Hotel Bebas Alkohol Mulai Menjamur

Dinar | Rabu, 15 Oktober 2014 15:30
Hotel Bebas Alkohol Mulai Menjamur

Reporter : Syahid Latif

Untuk mendapat keuntungan, pengelola hotel bebas alkohol biasanya mengandalkan jumlah kamar daripada makanan dan minuman.

Dream - Tren baru bisnis hotel kini mulai melanda masyarakat Timur Tengah. Para pengelola hotel ini beramai-ramai menjalankan bisnis hotel bebas alkohol. Menjamurkan bisnis hotel ini tak lepas dari dukungan meningkatnya ketersediaan sistem keuangan syariah.

" Keuangan syariah tumbuh dengan cepat," kata Rupprecth Queitsch, CEO dan senior partner di INHOCO Group, sebuah perusahaan konsultan perhotelan di Dubai seperti dikutip laman Zawya, Rabu, 15 Oktober 2014.

Laporan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Dubai mengutip studi terbaru Ernst and Young menemukan aset perbankan Islam di Uni Emirat Arab (UEA) tumbuh sekitar US$ 95 miliar pada 2013, naik dari US$ 83 miliar di tahun 2012.

Sementara itu tren hotel bebas alkohol dimulai tahun 2000-an saat keuangan syariah hadir di Dubai.

Managing Partner di Viability Management Consultants, konsultan perhotelan lainnya di Dubai, Guy Wilkinson memperkirakan kemunculan industri keuangan syariah memicu investor untuk membangun hotel bebas alkohol juga.

" Meningkatnya jumlah investor di Teluk yang ingin membangun hotel bebas alkohol dikarenakan keyakinan dari agama mereka. Jadi Anda akan semakin banyak melihat hotel bebas alkohol di sini," katanya.

Para analis mengatakan saat ini terdapat 12 hotel bebas alkohol di Dubai, selain hotel apartemen dan hotel lainnya yang jumlahnya mencapai 100 buah. Di antara 12 hotel bebas alkohol itu adalah Coral Dubai Deira Hotel, EWA Dubai Deira Hotel, Al Jawhara Gardens Hotel, Al Jawhara Hotel Apartments, dan Coral Al Khoory Hotel Apartments.

Untuk mendapat keuntungan, pengelola hotel bebas alkohol biasanya mengandalkan jumlah kamar daripada makanan dan minuman.

Laurent Voivenel, eksekutif di Hospitality Management Holdings (HMH), mengatakan berkurangnya pendapatan akibat tidak adanya minuman dan makanan beralkohol bisa disiasati dengan meningkatkan fasilitas pertemuan dan penyelenggaraan acara-acara.

Sebagian besar tamu yang menginap di hotel bebas alkohol berasal dari negara-negara Teluk, khususnya Arab Saudi, dan beberapa negara Eropa, kata Wilkinson.

" Hotel-hotel bebas alkohol ini untuk orang-orang yang ingin mencari tempat yang penuh kekeluargaan dengan fasilitas yang bagus," tambah Wilkinson. Selain itu, tambah Voivenel, banyak juga perempuan single yang menginap di hotel-hotel bebas alkohol karena merasa nyaman tidak ada orang yang mabuk-mabukkan.

Babak Baru Daus Mini Vs Daus Mini ‘KW'
Join Dream.co.id