Bantuan Rp100 Miliar untuk Pelaku Usaha Fesyen Muslim

Dinar | Kamis, 26 Agustus 2021 11:12

Reporter : Putu Monik Arindasari

Program pendanaan ini selaras dengan dengan upaya kemenparekraf untuk membuat brand lokal semakin diminati oleh masyarakat.

Dream - Hijup meluncurkan program pendanaan dalam rangka merayakan hari ulang tahun ke-10. Program ini akan menyiapkan dana sekitar Rp100 miliar untuk bantu pelaku usaha fesyen muslim. Langkah tersebut diambil Hijup sebagai bantuan agar sektor fesyen dapat bangkit kembali.

Bertajuk 'Hijup Growth Fund', program pendanaan yang diadakan oleh aplikasi jual beli online yang memasarkan busana muslim ini juga merupakan bentuk dukungan kepada para mitra yang telah bekerjasama, dan mempercayakan hijup sebagai platform jual beli.

Diajeng Lestari, Founder and Chief Executive Officer Hijup berharap program ini dapat membantu usaha lokal untuk menghasilkan produk yang berkualitas tinggi.

“ Selama satu dekade belakangan, brand lokal yang berkualitas tinggi sangat diminati konsumen. Namun produksinya terhambat karena tidak punya modal untuk mengoptimalkannya” ujar Diajeng pada acara peluncuran program Hijup Growth Fund secara virtual, Rabu 25 Agustus 2021.

Bantuan Rp100 Miliar untuk Pelaku Usaha Fesyen Muslim
Ilustrasi Pelaku Usaha Fesyen Muslim (Foto: Shutterstock)
2 dari 6 halaman

Terdiri dari Tiga Skema Pendanaan

Berangkat dari masalah tersebut, ia kemudian berinisiatif melakukan pendanaa serta pendampingan untuk memaksimalkan potensi yang sudah lama terhambat.

Diajeng juga menjelaskan alur yang harus dilalui para pelaku usaha yang berminat pada program ini. Pertama, mereka harus menjadi mitra pada situs hijup. Lalu, brand tersebut harus melewati tahapan verifikasi, persetujuan, hingga pencairan dana.

“ Program Hijup Growth Fund menawarkan beberapa tiga skema pendanaan. Mulai dari skema special collection, skema modal kerja, dan skema investasi corporate,” tutur Diajeng.

Skema special collection diperuntukkan untuk brand yang akan berkolaborasi dengan hijup, dengan nominal pendanaan hingga Rp 5 milliar. Kemudian, hijup juga menyediakan skema modal kerja untuk meningkatkan kapasitas produksi hingga Rp 2 milliar.

3 dari 6 halaman

Apresiasi dari Sandiaga Uno

Terakhir, skema investasi corporate untuk pemegang saham brand dengan nominal pendanaan hingga Rp 20 milliar. Tiga skema ini akan dipilih hijup sesuai karakteristik dan kondisi brand. Selain itu, proposal bisnis mereka juga akan menjadi penentu untuk meyakinkan komite Hijub Growth Fund.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Indonesia, Sandiaga Uno yang juga hadir dalam acara tersebut turut memberikan apresiasi terhadap progam pendanaan ini.

Program pendanaan yang diselenggarakan oleh hijup selaras dengan dengan upaya kemenparekraf untuk membuat brand lokal semakin diminati oleh masyarakat.

“ Sebagai negara dengan populasi muslim terbesar di dunia, pelaku usaha fesyen lokal harus menjadi tuan rumah di negeri sendiri,” ucap Sandiaga pada kesempatan yang sama

Sandiaga juga yakin kualitas produk lokal sudah sangat baik serta dinilai mampu untuk berkompetisi hingga kepasar global.

Laporan: Delfina Rahmadhani

4 dari 6 halaman

Cara Brilian Kembangkan Bisnis Lewat Platform Digital

Dream - Pandemi Covid-19 telah menghambat roda ekonomi. Banyak usaha gulung tikar karena daya beli masyarakat merosot, ditambah lagi pergerakan manusia semakin dibatasi.

