Pilih Komisaris BUMN dari Parpol, Erick Thohir: Bantu `Bersih-Bersih`

Dinar | Sabtu, 22 Februari 2020 13:40
Pilih Komisaris BUMN dari Parpol, Erick Thohir: Bantu `Bersih-Bersih`

Reporter : Arie Dwi Budiawati

Ini alasannya.

Dream - Sejumlah komisaris BUMN berasal dari partai politik. Menteri BUMN, Erick Thohir, mengaku penunjukan komisaris dari partai politik tak menyalahi aturan.

" Tidak masalah kalau komisaris berasal dari partai politik," kata Erick di Jakarta, Jumat 21 Februari 2020.

Dia mencontohkan Arif Budimanta yang diangkat sebagai komisaris PT Bank Mandiri Tbk (Persero). Seperti diketahui Arif adalah salah satu politisi sekaligus pernah jadi pengurus dari Dewan Pengurus Pusat (DPP) PDI Perjuangan.

" Begini yang tidak boleh di Kementerian itu yang masih menjabat di DPP partai. Jadi, sah-sah saja beliau membantu kita," kata Erick.

2 dari 8 halaman

Jamin Figur yang Bersih

Pada tahun 2020 Erick telah merombak kepengurusan benerapa perusahaan berplat merah tersebut. Erick pun yakin nama-nama yang dipilih merupakan sosok figur yang dapat mendorong progam bersih-bersih.

" Keputusan menteri pasti tidak ada yang sempurna. Namun jika dilihat, sosok yang dipilih ssbagai komisaris adalah figur yang mendukung program bersih-bersih seperti Chandra Hamzah di BTN, Agus Martowarojo di BNI, dan Chatib Basri di Bank Mandiri," kata dia.

Erick memastikan figur-figur yang terpilih tidak menyalahi kebijakan yang ada. Figur - figur tersebut terpilih sebagai komisaris di perusahaan BUMN dilihat dari backgroundnya.

" Figur-figur yang masuk ke jajaran komisaris saya rasa semua ada alasan dan background-nya. Yang dipastikan tidak menyalahi aturan," kata dia.

Pasalnya, berdasarkan Peraturan Menteri BUMN Nomor Per-02/MBU/02/2015 tentang Persyaratan dan Tata Cara Pengangkatan dan Pemberhentian Anggota Dewan Komisaris dan Dewan Pengawas BUMN dijelaskan bahwa secara implisit anggota atau kader partai diizinkan menjabat komisaris BUMN. Namun tidak bagi pengurus partai.

(Sah, Laporan: Rifani Indrianti)

3 dari 8 halaman

Menteri Erick Thohir Sentil Pedas Telkom

Dream - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir, menyindir keras kinerja PT Telkom Indonesia Tbk (Persero). Orang nomor satu di jajaran perusahaan pemerintah ini mengkritik sebagian besar pemasukan dan dividen Telkom berasal dari anak usahanya, PT Telkomsel Indonesia. 

Sentilan Erick semakin keras setelah dia mengusulkan agar Telkom ditiadakan dan menjadikan Telkomsel sebagai BUMN.

“ Enak sih Telkom-Telkomsel dividen revenue digabung hampir 70 persen. Mendingan tidak ada Telkom. Langsung saja Telkomsel ke BUMN. Dividennya jelas,” kata dia di Jakarta, Rabu 12 Februari 2020, dikutip dari Merdeka.com.

Erick mendesak Telkom mengubah bisnis intinya agar bisa bersaing dengan perusahaan milik negara lain. Dia juga ingin perusahaan pelat merah tersebut memiliki database big data seperti dijalankan Alibaba.

“ Makanya kita mau Telkom berubah ke arah salah satunya ke database big data, cloud, masa cloud-nya dipegang alicloud [Alibaba Cloud]. Masa database kita diambil negara lain?” kata dia.

Diakui Erick, pemerintah selama ini merasakan manfaat dari keberadaan BUMN terutama untuk menambah pendapatan negara. Selain pajak sektor andalan, BUMN juga senantiasa rutin memberikan dividen karena statusnya sebagai pemegang saham.

Menteri yang juga pengusaha ini mengakui tak semua negara di dunia, bahkan Amerika Serikat (AS) yang memiliki konsep perusahaan milik negara. Namun dari keberadaannya, kontribusi BUMN pada negara sangat signifikan.  

“ Suka tidak suka, kontribusi BUMN ke Indonesia luar biasa dan model BUMN ini memang tidak di semua negara ada, Amerika tidak ada tapi kalau kita lihat China ada, atau pun perusahaan negara di Norwegia ada yang BUMN,” kata dia.

(Sah, Sumber: Merdeka.com)

4 dari 8 halaman

Dicibir

Wakil Menteri BUMN 1, Budi Gunadi Sadikin (BGS) mencibir Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang menurutnya belum banyak mengantisipasi kecepatan perubahan zaman. Dia khawatir perusahaan bersangkutan pertumbuhannya mati karena tak bisa beradaptasi.

Budi Gunadi memberi contoh salah satu BUMN besar yakni PT Telkom Indonesia yang profitnya di atas Rp20 triliun. Namun perusahaan tersebut secara revenue terhitung datar dengan EBITDA yang makin terdepresi.

