Fitch Ratings: Asuransi Syariah Butuh Dukungan Pemerintah

Dinar | Kamis, 27 Februari 2020 16:14
Fitch Ratings: Asuransi Syariah Butuh Dukungan Pemerintah

Reporter : Arie Dwi Budiawati

Dukungan ini bisa mendorong pertumbuhan premi asuransi syariah.

Dream - Amandemen regulasi tentang kepemilikan asing yang berlaku pada 2020 akan mempermudah perusahaan asuransi untuk melepas unit syariahnya (spin off).

Menurut laporan Fitch Ratings “ Indonesia Takaful Dashboard 2020”, dalam aturan itu, perusahaan asuransi melepas unit syariah dengan batas kepemilikan asing sebesar 80 persen. Perusahaan asuransi tak wajib menambah modal agar rasionya bisa 80:20 itu melegakan bagi mereka. 

Fitch juga mempredikasi industri asuransi syariah akan mendapatkan manfaat dari Masterplan Ekonomi Syariah Indonesia 2019-2024 yang diterbitkan pada 2019. Dukungan pemerintah bisa memperhalus aturan pemberlakuan International Financial Reporting Standards (IFRS) 17.

Standar pelaporan ini mengharuskan perusahaan asuransi menggunakan tingkat diskonto untuk menilai kewajiban. Bagi pebisnis asuransi, ini dianggap tidak perlu dan makan investasi yang besar.

Pertumbuhan premi asuransi syariah diprediksi naik 10 persen pada tahun ini. Meskipun demikian, penetrasi asuransi syariah dan bisnis syariah di Indoensia masih rendah.

Pada 2018, angkanya hanya 1,5 persen. Lebih rendah daripada rate di pasar negara berkembang lainnya. Kurangnya kesadaran dan pemahaman produk asuransi syariah menghambat perkembangan bisnis ini.

2 dari 7 halaman

Mengenal Akad Tabarru' dalam Asuransi Syariah

Dream - Asuransi syariah berbeda dengan konvensional. Pada asuransi konvensional, risiko sepenuhnya ditanggung nasabah. Pola ini tidak sesuai dengan syariat Islam karena yang menanggung risiko hanya salah satu pihak saja.

“ Karena itu, perusahaan asuransi syariah mengeluarkan konsep asuransi syariah, yaitu konsep asuransi yang didasarkan pada sharing of risk,” kata Wakil Sekretaris Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI), Aminuddin Yakub, di Jakarta, Rabu 27 Februari 2020.

Dia mengatakan, para peserta asuransi akan “ berbagi” dana hibah. Dana ini dinamakan dana tabarru. Tabarru merupakan akad hibah dalam pemberian dana dari satu peserta ke yang lain. Tujuannya pun tak bersifat komersial.

 

 Mengenal Akad Tabarru dalam Asuransi Syariah© Dream

 

Di perusahaan asuransi syariah, peserta menghibahkan dana atau berdonasi dan disinilah ada unsur pahala. Para peserta memberikan kontribusi gotong-royong membantu peserta lainnya saat mengalami musibah.

“ Jadi, di perusahaan asuransi ada ibadahnya. Ibadah yang dimaksud adalah saling menolong. Inilah aspek yang ada di asuransi syariah. Itu sudah sesuai dengan syariah,” kata dia.

Laporan: Cindy Azari

3 dari 7 halaman

Masya Allah, Inilah yang Sangat Membedakan Asuransi Syariah dari Konvensional

Dream - Sahabat Dream pasti sudah mengenal atau setidaknya mendengar tentang asuransi. Atau jangan-jangan di antara kamu ada yang sudah memiliki polis asuransi?

Asuransi banyak diterjemahkan orang sebagai penolong di saat seseorang mendapat cobaan atau musibah. Kala tak memiliki uang untuk berobat atau mengalami kerugian, pihak asuransi biasanya akan menanggungnya. Tentunya besar maupun hal yang ditanggung tergantun polis yang dimiliki.

