Disemprot Cairan Khusus, Garuda Pastikan Pesawat GA-858 Steril Virus Corona

Dinar | Jumat, 14 Februari 2020 13:36
Disemprot Cairan Khusus, Garuda Pastikan Pesawat GA-858 Steril Virus Corona

Reporter : Arie Dwi Budiawati

Pesawat tersebut telah dikandangan dan diberi disinfektan setelah dikabarkan digunakan penumpang yang belakangan terinfeksi virus corona.

Dream - PT Garuda Indonesia Airlines Tbk (Persero) memastikan pesawat GA 858 rute Denpasar-Shanghai telah melalui proses inspeksi terkait wabah virus corona. Untuk mensterilisasi pesawat, Garuda tersebut telah mengandangkan armada tersebut.  

Maskapai penerbangan ini memberikan disinjeksi kabin dan mengganti filter penyaring udara High Efficiency Particulate Arresting (HEPA). Fitur HEPA ini berfungsi mematikan virus dan bakteri di kabin pesawat.

Sebelumnya dikabarkan pesawat GA 858 tersebut digunakan seorang warga China untuk pulang ke Shanghai China setelah berlibur di Bali pada 28 Januari 2020. Warga tersebut datang Kota Wuhan ke Bali menggunakan maskapai lain pada 22 Januari 2020. 

Dalam keterangan tertulisnya, manajemen Garuda memastikan upaya antisipasi juga dilakukan oleh pihak otoritas bandara melalui melalui profiling dan pengecekan seluruh penumpang yang akan melaksanakan penerbangan di bandara.

“ Upaya tersebut dilakukan sejalan dengan peningkatan epidemi virus corona di sejumlah negara,” kata Direktur Operasi Garuda Indonesia, Tumpal M. Hutapea. 

Penyemprotan cairan khusus armada bertujuan untuk memastikan aspek kebersihan kabin pesawat dan sterilisasi terhadap kuman. Disinseksi armada dilakukan khususnya pada armada yang sebelumnya melayani penerbangan dari dan menuju Tiongkok.

“ Garuda Indonesia memastikan seluruh penumpang dari dan menuju rute Tiongkok telah melalui prosedur profiling dan pemeriksaan kondisi kesehatan oleh otoritas terkait di bandara,” kata dia.

Sebelumnya menghentikan sementara penerbangan ke Tiongkok, dalam mengoptimalkan upaya pencegahan penyebaran virus corona, Garuda Indonesia turut merekomendasikan penggunaan alat penunjang kebersihan seperti masker dan hand sanitizer bagi penumpang dan awak pesawat yang melaksanakan perjalanan pada rute dari dan menuju Tiongkok.

“ Hal tersebut merupakan proses standar safety dan kebersihan Garuda Indonesia yang dilakukan pada kondisi penyebaran epidemi virus wabah penyakit,” kata dia.

Adapun penghentian rute penerbangan pesawat ke Tiongkok telah dilaksanakan sejak 5 Februari 2020 lalu mengikuti sejalan kebijakan Pemerintah terkait dengan peningkatan epidemi virus corona dan status darurat global yang ditetapkan WHO.

2 dari 6 halaman

Wabah Virus Corona di China Ancam Pasokan Elektronik Dunia

Dream - Video seorang wisatawan asing di Bali yang tiba-tiba mengeluh kesakitan dan berguling-guling membuat riuh suasana di Terminal Internasional Bandara I Gusti Ngurah Rai. Dia terlihat menahan sakit sembari terus memegang pinggang.

" Seorang wisatawan di Bandara International I Gusti Rai tiba-tiba jatuh pingsan, Selasa (11/2) malam. Kondisi wisatawan tersebut membuat orang di sekitarnya merasa was-was karena takut wisatawan tersebut terkena virus corona," tulis video tersebut.

Communication And Legal Manager Bandara I Gusti Ngurah Rai Arie Ahsanurrohim membenarkan peristiwa yang dialami pria asing tersebut.

Dia menceritakan peristiwa itu terjadi di area kedatangan Internasional Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali. Tetapi, wisatawan itu bukan pingsan tetapi kesakitan pinggul.

 

 Wabah Virus Corona di China Ancam Pasokan Elektronik Dunia © Dream

 

" Iya itu, Warga Negara Korsel (Korea Selatan). Dia kesakitan di pinggul belakang (atau) back pain. Tidak benar itu pingsan," kata Arie, dilaporkan Merdeka.com, Kamis, 13 Februari 2020.

Dia belum mengetahui identitas wisatawan asing itu. Kejadian itu berlangsung sangat cepat saat itu pula wisatawan tersebut sudah dibawa ke Rumah Sakit Siloam Kuta.

" (Wisatawan itu) dijemput sama Klook Travel dan dibawa ke Siloam," ujar dia.

(Sah, Sumber: Merdeka.com/Moh.Kadafi)

3 dari 6 halaman

Wabah Virus Corona di China Ancam Pasokan Elektronik Dunia

Dream - China memainkan peran penting dalam rantai pasokan manufaktur global. Mereka menyumbang 30 hingga 40 persen total ekspor tekstil dan alas kaki dunia.

Tak hanya itu, Negeri Tirai Bambu itu memasok 20 persen mesin dan peralatan listrik dunia. Itu pun belum termasuk pengiriman tidak langsung melalui Hong Kong.

Tapi, kini China menjadi pusat wabah virus Corona. Hingga kini virus mematikan itu belum ada penangkalnya. Lantas, apakah wabah itu berpengaruh etrhadap pasokan barang-barang dari China?

