Bantu 10 Ribu UMKM, Impian Kota Masa Depan Grab-Emtek-Bukalapak Dimulai dari Kupang

Dinar | Kamis, 14 Oktober 2021 18:35

Reporter : Arie Dwi Budiawati

Program ini bertujuan untuk membantu mengembangan usaha melalui teknologi digital.

Dream – Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menjadi salah satu sektor yang terdampak akibat pandemi COVID-19. Pemerintah dan berbagai pemangku kebijakan bergotong royong memanfaatkan digitalisasi untuk kembali memulihkan UMKM sehingga diharapkan berimbas pada perekonomian Indonesia.

Salah satu cara yang dilakukan untuk memberdayakan UMKM adalah meluncurkan “ Kota Masa Depan”. Program ini digagas oleh Grab, Emtek, dan Bukalapak.

Program “ Kota Masa Depan” menargetkan UMKM di kota-kota kecil seluruh Indonesia dengan tiga fokus prioritas yakni vaksinasi, adopsi platform digital, dan pemberdayaan UMKM melalui pelatihan serta pendampingan untuk pengembangan usaha melalui teknologi digital.

Kemitraan strategis ini disambut baik oleh Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Republik Indonesia, Teten Masduki, yang ikut hadir dalam peluncuran program tersebut. Menurut Teten, program ini dibutuhkan dalam upaya percepatan transformasi digital serta untuk menciptakan peluang bagi para wirausahawan di daerah-daerah.

Ketiga perusahaan raksasa ini yakin bahwa masa depan cerah di Indonesia ada di kota kecil. Hal ini disebabkan oleh potensi daerah yang dimiliki sangat besar dan tersebar diberbagai sektor mulai dari kuliner hingga kerajinan tangan. Oleh sebab itu, dibutuhkan dorongan serta bantuan pemangku kebijakan untuk memajukan potensi ini.

“ Digitalisasi telah terbukti dapat membantu UMKM bertahan di masa pandemi. Grab bersama Emtek dan Bukalapak ingin merangkul UMKM yang ada di kota-kota kecil,” kata Country Managing Director Grab Indonesia, Neneng Goenadi, dalam peluncuran “ Kota Masa Depan”, Kamis 14 Oktober 2021.

Dengan begitu, lanjut Neneng, mereka bisa menggunakan teknologi dan mendapatkan manfaat dari ekonomi digital dengan aman dan tepercaya.

Bantu 10 Ribu UMKM, Impian Kota Masa Depan Grab-Emtek-Bukalapak Dimulai dari Kupang
Grab, Emtek, Dan Bukalapak Meluncurkan `Kota Masa Depan`. (foto: Dream.co.id/Elyzabeth Yulivia)
2 dari 5 halaman

Sasar 10 Ribu UMKM

Program ini akan dimulai di Kupang, Nusa Tenggara Timur dan secara bertahap juga dilakukan di Solo, Gowa, Malang, serta Pekanbaru hingga akhir Desember 2021.

Dengan menargetkan 10 ribu UMKM, program Kota Masa Depan mencakup beberapa kegiatan yang bersifat menyeluruh seperti vaksinasi UMKM, membimbing pelaku usaha menggunakan platform digital, pendampingan usaha, edukasi mengenai bisnis digital, dan masih banyak lagi.

Direktur Utama PT Bukalapak.com Tbk, M Rachmat Kaimuddin, mengatakan kolaborasi ini melanjutkan komitmen untuk mendukung perkembangan UMKM di Indonesia melalui digitalisasi.

“ Program ini juga sejalan dengan misi kami untuk menciptakan a fair economy for all dengan fokus utama melakukan pemberdayaan UMKM dan melayani masyarakat yang selama ini kurang terlayani,” kata Rachmat.

Dia mengharapkan Program Kota Masa Depan dapat membuka pintu ke pasar yang lebih luas tanpa harus berpindah lokasi dan memberikan dampak menyeluruh bagi perekonomian daerah. Selain itu, semakin banyak UMKM yang dapat berkembang melalui percepatan digitalisasi.

