Garuda Indonesia Belum Batalkan Penerbangan ke Negara Terjangkit Corona

Dinar | Sabtu, 25 Januari 2020 07:00
Garuda Indonesia Belum Batalkan Penerbangan ke Negara Terjangkit Corona

Reporter : Muhammad Ilman Nafi'an

Manajemen Garuda terus memantau perkembangan situasi.

Dream - PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk belum berencana membatalkan sementara penerbangan ke negara yang terjangkit virus corona. Meski demikian, manajemen Garuda hingga kini terus memantau perkembangan.

" Belum ada plan trayek," ujar Direktur Utama Garuda Indonesia, Irfan Setiaputra, di Kementerian BUMN, Jakarta, Jumat 24 Januari 2020.

Irfan mengatakan, opsi penghentian sementara penerbangan ke negara terjangkit virus corona bisa saja diambil, dengan catatan apabila kondisinya sudah darurat.

" Tapi kita enggak mau memaksakan trayek itu kalau kondisinya lebih parah," ucap dia.

Di lokasi yang sama, Komisaris Utama Garuda Indonesia, Triawan Munaf, mengatakan, seluruh bandara sudah melakukan langkah antisipasi agar virus tersebut tidak masuk ke Indonesia. Mulai dari memasang alat pendeteksi suhu badan hingga penggunaan masker oleh petugas imigrasi dan bandara.

" Petugas masing-masing melaporkan setiap dugaan menunjukkan penyakit tersebut. Ini kerja sama tingkat dunia," kata Triawan.

Virus corona pertama kali merebak di Wuhan, China. Beberapa warga dari Singapura, Korea, Jepang hingga Amerika Serikat dikabarkan sudah ada yang terjangkit virus mematikan itu.

2 dari 5 halaman

Sup Kelelawar Diduga Jadi Penular Virus Corona ke Manusia

Dream - Saat ini wabah corona tengah mewabah di Wuhan, China. Berbagai upaya dilakukan Negeri Tirai Bambu agar wabah tidak meluas.

Dilansir DailyStar, yang mengutip laporan Buletin Sains China, kelelawar buah diduga sebagai pembawa virus corona.

Sementara sup kelelawar yang merupakan kuliner terkenal di kota Wuhan menjadi perantara yang menularkan virus ke manusia.

 sup kelelawarsup kelelawar © dailystar

3 dari 5 halaman

Pembawa Virus Corona Adalah Kelelawar Buah

Dugaan kelelawar buah sebagai perantara virus corona ini juga didukung oleh kelezatan sup kelelawar dari kota Wuhan yang sangat terkenal di dunia.

Beberapa ahli melalui laporan mereka di Buletin Sains China menyatakan bahwa kelelawar buah kemungkinan menjadi pembawa virus tersebut.

Disebutkan bahwa di awal penyebarannya, para ahli meremehkan kondisi virus corona karena mirip dengan pneumonia dan SARS.

4 dari 5 halaman

Warga Wuhan Suka Makan Sup Kelelawar

Kecurigaan para ahli di Buletin itu didukung dengan foto dan video warga Wuhan menyantap sup kelelawar yang viral di media sosial.

Sebuah video memperlihatkan seorang gadis kelelawar ke mulutnya pakai sumpit saat makan malam bersama teman-temannya.

Di kesempatan terpisah, seorang warga Wuhan memotret seekor kelelawar yang menyeringai di depan kamera sebelum memakannya.

Namun ada yang aneh dengan sup kelelawar yang disantap warga Wuhan. Terlihat bagian dalam perut kelelawar mengambang di antara kaldu sup.

5 dari 5 halaman

Yang Terinfeksi Virus Corona Sudah 4.000 Jiwa

Para ahli menduga bahwa virus corona Wuhan memang berasal dari kelelawar buah yang dimasak jadi sup.

" Virus corona Wuhan bisa jadi berasal dari kelelawar (buah). Tetapi antara kelelawar dan manusia mungkin ada perantara yang tidak diketahui," kata seorang ilmuwan.

Profesor Neil Ferguson, direktur Pusat Penelitian Medis untuk Analisis Penyakit Infeksi Global, mengatakan perkiraan jumlah orang yang terinfeksi virus corona di Wuhan adalah sekitar 4.000 jiwa.

Sumber: Daily Star

Roger Danuarta Ogah Lihat Cut Meyriska Tampil Modis
Join Dream.co.id