Tak Merasa Bahagia, Pegawai Bergaji Miliaran Resign dan Pilih Jadi Petani Ubi di Kampung

Dinar | Rabu, 28 September 2022 09:36

Reporter : Nabila Hanum

Walaupun gaji yang diterima sangat besar, Shipo mengaku tidak bahagia karena itu bukan pekerjaan impiannya.

Dream - Mendapat pekerjaan bergaji besar dianggap sebagai satu-satunya solusi dari masalah yang dihadapi para pegawai. Pendapat yang tak sepenuhnya salah meski kenyataan terkadang tak selalu sesuai anggapan. Setidaknya untuk mereka yang merasa ada kebahagian lain selain uang atau gaji.

Gaji besar adalah impian anak muda yang merasa uang banyak bisa memenuhi gaya hidup sekaligus membuat kondisi finansial mereka aman hingga masa tua nanti. Urusan bahagia atau tidak menjadi faktor yang dipikirkan belakangan.

Namun berbeda dengan prinsip yang dimiliki pegawai satu ini. Baginya kebahagiaan diri merupakan hal paling penting sekaligus lebih berharga dari sekadar gaji besar.

Dilansir dari Eva.Vn, seorang pria asal Tiongkok bernama Zhang Shipo rela meninggalkan pekerjaannya dengan gaji besar demi pulang kampung dan bekerja sebagai petani ubi.

Tak Merasa Bahagia, Pegawai Bergaji Miliaran Resign dan Pilih Jadi Petani Ubi di Kampung
Ilustrasi (Shutterstock)
2 dari 5 halaman

Saat dewasa, Shipo memilih untuk pergi ke kota Zhengzhou, Provinsi Henan, untuk bekerja. Kesempatan datang ketika Shipo diterima sebagai pegawai dengan gaji fantastis.

Shippo mendapat gaji tertinggi Rp422 juta per bulan atau dengan kata lain bisa mengumpulan sampai rata-rata penghasilan Rp2 miliar setahun.

Walaupun gaji yang diterima sangat besar, Shipo mengaku tidak merasa bahagia karena pekerjaannya yang dilakoni bukan impiannya selama ini.

Perasaan tak bahagia semakin bertambah dengan kondisi orangtua yang sudah semakin berumur. Shipo menginginkan tinggal dekat kedua orangtuanya untuk mengurus mereka.

3 dari 5 halaman

Dengan segala pertimbangan, Shipo memutuskan untuk berhenti bekerja dan kembali ke kampung halamannya. Bak bumi dan langit, Shipo memutuskan meninggalkan pekerjaan bergaji miliaran rupiah itu untuk menjadi petani ubi jalar. 

Shipo ternyata melihat potensi tanah di kampungnya cocok untuk ditanami komoditas pangan itu.

Dugaannya tak meleset. Hasil panennya yang diperolehnya melimpah ruah. Bagian luar dari ubi yang ditanamnya berwarna merah muda-merah muda, bagian dalamnya manis dan harum.

Selain direbus atau dipanggang, ubi jalar dapat diolah menjadi berbagai macam makanan sehingga memiliki nilai gizi yang tinggi.

4 dari 5 halaman

Sejak kecil, keluarga Shipo memang sudah bertani ubi jalar sebagai sumber pendapatan mereka. Namun, tidak sebesar bisnis yang sekarang Shipo jalani.

Di dua tahun pertama, Shipo memang merasakan kerugian. Modal 1 juta yuan yang digunakan di tahun pertama ludes tanpa keuntungan.

Keuntungan baru Shipo rasakan di tahun 2019. 6 bulan pertama di tahun ini, Shipo berhasil mendapatkan keuntungan lebih dari Rp3 miliar.

5 dari 5 halaman

Saat ini, bisnis yang Shipo bangun telah memiliki lebih dari 100 karyawan yang berasal dari desa tempat ia tinggal.

Tidak hanya mencari keuntungan sendiri, Shipo telah membuka banyak lapangan kerja bagi masyarakat kampungnya.

Impian Shipo kedepannya adalah membantu meningkatkan pendapatan rata-rata masyarakat kampungnya hingga mencapai Rp739 juta.

Laporan : Erdyandra Tri Sandiva

Terkait
Join Dream.co.id