Pelaku usaha harus memutar otak agar bisnisnya tidak lumpuh. Sejumlah cara bisa dilakukan untuk menyelamatkan usaha, salah satunya dengan berpindah dan memaksimalkan patform digital.

Cara Agar Tak Tertipu Produk Kecantikan Palsu

“ Menurut data, pada tahun 2020, bisnis digital meraup sekitar Rp266,3 triliun. Jumlah yang besar, bukan?” kata Iwan Hilmawan, Digital Ecosystem Developer, dalam acara Pengembangan Bisnis Melalui Platform Digital, Jumat 20 Agustus 2021.

Untuk memanfaatkan platform digital, kita harus memaksimalkan teknologi untuk membuat bisnis lebih berkembang. Lewat teknologi kita bisa memasarkan produk jauh lebih luas daripada cara konvensional.

Lantas, bagaimana cara memanfaatkan platform digutal untuk mengembangkan usaha?

5 dari 6 halaman

Yang pertama, kita harus memahami platform digital sebagai wadah untuk mempermudah penyebarluasan bisnis. Kresna Noegroho, Marketing Business Development, mengibaratkan platform sebagai mobil, dan media sosial sebagai sistemnya.

“ Mobil adalah platformnya yang mempunyai berbagai sistem dengan fungsi yang berbeda, seperti setir untuk mengemudikan mobil tersebut dan ada roda untuk penopang,” ujar Kresana.

Viral Emak-Emak Umpat Kurir, Ini `Aturan Main` Sistem COD Online Shop

Menurut dia, platform hanyalah wadah yang berisi sebuah sistem. Jika sistem tidak dioperasiakn dengan benar, maka mobil tidak bisa jalan.

Ke dua, tahu cara pengoperasiannya. Pahami bisnis yang kita jalani. Jangan sungkan bertanya kepada orang yang sudah ahli atau berpengalaman pada platform digital. Kita tidak cukup menjalankan bisnis digital berdasarkan perasaan karena mendengarkan orang lain itu juga penting.

Kresna mengajak meningkatkan sosialisasi pada kehidupan sehari-hari dengan bertanya. Dengan mengetahui masalah orang lain, kita bisa meminimalisir risiko yang kemungkinan terjadi pada bisnis kita. Pelajaran langsung dari orang lain sangat berharga.

 

6 dari 6 halaman

Ke tiga, inovasi dan pengembangan pengetahuan. Tidak cukup hanya tahu dan sekadar menjalankan saja, kita juga harus menginovasinya.

Misalnya, kita sudah tahu cara mengupdate produk dan menyebarkannya, kita harus teliti dan menganalisis lagi bagaimana cara agar produk bisa terpasarkan lebih luas lagi.

130 Juta Produk UMKM Laris Sepanjang Shopee Big Ramadan Sale

Temukan permasalahan dan kekurangan produk kita. Jangan cepat merasa puas.

Ke empat, pertahankan konsistensi. Setelah berhasil melakukan tiga hal tersebut, kita hanya perlu konsisten untuk menjalankannya.

Konsisten memang terdengar remeh, karena hanya melakukan hal yang sama secara berulang terus menerus. Namun, melakukan hal yang sama itulah yang sulit untuk dilakukan

“ Jangan hanya terbawa tren, jangan jalankan bisnis sesuai kondisimu, apapun kondisinya tetap bertahan dan konsisten adalah kunci,” tutur Iwan Hilmawan.

Dia menambahkan, di sepanjang perjalanan menjalankan bisnis pasti akan merasa lelah, bosan, dan ada fikiran untuk menyerah. Tapi kita harus bangkit dan lawan rasa negatif itu dengan menemukan solusi untuk mengatasinya.

Laporan : Delfina Rahmadhani

Join Dream.co.id