Heboh Apple & Facebook Tawari Pegawai Wanita Bekukan Sel Telur

Dinar | Jumat, 17 Oktober 2014 10:30
Heboh Apple & Facebook Tawari Pegawai Wanita Bekukan Sel Telur

Reporter : Syahid Latif

Setiap pegawai wanita yang bersedia mengikuti prosedur pembekuan sel indung telur akan diberikan kompensasi. Berapa uang kompensasinya?

Dream - Perusahaan teknologi terkemuka Amerika Serikat, Apple Inc, dan Facebook Inc mengeluarkan kebijakan yang tak normal. Kedua peruahaan ini sedang gencar memberikan tawaran kepada pegawai perempuan untuk menunda kehamilannya lewat prosedur pembekuan sel indung telur.

Tak sampai disitu, Apple sejak Januari 2014 bahkan telah menyediakan kompensasi US$ 20 ribu atau Rp 245 juta bagi karyawati baik berstatus full time maupun freelance, yang berminat melakukan prosedur ini. Perusahaan juga siap membayar semua biaya operasi, termasuk proses penyimpanan sel indung telur.

" Kami akan terus memberikan manfaat yang luas kepada karyawan wanita dengan membuat kebijakan perpanjangan cuti kehamilan, pembekuan dan penyimpanan sel indung telur sebagai bagian dari dukungan kami terhadap kesuburan karyawan wanita kami," tulis Apple dalam pernyataannya seperti dikutip laman Arabnews.

Apple berdalih kebijakannya ini ditempuh sebagai upaya memberdayakan karyawan wanita agar bisa melakukan yang terbaik bagi orang yang mereka cintai dan membesarkan keluarga mereka.

Sebelumnya, NBC News melaporkan Facebook mulai menawarkan program yang sama atas alasan non-medis. Seorang jurubicara Facebook mengatakan, perusahaan mulai menggulirkan manfaat tersebut pada Januari lalu atas permintaan karyawan.

Penundaan kehamilan dengan pembekuan merupakan prosedur yang sangat mahal namun mulai populer di kalangan wanita. Selain bisa menunda kehamilan, pembekuan sel telur ini juga dilakukan wanita yang mengalami gangguan kesuburan akibat kanker.

Prosedur ini biasanya menelan biaya hingga US$10 ribu, dengan tambahan biaya untuk penyimpanan US$500 per tahunnya.

" Pembekuan sel telur memberi para ibu kendali atas kelahiran bayi," kata Jennifer Tye, kepala pemasaran Glow, sebuah aplikasi yang bisa membantu wanita menghindari kehamilan.

Berita soal Apple dan Facebook ini menuai debat panas di media sosial. Beberapa komentar mengatakan perusahaan-perusahaan tersebut seharusnya fokus pada menciptakan budaya yang lebih seimbang, dengan lebih banyak bersikap fleksibel terhadap karyawan wanitanya.

Roger Danuarta Ogah Lihat Cut Meyriska Tampil Modis
Join Dream.co.id