Gegara Corona, Crazy Rich Bali Jual 25 Mobil & Ferrari demi Sembako Karyawan

Dinar | Rabu, 27 Januari 2021 14:34
Gegara Corona, Crazy Rich Bali Jual 25 Mobil & Ferrari demi Sembako Karyawan

Reporter : Reni Novita Sari

Akibat pandemi Covid-19, Crazy Rich Bali bernama I Gusti Ngurah Anom ini terpaksa menjual mobil mewahnya untuk mencukupi kebutuhan 2.500 karyawannya

Dream - Pandemi Covid-19 tak hanya mengancam kesehatan. Penularan virus corona juga mengancam kelangsungan perekonomian masyarakat. Tak hanya rakyat kecil, pengusaha tajir melintir pun tak luput dari imbasnya.

Dengarlah kisah Ajik Krisna. Crazy rich Bali, yang merupakan pengusaha oleh-oleh, juga tak luput dari dampak corona. Usahanya jadi lesu karena kunjungan wisatawan ke Pulau Dewata sangat minim.

Pria bernama asli I Gusti Ngurah Anom tersebut memiliki sejumlah toko besar yang terkenal di Bali. Sebelum corona menyerang, usahanya berjaya. Tapi sayang, saat pandemi dia terpaksa merumahkan 2.500 karyawan.

Ajik Krisna bahkan terpaksa menjual salah satu Ferrari dan 25 mobil bisnisnya. Mobil-Mobil itu terpaksa dilego untuk menutupi biaya operasional perusahaan, termasuk untuk membeli sembako bagi dua ribu karyawannya.

Sebagai pengusaha sukses, dia memang punya koleksi banyak mobil. Garasi rumahnya saban hari menjadi tempat nongkrong 16 mobil mewah koleksi ppribadinya.

Penasaran seperti apa kisah Crazy Rich Bali ini? Simak ulasannya berikut ini!

2 dari 8 halaman

32 Toko Tutup

 Ilustrasi© Foto : YouTube/ SuccessBefore30

Ajik Krisna menutup 32 gerai oleh-olehnya. Dia merumahkan 2.500 karyawan karena Bali tak lagi dikunjungi wisatawa.

" Masalah pandemi mungkin semua kaget ya. Dan yang paling meresahkan, Bali ini 80 persen hidupnya dari pariwisata. Semua bisnis tutup. Termasuk Krisna, 32 outlet dengan jumlah 2.500 karyawan. Akhirnya kami rumahkan," kata Ajik Krisna seperti dikutip dari SuccessBefore30.

3 dari 8 halaman

Viral Diisukan Bangkrut

 Ilustrasi© Foto : YouTube/ SuccessBefore30

Dia mengaku terkejut banyak media yang menyebut bisnis oleh-olehnya bangkrut. Karena seluruh toko tutup dan tetap harus membayar tagihan.

Namun dia menepis kabar itu. Sosok yang pernah hidup susah dan berjuang dari bawah ini mengaku sudah bisa mencari peluang baru agar tidak terpuruk terlalu jauh.

" Berjalannya waktu, bulan lima padahal ada Krisna yang baru buka. Tiga outlet baru. Bulan ke enam saya berusaha bangkit. Isu yang beredar di media, betul kita sampai jual lebih dari 16 mobil," ujar Krisna.

4 dari 8 halaman

Jual 25 Mobil

 Ilustrasi© Foto : YouTube/ SuccessBefore30

Demi bisa bangkit lagi dari terlilitnya ekonomi di masa pandemi, Krisna mulai menjual 25 mobil perusahaan.

" Memang benar di bulan lima itu berat. Tapi mobil yang mana dulu. Pertama, mobil yang kita jual mobil transport. Kebetulan saya punya transport, 25 mobil kita jual semua," ungkap dia.

Meski begitu, tetap saja masih belum bisa mencukupi kebutuhan sembako Rp750 juta setiap bulan. Serta tagihan perlu dibayar, dari hasil penjualan mobil yang hanya Rp1,5 miliar.

" Sedang yang mobil pribadi. Memang di masa pandemi, bulan ke enam akhirnya kita jual juga. Karena 25 mobil transportnya enggak lebih dari Rp1,5 miliar. Sedangkan kebutuhan sembako untuk karyawan itu Rp750 juta," terangnya.

5 dari 8 halaman

Rela Jual Ferrari

 Ilustrasi© Foto : YouTube/ SuccessBefore30

Krisna akhirnya memutuskan menjual mobil lagi yang ada di rumah. Deretan koleksi mahalnya harus rela dilepas.

" Diputuskan di bulan enam, setelah itu lanjut mobil di rumah kita jual, Ferrari satu, Bentley, Mini Cooper. Tapi yang jelas di rumah yang kita jual, Ferrari saja," ucap Ajik.

" Paling mahal ini Lamborghini harganya Rp14,5 miliar," kata Ajik Krisna di kanal YouTube Ria Ricis.

6 dari 8 halaman

Ajik Bangkit dan Mulai Bercocok Tanam

 Ilustrasi© Foto : YouTube/ SuccessBefore30

Tak ingin larut dalam kesedihan, Krisna mulai bangkit dengan mulai bercocok tanam. Setidaknya crazy rich Bali ini memiliki 23 hektare tanah. Sebagian diubah menjadi lahan cocok tanam kacang yang dirintis sejak bulan Mei.

" Saya enggak mau terdiam di rumah, stres di rumah. Akhirnya saya mulai berkebun. Panennya di bulan sembilan, penghasilan dari proses penanaman kacang. Bahkan boleh dibilang, Krisna itu bisa keluar dari krisis pandemi," paparnya.

7 dari 8 halaman

Abaikan Cemooh Orang

 Ilustrasi© Foto : YouTube/ SuccessBefore30

Kendati demikian, Krisna mengaku sempat diejek karena mencoba bisnis baru di masa sulit pandemi. Namun dia tak menjadikannya sebagai beban. Dia terus bercocok tanam kacang tanah.

" Karena bulan ke enam harus bangkit. Apapun yang kita inovasi di masa pandemi enggak mungkin bisa berkembang, banyak yang bilang gitu. Tapi saya malah kebalikannya. Makanya saya panen kacang lalu saya produksi," tutur Krisna.

8 dari 8 halaman

Bangun Usaha Baru

 Ilustrasi© Foto : YouTube/ SuccessBefore30

Kini ia bisa membuat rumah produksi camilan kacang tanah dengan berbagai rasa. Serta mengubah salah satu rumah makannya sebagai rumah produksi, dengan empat ribu lebih pesanan setiap hari.

" Restoran dekat bandara sudah diubah jadi rumah produksi. Jual camilan sudah bisa produksi empat ribu lebih per hari," kata dia.

" Ketiga bakpia Ajik. Ini kita launching di masa pandemi, sekarang omzetnya bisa Rp1 miliar selama sebulan," imbuh Krisna.

Sumber : Merdeka.com , Youtube

Join Dream.co.id