Gabung Sindikasi, BSI Kucurkan Dana Pembangunan Jalur Lintas Timur Sumatera

Dinar | Kamis, 28 Oktober 2021 12:35

Reporter : Arie Dwi Budiawati

Berapa nilainya?

Dream – PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) Tbk turut bergabung dalam sindikasi pembiayaan jalan lintas timur (jalintim) Sumatera. Bank syariah itu mengucurkan pembiayaan untuk jalintim Sumatera di Provinsi Riau sepanjang 43 kilometer. Nilainya Rp210 miliar dari total Rp240 miliar.

Dikutip dari keterangan tertulis BSI, Kamis 28 Oktober 2021, pembangunan jalan ini termasuk jembatan dan fasilitas Unit Pelaksana Penimbangan Kendaraan Bermotor (UPPKB). Dalam proyek pembangunan ini, BSI berperan juga sebagai joint mandated lead arranger dan menjadi agen fasilitas, agen escrow dan agen jaminan pembiayaan sindikasi PT Adhi Jalintim Riau (AJR).

Proyek strategis ini dibangun atas sinergi antara Kementrian PUPR (Ditjen Bina Marga) selaku Penanggung Jawab Proyek Kerjasama (PJPK) dan PT AJR sebagai Badan Usaha Pelaksana (BUP) proyek serta PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) atau SMI. Sisa dana sindikasi dikucurkan oleh SMI.

Direktur Utama BSI, Hery Gunardi, menjelaskan, dana digunakan untuk pembangunan ruas jalan di Simpang Kayu Ara, Kabupaten Pelalawan hingga Simpang Lago dengan total empat jembatan. Ke depan, proyek itu menjadi jalan tol yang dapat mempermudah akses masyarakat di Sumatra.

“ Komitmen ini merupakan bentuk dukungan kongkrit Bank Syariah Indonesia dalam partisipasi nyata membangun peradaban dan perekonomian bangsa Indonesia melalui pengembangan infrastruktur yang menghubungkan wilayah satu dengan wilayah lainnya,” kata Hery di Jakarta.

Gabung Sindikasi, BSI Kucurkan Dana Pembangunan Jalur Lintas Timur Sumatera
BSI Turut Memberikan Pembiayaan Dalam Pembangunan Jalan Lintas Timur Sumatera. (Foto: Johan Tallo/Liputan6.com)
2 dari 6 halaman

Dorong Pembiayaan Wholesale

Hery menegaskan, keterlibatan dalam pembiayaan sindikasi, khususnya di sektor infrastruktur, menjadi salah satu fokus untuk mendorong pertumbuhan BSI di masa mendatang melalui segmen pembiayaan wholesale.

Sebelumnya, BSI juga telah menyalurkan pembiayaan sindikasi terkait proyek pengembangan infrastuktur Celebes Railway, Wika Serang Panimbang, serta Pupuk Iskandar Muda. Hingga Juni 2021, BSI telah menyalurkan pembiayaan wholesale senilai Rp46,4 triliun.

“ BSI siap mengemban amanah ini untuk memberikan manfaat yang sebesar-besarnya dan selalu berkomitmen akan mendukung pengembangan pembangunan di Indonesia guna mendorong roda ekonomi Tanah Air,” kata dia.

3 dari 6 halaman

Tren Transaksi Nasabah Kartu Kredit Syariah BSI Bergeser Saat Pandemi

Dream – Pandemi Covid-19 mengubah kebiasaan nasabah pengguna kartu kredit PT Bank Syariah Indonesia Tbk. Jika sebelum pandemi penggunaan kartu kredit banyak dipakai untuk traveling, kini semakin banyak nasabah mengalihkan transaksinya ke belanja online.

Head of Card Business Group PT Bank Syariah Indonesia (BSI), Rima Dwi Permatasari, mengatakan perubahan itu terlihat dari pergeseran transaksi pemegang kartu pembiayaan Hasanah Card yang kini telah memiliki 400 ribu nasabah. 

“ Waktu tahun 2019, pas lagi hebohnya traveling, transaksi itu mayoritas ada di travel. Sekarang waktu pandemi, 70 persen ada di (belanja) online,” kata Rima saat bincang santai di program rutin LIve Instagram Ngobras Dream baru-baru ini.