(Laporan: Elyzabeth Yulivia) 

3 dari 5 halaman

9 Perusahaan Gotong Royong Donasi Rp15 Miliar Bantu Mitra Grab & Garda Terdepan

Dream – Sembilan perusahaan beramai-ramai memberikan bantuan untuk penanganan pandemi di Indonesia. Tercatat bantuan senilai Rp15 miliar dalam bentuk uang tunai dan produk yang akan digunakan untuk membantu para mitra Grab dan garda terdepan.

Kesembilan perusahaan yang bergotong royong membantu mitra Grab dan garda terdepan itu adalah Grab, Accenture, Emtek (SCTV dan Indosiar), OVO, Microsoft, Indosat Ooredoo, SASA, serta asosiasi bisnis KADIN DKI Jakarta.

Country Managing Director Grab Indonesia, Neneng Goenadi, menilai mitra pengemudi dan garda terdepan penanganan pandemi harus mendapatkan perhatian dan bantuan. Dua kelompok ini merupakan bagian yang sangat terdampak pandemi Covid-19.

 

 9 Perusahaan Gotong Royong Donasi Rp15 Miliar Bantu Mitra Grab & Garda Terdepan© Dream

 

“ Mari kita terus saling menjaga dan peduli satu sama lain, sehingga kita semua dapat keluar dari krisis ini dengan lebih kuat dan lebih tangguh,” tambah Country Managing Director Accenture di Indonesia, Kher Tean Chen.

Sumbangan ini telah disalurkan kepada Mitra Pengemudi Grab lewat Program ATASI (Antisipasi, TAngkal, VaksinaSI) yang diluncurkan Senin, 2 Agustus 2021. Lebih dari 100 ribu Mitra Pengemudi mendapatkan paket Sembako sebagai bagian dari program ATASI.

© Dream
4 dari 5 halaman

Apa itu ATASI?

Sekadar informasi, program ATASI dari Grab Indonesia mencakup:

Antisipasi: Pengembalian biaya tes Antigen atau PCR mitra pengemudi senilai Rp800 ribu serta proteksi pendapatan sampai Rp 3 juta per mitra yang terkonfirmasi positif COVID-19. Mitra juga mendapatkan harga khusus untuk tes kesehatan umum di klinik Kimia Farma. Serta, diskon Rp5 ribu dengan batas transaksi Rp20 ribu di GrabFood.

Tangkal: Dukungan Grab bagi 150 ribu mitra pengemudi untuk memperoleh barang kebutuhan sehari-hari (sembako) dan obat-obatan senilai Rp50 ribu dari Indomaret melalui aplikasi mitra.

Vaksinasi: Dorongan dan dukungan untuk program vaksinasi bagi mitra pengemudi di seluruh Indonesia dengan komunikasi yang intens dan menyeluruh.

Selain itu, sumbangan juga diberikan dalam bentuk paket sembako bagi garda terdepan penanganan pandemi yaitu supir ambulans, penggali kubur, relawan tenaga kesehatan, pekerja non-formal dan dan pekerja usaha mikro melalui BenihBaik.com.

“ Ini adalah arti bersatu yang sesungguhnya, kolaborasi dari banyak korporasi. Mengatasi kesulitan era pandemi, mendukung pemerintah, untuk menolong sesama. Inilah jati diri bangsa Indonesia,” kata CEO dan Founder BenihBaik.com, Andy F. Noya.

5 dari 5 halaman

Pendapatan Mitra Grab Berkurang

Seorang pengemudi Grab, Sudadi Miran, mengapresiasi bantuan berupa voucher elektronik untuk sembako senilai Rp50 ribu. Sudadi merasa terbantu dengan kupon sembako. Diakui juga pendapatannya sempat turun saat PPKM diberlakukan.

“ Kami tetap memiliki harapan dan bekerja keras dalam suasana yang tidak menentu saat ini, di mana PPKM darurat sampai PPKM Level 4 sempat membuat pemasukan kami menurun,” kata dia.

Seorang penerima manfaat bernama Ratih ini juga mengaku pendapatan berkurang. Dikatakan bahwa dia punya usaha kecil-kecilan berupa kopi di salah satu taman di Jakarta Utara. Ratih juga berterima kasih atas bantuan yang diberikan kepadanya.

“ Karena PPKM, pendapatan saya berkurang, tidak ada pengunjung sama sekali, dan jam jualan juga sangat dibatasi,” kata dia.

© Dream
Join Dream.co.id