Erick Thohir Tutup 70 BUMN, Bagaimana Nasib Pegawainya?

Dinar | Senin, 29 November 2021 18:35

Reporter : Alfi Salima Puteri

Erick menegaskan penutupan tidak dibarengi dengan pengurangan pegawai.

Dream - Menteri Badan Usaha Milik Negara, Erick Thohir, memutuskan untuk menutup 70 BUMN. Ini lantaran BUMN tersebut sudah tidak efisien, bahkan ada yang tidak beroperasi lagi sejak 20o8.

" Kita sudah tutup 70 BUMN dan kita akan terus melakukan (penutupan)," ujar Erick, dikutip dari Liputan6.com.

Penutupan tentu berdampak pada nasib para pegawai. Terkait hal ini, Erick menyatakan penutupan tidak dibarengi dengan pengurangan pegawai.

" Tidak mengurangi tenaga kerja, kita konsolidasikan," kata Erick.

Kondisi saat ini sangat berbeda dengan dulu. Digitalisasi membawa banyak perubahan pada pola kerja, khususnya BUMN.

 

Erick Thohir Tutup 70 BUMN, Bagaimana Nasib Pegawainya?
Menteri BUMN Erick Thohir
2 dari 3 halaman

Alih Kerja Para Pegawai

Erick bercerita salah satu sektor yang sangat terlihat mengalami perubahan pola kerja akibat digitalisasi adalah perbankan. Setelah sistem digital hadis, satu bank yang dulunya punya tiga kantor cabang di suatu daerah kini hanya punya satu kantor.

Meski begitu, para pegawainya tidak dirumahkan. Mereka dialihkan ke bisnis lain.

" Kita tambah jobdesknya, tadinya di kantor jadi keluar, jadi sales," kata Erick.

 

3 dari 3 halaman

BUMN Harus Berubah

Menurut Erick, di saat seperti ini mau tidak mau di BUMN harus berubah. Seperti merekrut pegawai yang berusia di bawah 35 tahun untuk memenuhi target jumlah anak muda di lingkungan BUMN.

" Satu sampai dua tahun terakhir kita memang agresif merekrut (usia di bawah 35 tahun)," kata dia.

Di samping itu, pegawai senior dipertahankan hingga usia pensiun. Tidak ada pegawai senior yang harus diberhentikan.

" Kita tidak melepas, apalagi di saat pandemi Covid-19 seperti sekarang ini," tutur Erick.

Join Dream.co.id