Dikutip dari keterangan tertulis yang diterima Dream, ekonom DBS Research, Ma Tieying, mengatakan, wabah ini berisiko efek limpahan negatif di kawasan. Sektor tekstil dan elektronika global tentunya paling rentan terhadap gangguan terhadap rantai pasokan China.

“ Dampak terparah akan dirasakan oleh Taiwan, Korea Selatan, dan Vietnam, baik dalam bentuk penundaan produksi hilir maupun kekurangan pasokan bahan baku hulu,” kata Tieying.

 

 Wabah Virus Corona di China Ancam Pasokan Elektronik Dunia © Dream



Menurut dia, wabah ini menguji kemampuan manajemen krisis pemerintahan China dan membuat tata kelola publik, infrastruktur kesehatan, komunikasi massa, perlindungan lingkungan, dan masalah lain yang menjadi sorotan dunia.

Dalam jangka panjang, kepercayaan investor terhadap China bisa melemah. Ini akan merombak rantai pasokan oleh perusahaan multinasional yang berbasis di China. Beberapa perusahaan multinasional mulai mengalihkan produksi dari China ke negara tetangga, seperti Vietnam dan Taiwan, dalam beberapa tahun terakhir sebagai reaksi terhadap perang dagang China-AS.

“ Kecenderungan diversifikasi ini kemungkinan akan semakin kuat,” kata Tieying.

4 dari 6 halaman

Rantai Pasok Elektronik yang Sangat Penting

Peran China dalam rantai pasokan elektronika sangat penting. Hampir setengah dari 800 basis produksi global Apple saat ini ada di China.

Sementara itu, sekitar 30 perusahaan China daratan sekarang berada dalam daftar 200 pemasok utama Apple, termasuk yang membuat pengeras suara, layar, baterai, panel datar, dan terlibat dalam pengemasan/pengujian sirkuit terpadu.

Apalagi, pusat wabah virus corona, Provinsi Hubei, adalah salah satu pusat manufaktur utama China di sektor baja, mobil, dan elektronika (antara lain semikonduktor, panel datar, dan komponen elektronika).

Henan, provinsi tetangganya, adalah basis produksi utama untuk perusahaan teknologi Taiwan Foxconn, penyedia jasa maklon (kontrak manufaktur) terbesar Apple dan perakit iPhone.

Dengan mencermati rantai pasokan kawasan akan terlihat bahwa China mengimpor sebagian besar barang setengah jadi dari Korea Selatan, Jepang, dan Taiwan. Di sisi lain, tujuan utama produk antara buatan China adalah Korea Selatan dan Jepang, diikuti oleh India dan Vietnam.

Taiwan dan Korea Selatan sangat tergantung pada China untuk mendukung ekspor produk setengah jadi mereka dan 40 persen ekspor ditujukan untuk pasar China, Vietnam, dan pasokan barang setengah jadi dari China.

5 dari 6 halaman

Mitsubishi Fuso Waswas Sentimen Negatif Virus Corona

Dream - Eskalasi dampak virus corona sejak akhir 2019 menjadi perhatian seluruh pemangku kepentingan di dunia usaha. Penyebaran wabah penyakit mematikan itu membuat semua pihak khawatir.

Produsen kendaraan niaga salah satunya. Mereka bersiap menghadapi virus corona yang diprediksi berdampak pada penjualan. Terutama varian truk untuk kebutuhan logistik impor dan ekspor.

" Jika belum bisa jawab apakah akan berdampak pada penjualan kita. Itu perlu waktu untuk melihatnya. Tapi kita perlu waspada (virus corona)," ujar Duljatmono, Sales and Marketing Director PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors (KTB)--distributor resmi kendaraan niaga dari Mitsubishi Fuso Truck and Bus Corporation (MFTBC) di Jakarta, Selasa 11 Februari 2020.

 Mitsubishi FusoMitsubishi Fuso © shutterstock.com

Menurutnya, tidak bisa dipungkiri adanya keterkaitan bisnis industri antara Indonesia dengan China. Mulai dari kelapa sawit dan batu baru.

" Saat ini demand kendaaran untuk logistik meningkat. Tapi kita juga harus siap jika kondisi permintaan pasar turun (akibat virus corona)," imbuh pria yang akrab disapa Momon.

Tentu sejumlah startegi sudah disiapkan KTB, demi menjaga posisi market shared di pasar kendaraan niaga Tanah Air.

6 dari 6 halaman

Ada Tiga Faktor

Ada tiga faktor yang membuat KTB optimis penjualan bisa tumbuh. Pertama, adalah selesainya masa Pemilu yang terjadi di 2019 lalu.

Kedua adalah sektor logistik yang terus bertumbuh sejak akhir 2019 lalu. sektor logistik adalah pendukung utama bagi kendaraan komersial dengan persentase mencapai 50-60 persen.

Terakhir adalah komitmen pemerintah dalam membangun infrastruktur di Tanah Air.

" Penjualan semester 1 tahun ini akan meningkat ketimbang periode yang sama tahun 2018. Kemudian secara bertahap di semester 2 bisa terus meningkat," tutur Duljatmono.

KTB memprediksi pasar kendaraan niaga akan bertumbuh sekitar 7% di tahun 2020 sehingga berani menargetkan penjualan 46.900 unit. Dengan rincian target Colt Diesel 40.400 unit, target Mitsubishi Fuso dan Fighter 6.500 unit.

Video Kondisi Terkini WNI dari Wuhan di Natuna
Join Dream.co.id