EMTEK Pancang Target Mendunia, Yakin Pasok Konten ke Pemain Global

Dinar | Kamis, 29 September 2022 19:48

Reporter : Editor Dream.co.id

Alvin Sariatmadja meyakini industri media televisi akan bertahan dan masih memegang peran penting bagi pengiklan. Platform OTT juga akan semakin berkembang dan vidio akan lebih mengglobal.

Dream - CEO PT Elang Mahkota Teknologi Tbk atau EMTEK, Alvin Sariatmadja memiliki visi untuk menjual konten yang selama ini menguasai Indonesia ke dunia internasional. Perusahaan selama ini telah menempatkan banyak usaha, waktu, dan investasi untuk mengembangkan bisnis.

" Saya memiliki kesempatan untuk memiliki platform di negara ini dalam dua hingga tiga tahun ke depan. Jadi saya akan mengubah jendela itu. Jika semuanya gagal, dan ada kemungkinan hal-hal akan gagal ketika segala sesuatunya terlihat baik," ujar Alvin saat diundang sebagai salah satu pembicara dalam APOS Summit di Singapura, Kamis, 29 September 2022.

Berdiri sejak 1983, EMTEK saat ini telah menjalani empat pilar bisnis yaitu perawatan kesehatan, media, teknologi, dan layanan keuangan dengan seorang SEO di bidangnay masing-masing.

Dalam 12 bulan terakhir, Alvin mengaku cukup beruntung karena mampu mengumpulkan modal kurang dari US$3 miliar di berbagai bisnis perusahaan.

" Itu salah satu yang kami pikir saya memiliki kesempatan untuk membangun sebuah platform," katanya.

Terkait pengembangan bisnisnya, Alvin menegaskan perusahaan selalu bisa menjadi arm dealer dan terus menjual konten ke semua pemain global.

" Tentu saja, dalam jangka waktu itu, jika kita mengejarnya, kita akan fokus," tegas Alvin.

EMTEK Pancang Target Mendunia, Yakin Pasok Konten ke Pemain Global
CEO Emtek, Alvin Sariaatmadja Berkesempatan Untuk Menjadi Salah Satu Pembicara Dalam APOS Summit Di Singapura, Kamis (29/9/2022). (Foto: Liputan6.com/Tangkapan Layar: Benedikta Miranti)
2 dari 2 halaman

Yakin Media Televisi Masih Penting dan Bertahan Lama

Pada bagian lain, Alvin juga meyakini industri televisi makin akan terus berkembang bahkan bertahan lebih lama dari yang diperkirakan. Keyakinan itu sekaligus membalikan kabar yang menyebutkan bisnis media, khususnya televisi akan mengalami penurunan kinerja.

" Saya pikir mungkin karena fakta bahwa ini adalah bisnis gratis. Itu bertahan lebih lama dan akan ada lebih lama dari yang kita pikirkan," katanya.

Diakuinya, media televisi sampai saat ini dipandang masih sangat penting bagi pengiklan untuk menjangkau khalayak atau massa yang banyak. Namun Alvin juga berusaha memahami dan melihat bisnis televisi dapat berkembang dari pasar lain.

Berkembang dari bisnisnya di industri televisi, Grup Emtek melebarkan sayapnya untuk menjual konten lewat terobosan barunya yakni Vidio.

 Vidio.com© istimewa

Vidio merupakan salah satu lini bisnis di bawah Grup Emtek yang telah menjadi platform layanan media OTT (over the top) berbayar yang sukses di bidangnya. Terkenal dengan konten olahraga yang menjadi daya tarik utamanya, Vidio kini juga menggaet penonton dan subscriber dengan konten lokal yang berkualitas.

Alvin menceritakan soal Vidio yang kini telah berhasil empat juta subscriber, di mana targetnya bisa mencapai sepuluh hingga 20 juta.

" Jadi pasti Direct-to-Consumer (DTC) memberi kita kemampuan untuk menggaet lebih banyak pelanggan dan pada tingkat yang jauh lebih efisien. Jadi kami sangat bersemangat untuk potensi pertumbuhan yang akan datang dengan itu," kata Alvin.

Join Dream.co.id