Garuda: Kami Tak PHK Pilot, Cuma Percepatan Kontrak

Dinar | Jumat, 5 Juni 2020 17:36
Garuda: Kami Tak PHK Pilot, Cuma Percepatan Kontrak

Reporter : Arie Dwi Budiawati

Garuda menempuh cara agar bisa menghadapi pandemi corona.

Dream – PT Garuda Indonesia Airlines Tbk (Persero) menyatakan tidak pernah melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) kepada karyawan untuk tetap bertahan dalam masa pandemi Covid-19. Maskapai pelat merah ini menegaskan bahwa PHK hanya menjadi opsi terakhir mereka.

“ PHK jadi opsi paling akhir di Garuda. Selama masih ada cara menyelamatkan, kita akan lakukan. Yang kita lakukan adalah percepatan kontrak, yang banyak disebut sebagai PHK. Itu bukan PHK,” kata Direktur Utama Garuda, Irfan Setiaputra, dikutip dari Liputan6.com, Jumat 5 Juni 2020.

Menurut Irfan, Garuda Indonesia akan terus bertahan dalam kondisi saat ini. Dia membandingkan kondisi Garuda dengan industri penerbangan yang kolaps dengan melakukan PHK dan menyatakan diri bangkrut.

" Kami pastikan Garuda tetap survive dalam kondisi ini. Garuda bukan perusahaan unik di industri ini, di negara lain banyak penerbangan yang PHK dan deklarasi bangkrut, seperti Thai Airways," kata dia.

Penyelamatan yang dilakukan oleh industri penerbangan, tambah Irfan, tentu berbeda sesuai dengan kondisi perusahaan masing-masing. Garuda dengan keras akan menghindari opsi PHK jika masih ada cara yang lebih baik untuk memastikan hak karyawan terjamin.

" Kondisi kita sama dan kita bereaksi sesuai kondisi masing-masing. Manajemen Garuda sepakat, PHK adalah opsi paling akhir dan kita pastikan untuk menghindari hal itu," kata dia.

Merumahkan 800 Karyawan Kontrak dan 150 Pilot

Saat ini, Garuda Indonesia telah merumah 800 karyawan kontrak dan 150 pilot. Maskapai pelat merah ini juga terpaksa mengandangkan 70 persen pesawatnya di tengah minimnya permintaan untuk penerbangan jauh.

Garuda Indonesia memutuskan untuk melakukan penyelesaian kontrak lebih cepat bagi para penerbang sebagai dampak lesunya industri penerbangan akibat COVID-19.

Irfan mengatakan, secara rinci kebijakan yang Garuda Indonesia berlakukan adalah penyelesaian lebih awal atas kontrak kerja pegawai dengan profesi penerbang dalam status hubungan kerja waktu tertentu.

2 dari 5 halaman

3 dari 5 halaman

Demi Tetap Terbang, Garuda Indonesia PHK Pilot

Dream – PT Garuda Indonesia Airlines Tbk (Persero) melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) lebih awal untuk menjaga operasional tetap berjalan dengan baik. Maskapai pelat merah itu mem-PHK penerbang dengan status hubungan kerja waktu tertentu alias kontrak.

" Ini keputusan yang berat yang harus kami ambil,"  kata Direktur Utama Garuda Indonesia, Irfan Setiaputra, dikutip dari Liputan6.com, Selasa 2 Juni 2020.

 

 Demi Tetap Terbang, Garuda Indonesia PHK Pilot© Dream

 

" Namun demikian, kami yakin Garuda Indonesia akan dapat terus bertahan dan kondisi operasional perusahaan akan terus membaik dan kembali kondusif sehingga mampu melewati masa yang sangat menantang bagi industri penerbangan saat ini," tambah dia.

Melalui penyelesaian kontrak tersebut, Garuda Indonesia tetap memenuhi kewajibannya atas hak-hak penerbang sesuai kontrak yang berlaku.

" Adapun kebijakan tersebut dilakukan sebagai langkah berkelanjutan yang perlu ditempuh dalam upaya menyelaraskan supply and demand operasional penerbangan yang saat ini terdampak signifikan imbas pandemi COVID-19," kata Irfan.

4 dari 5 halaman

800 Karyawan Kontrak Dirumahkan selama 3 Bulan

Garuda Indonesia mulai merumahkan 800 karyawan kontrak mulai Kamis 14 Mei 2020 selama 3 bulan ke depan. Keputusan merumahkan karyawan dengan status PKWT tersebut merupakan upaya lanjutan agar perusahaan tetap terjaga di tengah kondisi operasional penerbangan yang belum normal sebagai dampak pandemi.

" Kebijakan tersebut dilakukan dengan pertimbangan yang matang dengan memperhatikan kepentingan karyawan maupun perusahaan dan dilakukan dalam rangka menghindari dilakukannya PHK. Disamping itu, implementasi kebijakan ini juga telah melalui kesepakatan dan diskusi dua arah antara karyawan dan perusahaan,” kata Irfan.

Kebijakan ini bersifat sementara yang akan terus dikaji dan evaluasi secara berkala sejalan dengan kondisi perusahaan dan peningkatan operasional penerbangan.

5 dari 5 halaman

Dirumahkan, Tapi Tetap Dapat THR

Selama periode tersebut, lanjut Irfan, karyawan yang dirumahkan tetap mendapatkan hak kepegawaian berupa asuransi kesehatan maupun tunjangan hari raya yang sebelumnya telah dibayarkan.

" Kebijakan ini merupakan keputusan berat yang harus diambil dengan pertimbangan mendalam terkait aktifitas operasional penerbangan yang belum sepenuhnya normal. Namun demikian, kami meyakini Garuda Indonesia akan dapat terus bertahan melewati masa yang sangat menantang bagi industri penerbangan saat ini," kata dia.

Sebelumnya, Garuda telah melaksanakan sejumlah upaya strategis berkelanjutan dalam memastikan keberlangsungan bisnis perusahaan melalui renegosiasi sewa pesawat, restrukturisasi network, efisiensi biaya produksi dan termasuk penyesuain gaji jajaran komisaris, direksi hingga staf secara proporsional serta tidak memberikan THR kepada direksi dan komisaris.

Join Dream.co.id