Ekonomi Dunia Belum Kondusif, Indeks Syariah Naik Terbatas

Dinar | Kamis, 29 Agustus 2019 17:08
Ekonomi Dunia Belum Kondusif, Indeks Syariah Naik Terbatas

Reporter : Arie Dwi Budiawati

Rupiah juga menguat `malu-malu`.

Dream - Indeks syariah kompak menguat pada penutupan perdagangan Kamis, 29 Agustus 2019. Namun laju penguatan ini masih relatif tipis mengingat sentimen kondisi ekonomi global yang dianggap belum kondusif.

Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) menanjak 0,278 poin (0,15%) ke level 190,536 saat sesi perdagangan berakhir. ISSI menguat seharian usai dibuka di level 190,402 saat sesi prapembukaan perdagangan.

Memasuki sesi perdagangan, ISSI kembali menanjak ke level 190,575 dan bergerak terbatas di zona positif. ISSI mampu menyentuh level tertingginya di 191,284.

Indeks bluechip syariah, Jakarta Islamic Index (JII), juga naik 2,407 poin (0,35%) ke level 691,429. Sedangkan Indeks JII70 bertambah 0,626 poin (0,27%) ke level 234,913.

Meski masih ada aksi beli, kecemasan investor dengan kondisi ekonomi global seperti belum sepenuhnya hilang. Ini terlihat dari laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang naik tipis 7,473 poin (0,12%) ke level 6.289,119.

2 dari 6 halaman

Masih Tahan Diri?

Investor masih menahan diri melantai di bursa. Mereka cenderung membeli saham industri dasar, pertambangan, keuangan, dan infrastruktur. Kelima indeks sektoral ini masing-masing menguat 1,23 persen, 0,72 persen, 0,44 persen, dan 0,24 persen.

Sebaliknya, indeks sektor pertanian melemah 1,11 persen, barang konsumsi 0,77 persen, properti 0,52 persen, industri aneka 0,25 persen, dan manufaktur 0,13 persen.

Harga saham FISH naik Rp600, INTP Rp525, PICO Rp490, ITMG Rp425, dan ICBP Rp175.

Emiten syariah top loser kali ini adalah MKPI yang harga sahamnya melemah Rp900, BUKK Rp435, OMRE Rp355, ACST Rp290, dan TCID Rp225.

Dari pasar keuangan, laju rupiah pada perdagangan pukul 16.19 WIB menguat pelan. Dolar AS sore ini melemah 38 poin (0,27%) ke level Rp14.221.

3 dari 6 halaman

Yakin Perang Dagang Berakhir Damai, Indeks Syariah Kompak Menguat

Dream - Laju indeks syariah masih belum terbendung pada penutupan perdagangan harian Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu 28 Agustus 2019. Adanya harapan perdamaian dari Perang Dagang Amerika Serikat dan China membuat investor tak ragu berburu saham. 

Penguatan indeks saham di BEI juga ditopang oleh indikasi teknikal yang menunjukan indeks tengah berada dalam posisi tren naik.

Sektor saham industri dasar dan manufaktur kali ini memimpin laju penguatan bursa.

Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) naik 0,374 poin (0,19%) ke level 190,258 di sesi penutupan perdagangan. ISSI bergerak fluktuatif setelah dibuka di level 190,287 saat sesi prambukaan dan masih melaju ke level 190,419 saat bel perdagangan dibunyikan. 

 Yakin Perang Dagang Berakhir Damai, Indeks Syariah Kompak Menguat

Laju ISSI di pertengahan pekan ini tak sepenuhnya berjalan mulus. Sejam jelang penutupan, ISSI sempat terpeleset masuk zona merah namun diselamatkan oleh aksi beli jelang penutupan. ISSI menyentuh level tertinggi di 190,991 dan terendah 189,745.

Indeks keping biru syariah, Jakarta Islamic Index (JII), juga turut naik 2,517 poin (0,37%) ke level 689,022. Sementara Indeks JII70 menanjak 0,723 poin (0,31%) ke level 234,287.

Kembali melantainya pelaku pasar membuat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 3,475 poin (0,05%) ke level 6.281,646.

