Hukum Investasi Saham dalam Islam Boleh, Berikut Ketentuan-ketentuannya yang Harus Diperhatikan

Dinar | Kamis, 20 Januari 2022 16:12

Reporter : Widya Resti Oktaviana

Aktivitas jual-beli saham telah diatur dalam Islam agar tidak melanggar syariat.

Dream – Investasi menjadi cara untuk menjamin masa depan. Di zaman sekarang, investasi bahkan sudah umum di tengah masyarakat untuk mendapat keuntungan. Orang kini berbondong-bondong berinvestasi karena keuntungan yang menggiurkan.

Ada banyak jenis investasi, salah satunya adalah investasi saham. Meski begitu, terjun dalam investasi saham tidaklah mudah. Apalagi bagi pemula. Sangat penting mengetahui aturan mainnya sehingga tidak mengalami kerugian yang besar.

Meskipun investasi saham bukan hal baru lagi, sebagai umat Muslim kita harus tahu aturannya menurut Islam. Sebagai Muslim, segala sesuatu yang dilakukan haruslah sesuai dengan syariat Islam.

Jangan sampai terjerumus hanya karena terlena dengan keuntungan besar. Sehingga penting sekali untuk mengetahui hukum investasi saham dalam Islam. Apakah kegiatan ekonomi ini diperbolehkan dalam Islam?

Untuk mengetahui penjelasannya secara lebih lengkap terkait hukum investasi saham dalam Islam, berikut sebagaimana telah dirangkum dari berbagai sumber.

Hukum Investasi Saham dalam Islam Boleh, Berikut Ketentuan-ketentuannya yang Harus Diperhatikan
Hukum Investasi Saham Dalam Islam (Foto Ilustrasi: Unsplash.com)
2 dari 3 halaman

Mengenal tentang Investasi Saham

 Mengenal tentang Investasi Saham© Unsplash.com

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), investasi adalah penanaman uang atau modal dalam suatu perusahaan atau proyek untuk tujuan memperoleh keuntungan.

Sedangkan pengertian saham menurut KBBI adalah surat bukti pemilikan bagian modal perseroan terbatas yang memberi hak atas dividen dan lain-lain menurut besar kecilnya yang disetor.

Seperti dikutip dari hukumonline.com, investasi saham adalah aktivitas menanamkan modal kepada perusahaan dalam bentuk kepemilikan saham dengan tujuan memperoleh keuntungan.

Nah, saham sendiri adalah bagian dari efek. Menurut pasal 1 angka 1 Undang-undang 8/1995, efek adalah surat berharga yang mencakup surat pengakuan utang, surat berharga komersial, saham, obligasi, tanda bukti utang, unit penyertaan kontrak investasi kolektif, kontrak berjangka atas efek, dan setiap derivatifnya.

Kemudian dalam pelaksanaan investasi saham itu sendiri, tentu saja dengan melibatkan pihak-pihak di dalamnya. Pihak-pihak tersebut di antaranya adalah emiten yang merupakan pihak yang menerbitkan efek ke masyarakat atau melakukan penawaran umum.

Untuk bisa melakukan penawaran umum ini hanyalah emiten yang sudah mendaftarkan dirinya pada Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Kemudian investasi saham Indonesia akan dilakukan di pasar perdana atau pasar sekunder.

3 dari 3 halaman

Ketentuan Hukum Islam tentang Jual Beli Saham

 Ketentuan Hukum Islam tentang Jual Beli Saham© Unsplash.com

Segala sesuatu yang dilakukan oleh manusia, terutama umat Islam telah diatur sedemikian rupa dalam Islam. Tidak terkecuali dalam hal ini adalah tentang jual-beli saham. Melalui hukum Islam, maka akan diketahui terkait hukum investasi dalam Islam, apakah halal atau haram.

Hukum investasi saham dalam Islam ini diperbolehkan asal sudah memenuhi persyaratan-persyaratan berikut sebagaimana dikutip dari Jurnal Ekonomi Syariah dan Bisnis Vol. 1, No. 2, Tahun 2018 berjudul Ekonomi Islam: Halal dan Haramnya Berinvestasi Saham Syariah oleh Dini Selasi:

Harus Memiliki Underlying Asset

Saham yang diperjualbelikan haruslah memiliki underlying asset. Hal inilah yang akan menjadi landasan utama. Dengan begitu, saham tersebut tidak boleh dalam bentuk uang saja.

Harus Berbentuk Barang

Syarat kedua adalah saham harus berbentuk barang. Di mana setelah perusahaan sudah menjual saham, maka saham itu tidak boleh untuk diperjualbelikan lagi dalam bursa. Kecuali setelah dijalankan menjadi usaha yang riil dan modalnya sudah berubah menjadi barang.

Kaidah pada Aset

Aset yang diperjualbelikan haruslah lebih condong dalam bentuk barang dan bukannya uang. Tetapi jika aset perusahaan tersebut ada berbagai jenis, misalnya seperti barang, piutang dan uang, maka ada kaidahnya sebagai berikut:

- Perusahaan yang berbentuk investasi aset, misalnya barang dan jasa boleh diperjualbelikan di pasar saham tanpa mengikuti kaidah dalam sharf dengan syarat harga yang ditetapkan tidak kurang dari 30 persen dari total aset perusahaan

- Jika perusahaan berbentuk jual-beli mata uang, maka transaksi jual-beli boleh dilakukan di pasar bursa, kecuali dengan mengikuti kaidah sharf.

- Jika perusahaan berbentuk investasi piutang, maka jual-beli boleh dilakukan di pasar saham dengan berdasar pada kaidah piutang.

Aset Barang Haruslah Dominan

Jika perusahaan memiliki aset yang bermacam-macam, misalnya jasa, barang dan piutang, maka komposisi dari aset barang haruslah lebih dominan. Jika perusahaan memiliki aset barang dan sebagian kecilnya adalah uang kas, maka haruslah disesuaikan dengan kaidah yang berlaku. Jika aset dari perusahaan terdiri dari beraneka macam barang, maka jenis barang yang dijadikan sebagai underlying adalah yang paling dominan aghlabnya.

Emiten

Kemudian dari emiten juga harus sesuai dengan kriteria yang sudah diberlakukan. Kriteria tersebut adalah sebagai berikut:

- Jenis usaha: Dari jenis usaha, maka jasa atau pun produk barang, cara pengelolaannya adalah dengan berdasar pada syariat Islam dan tidak diperbolehkan bertentangan dengan syariah yang sudah ditetapkan.

- Jenis kegiatan: Dari jenis kegiatan, hal ini tidak diperbolehkan bertentang dengan prinsip syariah. Misalnya saja dengan melakuakn transaksi tingkat nisbah atau utang perusahaan yang dilakukan pada lembaga dengan unsur riba.

Seperti dikutip dari islam.nu.or.id, hukum investasi saham dalam Islam adalah aktivitas ekonomi yang diperbolehkan. Berbeda dengan trading, seperti halnya trading forex, swap, future, option, dan forward yang dalam Islam hukumnya adalah haram karena ada unsur spekulatif yang tinggi dan menyerupai maisir.

Melalui penjelasan di atas, maka hukum investasi saham dalam Islam diperbolehkan jika telah sesuai dengan ketentuan hukum Islam yang ditetapkan. Sehingga aktivitas jual-beli yang dilakukan pun tidak melanggar dari syariat Islam.

Join Dream.co.id