 

 Tren Transaksi Nasabah Kartu Kredit Syariah BSI Bergeser Saat Pandemi© Dream

 

Rima juga mengungkapkan penggunaan kartu pembiayaan syariah itu tak hanya digunakan untuk konsumtif, tetapi juga produktif. Misalnya, menggunakan kartu kredit syariah ini untuk membayar biaya digital advertising, seperti IG Ads.

“ Kalau pasutri yang sekarang, selain bekerja, mereka ada usaha sampingan. Itu untuk menaikkan profile-nya di social media, mereka menggunakan advertisement itu yang bisa dibayar pakai kartu kredit,” kata dia.

Rima juga mengaku senang karena penggunaan kartu pembiayaan juga mengarah ke sektor produktif.

“ Kalau dipakai untuk ads, marketing, itu, kan, ada sesuatu yang dihasilkan. Seneng, deh,” kata dia.

Menurut Rima, kartu pembiayaan syariah yang ditawarkan oleh BSI, Hasanah Card, juga memberikan kurs yang bersaing di market.

“ Ini salah satu usaha kita mempermudah card holder. Memakai mata uang asing, nasabah nggak dibebankan dengan selisih kurs yang besar,” kata dia.

4 dari 6 halaman

'Kartu Kredit Syariah' Bisa 'Gestun' Tanpa Bunga

Dream – Perbankan syariah tak hanya mengeluarkan kartu debet untuk mempermudah nasabahnya bertransaksi, tetapi juga kartu pembiayaan. Fungsi kartu pembiayaan sama dengan kartu kredit konvensional, yaitu untuk bertransaksi belanja dan tarik tunai di ATM.

Bedanya, kartu pembiayaan menggunakan prinsip syariah. Salah satu bank yang mengeluarkan kartu pembiayaan ini adalah PT Bank Syariah Indonesia (BSI) dengan produk Hasanah Card.

Head of Card Business Group BSI, Rima Dwi Permatasari, mengungkapkan, ada tiga akad yang digunakan dalam kartu pembiayaan di bank ini. Ketiga akad itu adalah ijarahkafalah, dan qard.

 

 Kartu Kredit Syariah Bisa Gestun Tanpa Bunga© Dream

 

“ (Kartu pembiayaan) itu ada annual fee. Itu ada akad sewa. Pengguna kartu kredit menyewakan infrastruktur kartu kredit ke BSI,” kata Rima dalam Ngobras Dream.

Yang ke dua adalah akad kafalah. BSI menjamin nasabahnya bisa menggunakan kartu pembiayaannya selama masih ada saldo. “ Kami meng-guarantee yang dibawa itu bisa digunakan,” kata dia.

5 dari 6 halaman

Kalau Tak Ada Bunga, Bank Syariah Dapat Cuan dari Mana?

Akad yang terakhir adalah qard. Rima menjelaskan, salah satu fungsi kartu pembiayaan adalah menarik uang tunai di ATM. Tapi, ada bedanya dengan kartu kredit konvensional. Nasabah yang tarik tunai dengan kartu pembiayaan tidak akan dikenakan biaya tambahan.

“ Tidak ada tambahan apa pun kalau misalnya gesek cash advance. Misalnya, tarik Rp1 juta-Rp2 juta, balikin ke BSI juga Rp1 juta-Rp2 juta,” kata dia.

Di samping itu, kata Rima, ada perbedaan lagi di antara kartu pembiayaan dan kartu kredit konvensional. Perbankan syariah tidak memberlakukan denda keterlambatan untuk membayar tagihan kredit.

“ Misalnya, jatuh tempo tanggal 8, tapi bayar tanggal 9. Itu enggak ada denda,” kata dia.

6 dari 6 halaman

Kalau Tak Ada Bunga, Bank Syariah Dapat Cuan dari Mana?

Rima menjelaskan perbankan syariah masih tetap mendapatkan pendapatan meskipun tidak memberlakukan bunga di kartu kredit syariah. Dia menyebut BSI mendapatan penghasilan dari annual fee kartu pembiayaan.

Besaran biaya tahunan kartu pembiayaan pun berbeda-beda. Hal ini berdasarkan limit kartu pembiayaan yang dimiliki nasabah.

“ Kalau di Hasanah Card, semakin besar limit, annual fee semakin tinggi,” kata dia.

Selain itu, BSI juga mendapatkan penghasilan dari transaksi di merchant. Rima mengatakan, biaya ini didapatkan dari transaksi merchant.

“ Enggak dibebankan ke nasabah,” kata Rima.

Join Dream.co.id