4 dari 6 halaman

Dua Sektor Ini Jadi Primadona

Mayoritas indeks sektoral menguat. Investor getol membeli saham, terutama di sektor industri dasar dan manufaktur. Indeks industri dasar menguat 1,22 persen dan barang konsumsi 1,14 persen.

Sebaliknya indeks sektor properti terkoreksi 1,08 persen, industri aneka 1,06 persen, infrastruktur 0,49 persen, dan keuangan 0,41 persen.

Emiten syariah yang mencetak top gainer dari sisi kenaikan harga saham kali ini adalah UNVR yang menguat Rp600, PICO Rp400, PDES Rp200, UNTR Rp200, dan AKRA Rp180.

Sebaliknya, harga saham FIRE terkoreksi Rp300, JSMR Rp175, INPP Rp105, POLL Rp100, dan MERK Rp90.

Pada pukul 16.08, rupiah melemah terhadap dolar AS. Nilai tukar dolar AS menguat 17 poin (0,12%) ke level Rp14.272 per dolar AS.

5 dari 6 halaman

Indeks Syariah Balik Menanjak, Saham Industri Dasar Primadona

Dream - Kecemasan pelaku pasar akan sentimen ketegangan perang dagang AS-Tiongkok untuk sementara mereda. Sejumlah indeks acuan, termasuk indeks saham syariah, bergerak menguat dan berlawanan dengan analisa pelaku pasar. 

Penguatan juga terjadi di pasar keuangan dengan laju rupiah yang ikut menguat di perdagangan sore hari ini, Selasa 27 Agustus 2019.

Dikutip dari papan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI), menguat seharian setelah dibuka di 187,656 di sesi pra-pembukaan.

Memulai sesi pembukaan, ISSI kembali unjuk gigi dengan tancap gas ke level 188,488. Laju ISSI seperti tak terbendung saat menyentuh level tertinggi di 190,164. Namun jelang penutupan, investor mengerem sedikit aksi beli saham mereka sehingga membuat ISSI ditutup hanya dengan kenaikan 2,228 poin (1,19%) ke level 189,884

 Indeks Syariah Balik Menanjak, Saham Industri Dasar Primadona

Laju positif sepanjang hari di zona positif juga diukir indeks keping biru syariah, Jakarta Islamic Index (JII). Meski hampir menyentuh zona negatif  di awal sesi perdagangan, JII melesat 11,635 poin (1,72%) ke level 686,505 di sesi penutupan.

Penguatan tinggi juga dicetak indeks JII70 yang tumbuh 3,156 poin (1,37%) ke level 233,564.

Mematahkan prediksi para analis, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini menunjukan tajinya. Indeks acuan BEI ini menanjak 63,661 poin (1,02%) ke level 6.278,171.

6 dari 6 halaman

Sektor Manufaktur dan Properti Jadi Primadona

Investor memutuskan terjun ke lantai bursa setelah kemarin dicemaskan oleh perang dagang Amerika-China yang semakin memanas. Kali ini lantai bursa mencatat 
frekuensi transaksi perdagangan saham 480.686 kali dengan volume perdagangan 16,4 miliar saham.

Nilai transaksi harian saham di BEI juga naik signifikan menjadi Rp 10,6 triliun. Asing masih melakukan aksi jual dengan Rp253,57 miliar. 

Adanya aksi beli mendorong beberapa indeks sektoral menanjak tinggi. Investor berburu saham di sektor manufaktur yang naik 1,44 persen dan industri dasar  3,36 persen.

Harga saham UNVR menanjak Rp1.400, INTP Rp725, POLL Rp700, UNTR Rp575, dan SILO Rp375.

Sebaliknya, harga saham bluechip syariah yang terkoreksi kali ini adalah AALI sebesar Rp300, TCID Rp300, MDKA Rp250, MAPA Rp200, dan JSMR Rp175.

Pada 16.18, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS menguat tipis. Kurs dolar AS turun 34 poin (0,24%) ke level Rp14.208 per dolar AS.

Catat! Tips Tampil dengan Makeup Bold Ala Tasya Farasya-
Join Dream.co.id