“ Saya tanya mereka (Telkom), rencana ke depan seperti apa. Saya bilang, saya punya HP (handphone), saya bayar per bulan Rp1 juta- Rp1,5 juta. Tapi, saya bayar ke perusahaan-perusahaan yang berdiri di atas infrastruktur mereka, itu mungkin Rp2 - Rp3 juta per bulan," kata dia. 

Budi Gunadi pun mengaku mengeluarkan uang lebih besar untuk aplikasi hiburan di telepon genggamnya seperti Spotify, Google Drive, dan iCloud. 

" Saya di situ spend more money dari pada saya bayar bisnis komunikasi infrastruktur yang dibangun dengan ratusan triliun rupiah per tahun. Kita spend itu bayar ke PT Telkom Indonesia," kata dia.

5 dari 8 halaman

Pesan Khusus Erick Thohir ke Dirut dan Komisaris Baru Garuda Indonesia

Dream - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) berharap Irfan Setiaputra bisa menjalankan tugasnya sebagai direktur utama baru PT Garuda Indonesia dengan amanah. Pemerintah juga mengharapkan operasional Garuda Indonesia ke depan akan menjadi lebih baik. 

“ Saya berharap Pak Irfan Setiaputra bisa menjalankan amanah dengan baik,” kata Erick di Jakarta, dikutip dari keterangan tertulis yang diterima Dream, Rabu 22 Januari 2020.

Seperti diketahui, Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) PT Garuda Indonesia Tbk telah menyetujui penunjukan Irfan Setiaputra sebagai direktur utama baru PT Garuda Indonesia Airlines Tbk (Persero).

Di jajaran dewan komisaris, RUPSLB menyetujui Triawan Munaf sebagai komisaris utama dan Yenny Wahid menjadi komisaris independen. 

Erick mengatakan, Kementerian BUMN selaku kuasa pemegang saham pemerintah di Garuda Indonesia telah berupaya mencari figur terbaik untuk mengelola maskapai pelat merah ini.

 

 Pesan Khusus Erick Thohir ke Dirut dan Komisaris Baru Garuda Indonesia© Dream

 

Dengan ditunjukan Irfan, Erick berharap Garuda Indonesia akan menjadi perusahaan yang lebih baik dan “ terbang” lebih tinggi.

Khusus untuk komisaris baru, Kementerian BUMN berharap akan muncul masukan stratego pemasaran serta upaya pemulihan citra Garuda Indonesia yang sempat tercoreng. 

“ Khusus untuk Ibu Yenny Wahid, figur perempuan yang sangat mumpuni, bu Yenny merupakan komisaris independen perwakilan publik yang dapat dipercaya,” kata dia.

6 dari 8 halaman

Sah! Irfan Setiaputra jadi Dirut Garuda Indonesia, Yenny Wahid Komisaris

Dream - Jajaran direksi dan komisaris baru PT Garuda Indonesia Tbk (Persero) akhirnya resmi ditetapkan. Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) menyetujui pengangkatan Irfan Setiaputra sebagai direktur utama baru menggantikan Gusti Ngurah Askhara Danadiputra (Ari Askhara).

Irfan bukan orang baru di kalangan perusahaan milik pemerintah. Pria tinggi jangkung ini sebelumnya pernah menjabat sebagai Dirut PT Inti (Persero) di era Menteri BUMN, Sofyan Djalil. 

 

 Sah! Irfan Setiaputra jadi Dirut Garuda Indonesia, Yenny Wahid Komisaris© Dream

Selain Dirut baru, pemegang saham Garuda Indonesia juga menyetujui penunjukan Triawan Munaf menjadi komisaris utama maskapai penerbangan pelat merah ini. Triawan sebelumnya merupakan mantan Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf).

Nama terkenal lain yang duduk di jajaran komisaris Garuda Indonesia adalah Yenny Wahid, putri dari Presiden Keempat Indonesia, Abdurrahman Wahid atau Gus Dur. 

Mengutip laman Liputan6.com, Rabu 22 Januari 2020, berikut adalah daftar lengkap jajaran komisaris dan direksi Garuda Indonesia.

7 dari 8 halaman

Komisaris

1. Komisaris Utama: Triawan Munaf

2. Wakomut Komisaris: Chairal Tanjung

3. Komisaris Independen : Yenny Wahid

4. Komisaris Independen: Elisa Lumbantoruan

5. Komisaris: Peter Gontha

8 dari 8 halaman

Direksi

1. Direktur Utama : Irfan Setiaputra

2. Wakil Direktur Utama : Dony Oskaria

3. Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko : Fuad Rizal

4. Direktur Operasi : Tumpal Manumpak Hutapea

5. Direktur Human Capital : Aryaperwira Adileksana

6. Direktur Teknik : Rahmat Hanafi

7. Direktur Layanan, Pengembangan Usaha, dan IT : Ade R. Susardi

8. Direktur Niaga dan Kargo : M. Rizal Pahlevi

(Sumber: Liputan6.com/Pramita Tristiawati)

Cara Samuel Rizal Terapkan Hidup Sehat Pada Anak
Join Dream.co.id