Selalu Merasa Gaji Tak Cukup? Ini Penyebabnya

Dinar | Rabu, 5 Mei 2021 11:47
Selalu Merasa Gaji Tak Cukup? Ini Penyebabnya

Reporter : Arie Dwi Budiawati

Satu dari lima karyawan merasa stres di tempat kerja karena masalah keuangan pribadi, sehingga produktivitasnya turun.

Dream – Literasi keuangan yang kurang membuat sebagian karyawan di tempat kerja merasa gajinya tidak cukup. Bahkan, penelitian yang dilakukan di Amerika Serikat menunjukkan satu dari lima karyawan merasa stres di tempat kerja karena masalah keuangan pribadi, sehingga produktivitasnya turun.

Financial intelligence bertujuan untuk mewujudkan kondisi finansial yang sehat,” kata Financial Trainer QM Financial, FDV Wulansari, pada Selasa 4 Mei 2021.

Wulansari mengatakan, karyawan dikatakan sehat finansial kalau sudah punya penghasilan dan bisa mengelolanya dengan baik. Keuangannya dianggap baik kalau bisa memenuhi kebutuhan saat ini dan masa depan.

“ Dapat mengelola utang dengan baik, siap menghadapi kondisi darurat pribadi, mampu pensiun dengan nyaman, dan tangguh menghadapi krisis finansial,” kata dia.

2 dari 3 halaman

Tiga Fase

Menurut Wulansari, ada tiga fase karier karyawan mengelola gaji di perusahaan. Fase pertama, dia akan lebih boros, bahkan terlibat utang konsumtif karena mengalami euforia gaji pertama.

“ Selain itu, masih ada yang tidak paham tentang benefit perusahaan,” kata dia.

Fase ke dua, lanjut Wulansari, adalah level karier yang cukup mapan. Pada level ini, karyawan masih ada yang tidak optimal memanfaatkan kenaikam gaji yang diberikan perusahaan, belum mengenal investasi dan tidak paham aspek proteksi.

Fase terakhir adalah pensiun. Saat ini, karyawan mulai mempersiapkan transisi menuju pensiun. Pada fase ini tak sedikit karyawan yang belum siap pensiun.

“ Maka, karyawan perlu dibekali dengan keterampilan untuk menyiapkan aset aktif dan mengelola keuangan di masa pensiun. Untuk bisa menjalani setiap fase dengan baik, karyawan membutuhkan financial intelligence,” kata dia.

3 dari 3 halaman

Perusahaan Butuh Edukasi Keuangan untuk Karyawan

Fakta ini didukung dengan survei korporat yang dilakukan oleh QM Financial untuk karyawan di beberapa perusahaan. Diketahui bahwa 51 persen responden merasa penghasilannya kurang dan 45,5 persen mengaku tak siap pensiun.

Sementara itu, 87,5 persen korporat menyatakan kebutuhan program edukasi keuangan bagi karyawannya. QM Financial mengajak korporasi di Indonesia untuk meningkatkan financial intelligence sebagai upaya mewujudkan karyawan yang berdaya secara finansial.

Chief People Officer Tiket.com, Dudi Arisandi, mengatakan kesehatan finansial adalah kuci kesehatan keuangan organisasi.

“ Kami merasakan secara langsung adanya peningkatan produktivitas kerja karyawan saat kami lebih memperhatikan kesehatan finansial mereka dengan menyediakan program edukasi pengelolaan keuangan,” kata Dudi.

 

(Reporter: Yuni Puspita Dewi)

Join Dream.co.id