Hanya Jualan Es dengan Gerobak, Pemuda 20 Tahun Ini Raup Rp11 Juta Perhari

Dinar | Kamis, 19 Mei 2022 07:35

Reporter : Alfi Salima Puteri

Dia bercerita ide usahanya muncul saat tengah berlibur ke Bali. Angga melihat ada penjual es kuwut dan penasaran tentang minuman segar tersebut.

Dream - Es kuwut merupakan minuman khas Bali dengan bahan dasar air kelapa muda berisi perasan jeruk nipis, selasih, daging kelapa, potongan lemon, serta tambahan perasa. Namun, untuk mencicipi es tersebut, tidak perlu jauh-jauh datang ke Bali.

Sahabat Dream yang berada di Jabodetabek dapat menikmati segelas es kuwut di Pasar Lama Tangerang. Es kuwut tersebut dijual oleh seorang pemuda berusia 20 tahun bernama Angga.

Dia bercerita ide usahanya muncul saat tengah berlibur ke Bali. Angga melihat ada penjual es kuwut dan penasaran tentang minuman segar tersebut.

" Es kuwut itu minuman khas Bali. Itu terinspirasi saat liburan ke Bali. Saya coba dan dan nanya ke penjualnya," kata Angga dalam video YouTube Jajan Ranger yang diunggah pada 3 April 2022.

Hanya Jualan Es dengan Gerobak, Pemuda 20 Tahun Ini Raup Rp11 Juta Perhari
Foto: Tangkapan Layar Kanal YouTube Jajan Rangers
2 dari 5 halaman

Angga tak pernah berekspektasi tinggi terhadap bisnis es kuwutnya. Namun, rupanya respons masyarakat sungguh besar.

Minuman segarnya sangat laris dan pembelinya cukup banyak. Dia menjual es kuwutnya seharga Rp10 ribu per gelasnya.

Meski hanya berjualan es dengan gerobak, ia mampu menghasilkan omzet mencapai Rp5 juta sampai Rp11 juta dalam sehari.

3 dari 5 halaman

Tak hanya itu, pemuda yang berjualan es kuwut Bali ini sudah memiliki tujuh cabang yang tersebar di beberapa tempat.

Angga mengungkapkan jika setiap harinya ia bisa mengumpulkan uang mencapai jutaan rupiah dari hasil berjualan es kuwut Bali.

Angka itu berbeda dengan jumlah yang bisa ia dapatkan saat bulan Ramadhan. Omzetnya bisa naik berkali-kali lipat. Angga menyebut, jika pada bulan puasa ia bisa mendapatkan uang mencapai Rp11 juta dalam sehari. Jumlahnya pun bisa bertambah lagi saat akhir pekan.

4 dari 5 halaman

" Omzet kemarin sempet naik kalau bulan puasa dari awal kita buka ramainya di maghrib doang sebelum buka. Dari sebelum maghrib Rp5 juta udah dapat bang tapi kalau habis maghrib udah beda lagi bisa sampai Rp9 juta sampai Rp11 juta alhamdulillah," kata Angga.

Saat ini, Angga mengaku usahanya semakin berkembang. Setiap harinya ia bisa menghabiskan sekitar 50 kilogram jeruk sebagai bahan dasar pembuatan es. 

" Alhamdulillah kalau bulan puasa makin ramai makin lancar," kata Angga. 

5 dari 5 halaman

Karena keberhasilannya dalam berjualan es kuwut Bali tersebut, Angga mengaku banyak orang menjadi terinspirasi darinya. Melalui akun Instagram pribadinya, Angga menyebut sering mendapat direct message dari followersnya di berbagai kota yang bertanya tentang resep minuman hingga informasi untuk pembukaan franchise.

“ Banyak banget yang DM di instagram dari Pekanbaru, Papua, Kalimantan Barat ada ada yang minta join katanya mau buka cabang gak buka franchise gak gitu," ungkap Angga.

Join Dream.co.id