT tidak mempunyai ijab kabul seperti halnya syirkah.

5 dari 5 halaman

Transaksi Saham yang Sesuai Syariah

Bagi sahabat Dream yang tertarik dengan saham, maka wajib untuk mengetahui transaksi saham seperti apa yang sesuai dengan syariah. Sehingga nantinya bisa menjalankan bisnis tersebut dengan baik dan tentu saja sesuai dengan syariat Islam karena hukum saham dalam Islam tersebut diperbolehkan.

Berikut adalah beberapa transaksi saham yang sesuai syariah sebagaimana dilansir melalui hukumonline.com:

Hal-hal yang Harus Dihindari dalam Transaksi Saham

Inilah beberapa transaksi saham yang haru kamu hindari, sehingga sesuai dengan syariat Islam:

1. Transaksi saham dengan penawaran atau permintaan palsu

- Transaksi yang tidak ada penyerahan barang atau jasa

- Memperdagangkan barang yang belum dimiliki

- Pembelian atau penjualan efek yang menggunakan informasi dari orang dalam perusahaan publik

- Transaksi yang mengandung unsur riba

- Transaksi yang tujuannya untuk menimbun (ihtikar)

- Transaksi yang menggunakan suap (risywah)

- Transaksi yang mengandung spekulasi (gharar), penipuan (tadlis), seperti tidak menunjukkan kecacatan (ghisysy) dan memengaruhi pihak lain dengan cara berbohong (taghrir).

2. Informasi yang tidak lengkap

Dalam bertransaksi saham, maka hindarilah adanya spekulalsi. Di mana informasinya harus benar-benar jelas dan lengkap. Seperti halnya dari harga harus sesuai dengan kenyataan kinerja perusahaan dan bukan atas penawaran yang palsu.

3. Melalui Jaringan broker

Untuk saham yang akan dibeli, maka harus ada di tangan penjualnya. Bukan lewat jaringan broker yang sifatnya belum jelas memiliki saham tersebut.

Join Dream.co.id