Gaji Presiden hingga Menteri Dipotong 3 Bulan demi Atasi Wabah Corona

Dinar | Minggu, 29 Maret 2020 07:00
Gaji Presiden hingga Menteri Dipotong 3 Bulan demi Atasi Wabah Corona

Reporter : Sugiono

"Pada masa-masa krisis inilah karakter sejati suatu bangsa dapat terlihat. Kita semua terlibat dalam hal ini bersama-sama, dan kita semua harus saling menjaga dalam masa-masa sulit ini," kata Heng.

Dream - Tak hanya kesehatan, pandemi virus corona, Covid-19, juga membuat perekonomian susah. Banyak orang kehilangan matapencaharian.

Tapi lihatlah sikap yang diambil pemerintah Singapura. Mereka memutuskan untuk memotong gaji para pejabat tinggi dan kabinetnya untuk membantu masyarakat yang sedang kesusahan.

Gaji presiden, perdana menteri, menteri kabinet, hingga pejabat politik lainnya akan dipotong selama tiga bulan. Kebijakan ini untuk menunjukkan rasa solidaritas di antara warga Singapura di masa sulit akibat Covid-19.

Pengumuman tersebut diungkapkan Wakil Perdana Menteri Singapura, Heng Swee Keat, pada Kamis 26 Maret 2020.

Heng, yang juga Menteri Keuangan, mengatakan, pemegang jabatan politik setuju gaji mereka dipotong satu bulan. Kebijakan itu kemudian dilanjutkan pada dua bulen berikutnya, sehingga total menjadi tiga bulan.

" Pada masa-masa krisis inilah karakter sejati suatu bangsa dapat terlihat. Kita semua terlibat dalam hal ini bersama-sama, dan kita semua harus saling menjaga dalam masa-masa sulit ini," kata Heng.

2 dari 6 halaman

Virus Corona Ciptakan Krisis di Segala Bidang

Heng menyebut kasus Covid-19 sebagai 'krisis yang belum pernah terjadi sebelumnya'. Krisis ini telah mendorong Singapura untuk menyusun anggaran tambahan yang penting dan mengambil langkah-langkah luar biasa.

" Virus corona adalah tantangan yang menentukan bagi Singapura. Ini adalah krisis kesehatan masyarakat, goncangan ekonomi, dan ujian sosial. Virus corona akan menantang ketahanan kita sebagai individu dan sebagai masyarakat," jelasnya.

Singapura termasuk salah satu negara di dunia yang mampu mengendalikan wabah Covid-19. Hingga Jumat, 27 Maret 2020, jumlah kasus positif Covid-19 Singapura tercatat 683 kasus, dengan jumlah kematian hanya dua jiwa.

Bandingkan dengan kasus positif virus corona di Indonesia yang mencapai 893 kasus dengan jumlah kematian tertinggi di Asia Tenggara yang mencapai 78 jiwa.

Sumber: Straits Times

3 dari 6 halaman

Penelitian di Wuhan: Virus Corona Covid-19 Diduga Rusak Hormon Reproduksi Pria

Dream - Para ilmuwan di Wuhan dilaporkan telah melakukan sebuah penelitian tentang efek penularan virus corona Covid-19 pada sistem reproduksi pria. Meski masih tahap awal dan dalam skala kecil, ilmuwan menemukan adanya masalah reproduksi pada pria yang dinyatakan sembuh dari Covid-19.

Penelitian yang diterbitkan di medRxiv.org ini adalah pengamatan klinis pertama dari dampak potensial Covid-19 pada sistem reproduksi pria, terutama di antara kelompok usia muda.

Para peneliti dari Rumah Sakit Zhongnan Universitas Wuhan bersama dengan Pusat Penelitian Klinis untuk Diagnosis Prenatal dan Kesehatan Kelahiran Hubei menganalisis sampel darah dari 81 pria berusia 20 hingga 54 yang dites positif dan dirawat di rumah sakit selama bulan Januari 2020.

Usia rata-rata pasien adalah 38 tahun, dan sekitar 90 persen dari mereka hanya memiliki gejala ringan. Sampel dikumpulkan pada hari-hari terakhir mereka tinggal di rumah sakit.

4 dari 6 halaman

Ilmuwan China: Virus Covid-19 Sangat Sensitif Terhadap Suhu Tinggi© MEN

Menggunakan sampel, tim ilmuwan meneliti rasio testosteron terhadap hormon LH (luteinizing hormone), yang disebut dengan rasio T/LH.

Rasio T/LH yang rendah menjadi indikasi adanya hipogonadisme atau kegagalan fungsi testis yang menyebabkan produksi hormon reproduksi pria yang lebih rendah.

Testosteron adalah hormon reproduksi utama pria yang penting untuk pengembangan karakteristik seksual primer dan sekunder, seperti testis, otot, massa tulang, dan rambut.

Sementara hormon LH ditemukan pada pria dan wanita, yang salah satu fungsinya untuk memicu terjadinya ovulasi atau pembuahan.

5 dari 6 halaman

Produksi Hormon Berkurang

Ciri-ciri Organ Reproduksi Wanita yang Siap Hamil© MEN

Hasil analisis menunjukkan rasio rata-rata produksi hormon reproduksi untuk pasien Covid-19 sebesar 0,74, atau hanya setengah dari tingkat normal.

" Karena lebih dari separuh orang dengan Covid-19 berusia produktif, lebih banyak perhatian harus diberikan pada efek Sars-CoV-2 pada sistem reproduksi," tulis peneliti Wuhan dalam penelitian tersebut.

Mereka mengatakan hasil penelitian ini tidak konklusif dan sampel darah bukan bukti langsung masalah reproduksi dengan pasien Covid-19.

" Faktor-faktor lain, seperti pengobatan dan respons sistem kekebalan tubuh, juga dapat menyebabkan perubahan hormon," tambah mereka.

6 dari 6 halaman

Virus Serang Organ Reproduksi Pria?

Kenali Tanda-Tanda Infeksi di Area Reproduksi© MEN

Sementara itu, Li Yufeng, seorang profesor kedokteran reproduksi di Rumah Sakit Tongji di Wuhan, telah memprediksi dalam sebuah penelitian bahwa testis bisa menjadi target utama serangan virus corona.

Studi lain juga menunjukkan bahwa sindrom pernapasan akut parah (SARS), yang merupakan kerabat jauh dari virus corona baru, juga dapat menyebabkan peradangan pada testis.

Seorang peneliti di Universitas Kedokteran Nanjing, mengatakan penelitian baru ini merupakan 'informasi yang sangat berharga'. Tetapi sampel yang lebih besar diperlukan untuk mengklarifikasi hasilnya.

" Banyak virus dapat mempengaruhi kesuburan, tetapi tidak setiap virus dapat menyebabkan pandemi. Jika dampaknya tahan lama, itu bisa menjadi masalah," kata peneliti, menolak disebutkan namanya karena sensitivitas masalah tersebut.

(Sumber: SCMP)

Join Dream.co.id