Ekonomi Indonesia Diprediksi Tumbuh Dekati 5 Persen

Dinar | Jumat, 28 Mei 2021 08:36

Reporter : Arie Dwi Budiawati

Apa saja yang menjadi faktor pendorongnya?

Dream – Chief of Economist PT Bank Syariah Indonesia Tbk, Banjaran Surya Indrastomo, mengatakan, pertumbuhan ekonomi Indonesia diprediksi tumbuh mendekati 5 persen pada  2021.

Menurut Banjaran, kebijakan seperti stimulus berupa diskon PPnBM serta subsidi bagi UMKM dan korporasi bisa menjadi pengerek perekonomian pada tahun ini. Tak hanya itu, mobilitas masyarakat yang meningkat dan momen Ramadan juga menjadi faktor yang bisa mendorong pertumbuhan ekonomi.

“ Ini memberikan sinyal pemulihan ekonomi di arah on the right track,” kata dia dalam konferensi pers virtual.

 Chief of Economist PT Bank Syariah Indonesia Tbk, Banjaran Surya Indrastomo.© Konferensi pers virtual Bank Syariah Indonesia

Sektor syariah, termasuk keuangan syariah sosial, tambah Banjaran, juga bisa mendorong pemulihan perekonomian.

“ Selain itu, akselerasi peningkatan ZISWAF (zakat, infak, sedekah, wakaf) diharapkan bisa dioptimalkan jadi instrument safety net untuk membangun ketahanan ekonomi umat,” kata dia.

Ekonomi Indonesia Diprediksi Tumbuh Dekati 5 Persen
Bank Syariah Indonesia Memprediksi Ekonomi Indonesia Tumbuh Mendekati 5 Persen Pada Kuartal II 2021.
2 dari 3 halaman

BSI Masuk Daftar The World’s Best Banks 2021 Versi Forbes

Dream – PT Bank Syariah Indonesia Tbk. atau BSI baru saja masuk dalam daftar bank terbaik dunia, The World’s Best Banks 2021 versi Forbes. Masuknya BSI dalam daftar tersebut, menurut Forbes, mengacu pada hasil survei yang dilakukan terhadap lebih dari 43 ribu konsumen yang mewakili 28 negara, atas lima kriteria penilaian berbeda yaitu trust, terms and conditions, customer services, digital services, dan financial advice.

BSI memang baru seumur jagung, tepatnya tiga bulan pasca penggabungan tiga bank syariah milik Himbara. Forbes menilai BSI memenuhi lima kriteria penilaian tersebut dengan baik.

Direktur Utama BSI Hery Gunardi mengatakan pencapaian itu menjadi motivasi perseroan untuk senantiasa meningkatkan layanan kepada nasabah dan masyarakat luas, dan mendorong pengembangan ekonomi syariah demi kesejahteraan umat di masa mendatang.

Pihaknya BSI berkomitmen pada kemaslahatan umat dengan mengusung beragam agenda sustainable finance. Seperti program ekonomi desa, ketahanan pangan, beasiswa sociopreneur, keberpihakan kepada UMKM serta berperan aktif dan terdepan mendorong pemulihan ekonomi nasional.

“ Kami terus berkomitmen untuk menjadi bank yang inklusif, memajukan ekonomi Syariah di Tanah Air dan membawa Indonesia menjadi pusat gravitasi ekonomi syariah di lingkup regional dan global. Pengakuan dari Forbes ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus bekerja keras mewujudkan hal tersebut,” kata Hery dalam rilis resmi yang diterima Dream, 26 Mei 2021.

 

3 dari 3 halaman

Sebelumnya, BSI mencatatkan laba bersih Rp742 miliar pada triwulan I/2021. Pencapaian itu naik 12,85% dibandingkan dengan periode yang sama pada 2020 sebesar Rp657 miliar. Kenaikan kinerja tersebut didorong oleh peningkatan pendapatan margin dan bagi hasil sebesar 5,16% secara year-on-year (yoy).

 Bank Syariah Indonesia Siap Layani 2 Juta Nasabah di Aceh© MEN

Dari sisi liabilitas, BSI mengelola Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar Rp205,5 triliun. Jumlah tersebut naik 14,3% secara tahunan. Pertumbuhan itu didorong meningkatnya dana murah berupa giro dan tabungan yang dikelola perusahaan sebesar 14,73%. Per Maret 2021, rasio dana murah (CASA) yang dihimpun BSI mencapai 57,76 persen dibanding total DPK, naik dari posisi triwulan I/2020 yang ada di angka 57,54 persen.

Selain itu volume transaksi kanal digital BSI tercatat tumbuh signifikan hingga nilainya mencapai Rp40,85 triliun atau naik 43,4% secara tahunan. Kontribusi terbesar pertumbuhan volume transaksi digital BSI berasal dari layanan BSI Mobile yang naik 82,53 persen secara tahunan menjadi Rp17,3 triliun.

Join Dream.co.id