Kisah Sukses Harsono, Penjual Cilok Mampu Beli 3 Apartemen, 13 Rumah, dan Sawah

Dinar | Kamis, 24 Juni 2021 09:12

Reporter : Razdkanya Ramadhanty

Sebelum pandemi, Harsono bisa meraup keuntungan hingga Rp9 juta per hari.

Dream - Harsono. Pria Jember, Jawa Timur, ini tengah menyedot perhatian. Banyak orang kagum dengan penjual jajanan cilok yang sukses membelu beragam properti ini.

Cilok bikinan Harsono memang terkenal seantero Jember. Kita bisa menemukan stan Cilok Edy milik Harsono di berbagai titik di Kota Tembakau tersebut. Jika main ke kantor DPRD Jember, Universitas Jember, hingga Universitas Muhammadiyah Jember, kita bisa menemui lapak Cilok Edy.

Tak hanya anak-anak, Cilok Edy juga digemari kalangan mahasiswa hingga orang tua. Cilok Edy bahkan punya cabang kabupaten tetangga, Probolinggo dan Bondowoso.

Sebelum pandemi, Harsono bisa meraup keuntungan hingga Rp9 juta per hari. Namun kini penjualan menurun, saban hari hanya bekisar Rp5 juta. Dari usah tersebut, ia bisa mempekerjakan sepuluh karyawan.

 

Fantastisnya, dari berjualan cilok itu, Haryono kini bisa membeli sejumlah properti, seperti tiga apartemen, 13 rumah kontrakan, hingga sawah.

Meski bisa dikatakan sukses dengan bisnisnya, Haryono pun tak segan membagikan tips bisnisnya. Dilansir dari metroterkini.com, berikut beberapa tips yang diberikan dalam membuka bisnis di masa pandemu.

Kisah Sukses Harsono, Penjual Cilok Mampu Beli 3 Apartemen, 13 Rumah, dan Sawah
Cilok Edy (IG @tom.wahyudi Via @cilokedy_jember)
2 dari 7 halaman

1. Mampu Melihat Peluang

Harsono dulunya hanya bekerja sebagai tukang ojek, namun penghasilannya tak bisa mencukupi kebutuhan hidup. Ia pun beralih profesi menjadi tenaga honorer petugas kebersihan di Dinas Pekerjaan Umum dan Cipta Karya Jember. Lagi-lagi, pendapatannya tak cukup untuk menafkahi keluarga.

Harsono kemudian memutar otak untuk mencari ide mendapatkan penghasilan. Akhirnya, ia memutuskan untuk berjualan cilok yang memiliki ciri khas tersendiri.

Setelah melakukan riset kecil-kecilan, ia menyimpulkan bahwa di Jember tidak ada penjual cilok daging, yang hanya cilok tepung. Ia pun mencoba membuat cilok daging dengan resep yang berasal dari sang ayah, yang merupakan penjual cilok di Bali.

3 dari 7 halaman

2. Gencar Pemasaran

Dengan modal awal Rp20 ribu, Harsono nekat memulai usaha ciloknya. Ia memasarkan produknya ke berbagai tempat.

Tak kenal lelah, ia berkeliling berjualan cilok mulai pukul 06.30 WIB.

Harsono pun terbilang cerdas. Dia sudah mengenal target yang akan dibidik. Target pasarnya yakni tempat keramaian seperti sekolah, perkantoran, dan lainnya.

4 dari 7 halaman

3. Tetap Sabar dan Berusaha

Semangat perjuangan bisnis Harsono sempat meredup lantaran penghasilannya tidak sesuai harapan. Ia bahkan sempat kembali mengojek selama 2 bulan, namun berkat dorongan sang istri, ia kembali berjualan cilok.

Selama 5 tahun berjualan, ciloknya akhirnya dikenal masyarakat luas.

Rasa dan keunikan cilok milik Harsono membuat banyak orang ketagihan membelinya. Sejak itu, cilok Harsono dikenal dengan brand " Cilok Edy" .

 

5 dari 7 halaman

4. Berani Ambil Risiko dengan Perhitungan

Suksesnya brand " Cilok Edy" , Harsono menangkap peluang pasar yang lebih luas. Ia akhirnya memberanikan diri meminjam uang modal ke bank sebesar Rp15 juta.

Melalui pinjaman tersebut, ia menambah rombong jualan cilok. Ia mampu membuat lima rombong. Hasil lima rombong itu, ia putar kembali hingga akhirnya memiliki 10 rombong cilok.

6 dari 7 halaman

5. Tingkatkan Mutu & Menjaga Kualitas

Ciloknya semakin laris membuat Harsono menghadapi tatangan baru. Ia menemukan banyak pesaing.

Agar bisa bertahan di tengah persaingan cilok, Harsono kemudian bekerja keras meningkatkan cita rasa cilok miliknya.

Sang istri, Siti Fatimah, ditugaskan untuk mengawasi kualitas cilok Edy agar tidak berubah. Mulai dari bahan pokok, ukuran, rasa, hingga hal esensial lainnya yang berpengaruh pada ciloknya.

7 dari 7 halaman

6. Investasi di Bidang Lain

Hasil berjualan ciloknya tidak ia habiskan untuk barang yang bersifat konsumtif. Ia mengalokasikannya di bidang yang berpotensi meningkatkan pendapatan.

Harsono kemudian membeli belasan rumah dan kamar kos untuk ia kontakkan. Ia juga membeli 3 apartemen hingga sawah.

Sumber: metroterkini.com

Join Dream.co.id