Kita mengenal ada dua jenis asuransi yaitu umum dan jiwa. Asuransi jiwa biasanya terdiri dari kesehatan, kematian, dan kecelakaan.

 

 Masya Allah, Inilah yang Sangat Membedakan Asuransi Syariah dari Konvensional© Dream

 

" Asuransi umum yang banyak (jenis). (Misalnya), asuransi properti, mobil travel, kapal, dan bencana," kata Chief Strategy Officer Prudential Indonesia, Paul Setio Kartono, dalam " Prudential Indonesia Masterclass 2020" di Jakarta, Jumat 21 Februari 2020.

Seiring perkembangan industri keuangan syariah yang semakin berkembang, saat ini masyarakat juga mulai banyak yang mengenal asuransi syariah. Kehadiran jenis asuransi ini membuta muncul istilah asuransi konvensional.

Selain prinsip tata kelola yang berbeda, sebenarnya ada satu hal yang sangat membedakan asuransi syariah dan konvensional.

Paul menjelaskan ada lima perbedaan yang mendasar dari asuransi konvensional dan syariah yaitu prinsip dasar, peran perusahaan, keuntungan, pengawas, dan investasi.

" Yang paling utama adalah yang pertama," kata dia.

Menurut Paul, perbedaan utama dan paling penting dari asuransi syariah adalah prinsip risk transfer atau pengalihan risiko peserta asuransi. Di asuransi konvensional, risiko dialihkan kepada perusahaan. Semakin banyak klaim peserta, perusahaan akan semakin rugi dan begitu juga sebaliknya.

Prinsip berbeda dan mulia dianut oleh asuransi syariah. Risiko peserta asuransi syariah  akan ditanggung peserta yang lain. Paul bahkan mengibaratakan asuransi syariah mirip dengan sumbangan.

“ Kalau asuransi syariah, risiko akan ditanggung peserta,” kata Paul.

Dalam asuransi syariah, para peserta akan bergotong-royong membantu jika ada salah salah satunya mengalami suatu risiko.

“ Misalnya, peserta ada 10 ribu. Nah, mereka bayar kontribusi Rp100 ribu untuk menyantuni anggota keluarga yang meninggal,” kata dia.

4 dari 7 halaman

Perusahaan Asuransi Syariah Sebagai Pengelola Dana

Perbedaan selanjutnya adalah posisi perusahaan. Di asuransi konvensional, perusahaan sebagai penanggung risiko, sedangkan syariah menjadi manajer pengelola dana tabarru’. Untuk keuntungan? Keuntungan akan menjadi milik perusahaan.

“ Kalau di syariah, jadi surplus underwriting,” kata Paul.

Sekadar informasi, surplus underwriting adalah selisih dari total dana kontribusi peserta ke dalam dana tabarru’. Dana ini telah dikurangi pembayaran klaim/santunan.

Perbedaan selanjutnya adalah keberadaan dewan pengawas syariah di asuransi syariah, sedangkan di konvensional tidak.

Yang terakhir, dana yang diinvestasikan di perusahaan asuransi konvensional, akan ditempatkan di instrumen berbasis syariah dan non syariah. Sebaliknya di asuransi syariah, dana hanya ditempatkan di instrumen berbasis syariah.(Sah)

5 dari 7 halaman

7 Keuntungan Asuransi Syariah yang Wajib Kamu Tahu

Dream – Nama asuransi syariah mungkin belum sepopuler asuransi konvensional. Tapi, manfaat asuransi syariah ini tak kalah menguntungkan dengan asuransi konvensional.

Dikutip dari Cermati.com, Jumat 6 Juli 2018, ada tujuh manfaat yang bisa kamu peroleh dari asuransi syariah.

Yang pertama, asuransi syariah bisa dicairkan sebelum jatuh tempo. Asuransi konvensional memiliki aturan yang sangat ketat tentang pencairan premi. Asuransi konvensional hanya mencairkan premi saat jatuh tempo.

Sebaliknya, asuransi syariah bisa mencairkan premi kapan pun sesuai dengan kebutuhan tanpa potongan apa pun. Nasabah yang tidak sanggup melanjutkan pembayaran akan diberikan dua opsi: tarik premi atau melanjutkan, tapi membayar di kemudian hari.

 Ilustrasi© Shutterstock

Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

Kedua, dana tetap diproteksi meskipun telat membayar. Meskipun pembayaran premi asuransi menunggak, nasabah tetap mendapatkan proteksi penuh sama seperti nasabah lainnya, seperti kecelakaan.

Asuransi akan menutup sebagian biaya perawatan di rumah sakit meskipun nasabah tersebut menunggak. Uang yang dipakai pihak asuransi untuk membiayai kejadian ini, bisa dilunasi di kemudian hari jika nasabah mempunyai uang.

 Ilustrasi© Shutterstock

Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

Ketiga, polis dibebaskan dari kontribusi dasar. Kalau kondisi kesehatan nasabah sedang terganggu, misalnya mengidap penyakit parah atau kecelakaan, dia akan dibebaskan dari biaya kontribusi dasar. Selain itu, nasabah juga berhak mendapatkan biaya perawatan penuh selama proses penyembuhan tanpa harus ikut berkontribusi membayar biaya rumah sakit.

Kempat, sistem bagi untung yang tinggi. Dalam asuransi syariah, syariah, satu orang nasabah tak boleh dirugikan secara finansial. Saat premi sudah jatuh tempo, pihak asuransi akan membagikan pokok premi beserta imbal hasil sesuai dengan yang telah dijanjikan sebelumnya.

Agar nasabah tak salah paham tentang sistem bagi untung, petugas asuransi akan menjelaskan mekanisme bagi untuk secara detail untuk memastikan nasabah benar-benar paham sehingga tidak merasa dirugikan di kemudian hari.

Baca selengkapnya di sini. (ism)  

[crosslink_1]

6 dari 7 halaman

3 Penyebab Asuransi Syariah RI Berjalan Pelan

Dream – Potensi pasar asuransi syariah di Tanah Air masih cukup besar. Survei terbaru dari Prudential menemukan hampir 40 respoden menyatakan berniat untuk memiliki asuransi syariah.

Sebagai negara populasi muslim terbesa di dunia, ceruk bisnis asuransi syariah memang sangat besar. Sayangnya, penetrasi pasarnya masih relatif kecil.

Mengapa?

Pakar ekonomi syariah, Syakir Sula, membeberkan alasan tiga penyebab asuransi syariah di Indonesia masih segitu-gitu aja.

 

 3 Penyebab Asuransi Syariah RI Berjalan Pelan© Dream

 

“ Kenapa pertumbuhan asuransi syariah itu tidak cepat? Modalnya kecil,” kata Syakir di Jakarta, ditulis Kamis 8 Maret 2018.

Menurut Syakir, perusahaan asuransi syariah yang hanya bermodal Rp20 miliar-Rp50 miliar, akan kesulitan berkembang. Mereka akan kesulitan untuk membuka cabang.

“ Kalau modalnya kecil, kita tidak bisa apa-apa,” kata Syakir.

7 dari 7 halaman

Belum Ada Dukungan Signifikan

Masalah kedua adalah belum adanya dukungan signifikan dari pemerintah. Pertumbuhan asuransi syariah di Malaysia lebih pesat daripada Indonesia karena pemerintahnya memberikan support yang begitu besar.

“ Di sana, semua dana pemerintah wajib masuk syariah,” kata dia.

Terakhir, kata Syakir, industri asuransi syariah masih menghadapi persoalan Sumber Daya Manusia (SDM). Hingga kini, Syakir menillai asuransi syariah masih kekurangan tenaga professional.

“ Mengapa Prudential Syariah besar? Karena SDM-nya besar. Ada agen professional khusus syariah,” kata dia.

(Sah)

 

[crosslink_1]

Roger Danuarta Ogah Lihat Cut Meyriska Tampil Modis
Join Dream.co.id