Indeks Bluechip Syariah Unjuk Gigi Jelang Sesi Penutupan

Dinar | Jumat, 20 September 2019 16:50
Indeks Bluechip Syariah Unjuk Gigi Jelang Sesi Penutupan

Reporter : Arie Dwi Budiawati

Bagaimana dengan kondisi rupiah dan IHSG?

Dream - Pelaku pasar modal masih belum berani terjun ke lantai bursa meski muncul sentimen positif dari penurunan suku bunga Bank Indonesia dan The Federal Reserves. Aksi wait & see investor membuat sejumlah indeks saham berguguran. 

Pemodal justru mendengar sentimen cukup mencemaskan terkait pertumbuhan ekonom Indonesia pada kuartal III-2019 sebesar 5,1 persen. Angka ini relatif stagnan dari pertumbuhan setahun lalu.

Munculnya dua sentimen yang berlainan tersebut membuat tiga indeks saham syariah bergerak berlainan. Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) mengikuti laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang bergerak melemah.

Sementara dua indeks bluechips syariah, justru naik tipis mengikuti laju rupiah yang sedikit menguat.

Pada penutupan perdagangan harian BEI, Jumat 20 September 2019, ISSI melemah 0,142 poin (0,07%) ke level 190,039. ISSI sempat bergerak menguat ke level 191,366 saat sesi perdagangan dibuka. 

Sayang laju menanjak itu hanya bertahan 11 menit. ISSI yang mulai diserang tekanan jual langsung turun ke teritori negatif dan mendekam di zona merah sepanjang perdagangan. 

Meski muncul aksi beli jelang sesi penutupan, ISSI tak mampu keluar dari tekanan koreksi saat perdagangan ditutup.

Laju berlawanan terjadi pada dua indeks bluechip syariah. Sama-sama mengalami tekanan di sesi pertama, Jakarta Islamic Index (JII) bisa menutup perdagangan dengan penguatan tipis 1,404 poin (0,20%) ke level 695,031.

Aksi koleksi investor pada saham bluechips syariah sukses mendorong indeks JII yang tertekan kembali ke jalur hijau. 

Kenaikan juga dialami Indek JII70 yang menguat 0,909 poin (0,04%) ke level 235,505.

Sementara IHSG tak sanggup melawan tekanan usai turun 12,997 poin (0,21%) ke level 6.231,473.

2 dari 6 halaman

Saham Infrastruktur Meroket

Saham infrastruktur menjadi pilihan investor dengan bergerak naik 1,21 persen. Disusul emiten sektor pertambangan 0,86 persen, dan pertanian 0,43 persen.

Koreksi terjadi saham-saham di sektor industri dasar dengan indeks turun 0,75 persen, perdagangan 0,65 persen, dan manufaktur 0,60 persen.

Jelang libur akhir pekan ini, emiten syariah pencetak top gainer dihuni oleh TCID yang harga sahamnya naik Rp500, SMGR Rp400, UNTR Rp250, POLL Rp175, dan FAST Rp170.

Sebaliknya, harga UNVR terkoreksi Rp425, EMTK Rp375, INTP Rp325, ITMG Rp325, dan INDR Rp220.

Pada 16.06, nilai tukar rupiah justru menguat 14 poin (0,1%) ke level Rp14.046 per dolar AS.(Sah)

3 dari 6 halaman

Penurunan BI Rate Tak Mampu Angkat Indeks Syariah

Dream - Kabar baik kpeutusan Bank Indonesia (BI) memangkas suku bunga acuan 25 basis poin menjadi 5,25 persen direspons dingin pelaku pasar. Sejumlah indeks acuan di Bursa Efek Indonesia (BEI), termasuk indeks saham syariah, justru bergerak melemah.

Selain memantau hasil Rapat Dewan Gubernur BI, investor juga masih mengikuti kabar terbaru dari rilis pertemuan bank sentral Amerika Serikat, The Federal Reserves. 

Pada penutupan perdagangan harian BEI, Kamis, 19 September 2019 Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) terkoreksi 0,981 poin (0,51%) ke level 191,081. ISSI hanya bergerak menguat di menit awal perdagangan.

 

 Penurunan BI Rate Tak Mampu Angkat Indeks Syariah

 

ISSI dibuka menguat ke level 192,170 di ses pra-pembukaan dan masih melaju naik ke level 192,279. Puncaknya ISSI sempat menyentuh level tertinggi di 192,488 di satu menit usai bel tanpda perdagangan dimulai.

Namun penguatan itu berlangsung singkat. Investor gencar melakukan aksi jual saham dan menyeret ISSI jatuh ke zona merah. ISSI melemah ke level terendah di 190,909.

Koreksi juga dialami indeks keping biru syariah, Jakarta Islamic Index (JII), yang terpangkas 6,552 poin (0,94%) ke level 693,627.

Sementara indeks JII70 merosot 1,928 poin (0,81%) ke levl 235,406. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah 32,136 poin (0,51%) ke level 6.244,470.

4 dari 6 halaman

Tiga Indeks Sektoral Ini Melempem

Para penanam modal ramai-ramai melepas sahamnya di sektor pertanian, industri aneka, dan pertambangan. Ketiga indeks sektoral ini melorot masing-masing 1,44 persen, 1,19 persen, dan 1,19 persen.

Emiten syariah pencetak top gainer kali ini adalah POLL yang harga sahamnya menguat Rp325, GHON Rp250, SILO Rp175, TCPI Rp175, dan MAPA Rp150.

Sebaliknya, harga saham UNTR melemah Rp775, TCID Rp400, SMGR Rp375, AALI Rp300, dan FASW Rp300.

Penurunan suku bunga Bank Indonesia (BI) justru mengerek nilai tukar rupiah. Pada 16.10, nilai tukar dolar AS melemah 45 poin (0,32%) ke level Rp14.055.(Sah)

5 dari 6 halaman

Indeks Syariah dan Rupiah Kompak Menguat

Dream - Indeks syariah kompak menguat pada Rabu 18 September 2019. Mayoritas indeks sektoral menguat, kecuali sektor pertambangan.

Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) menguat 0,815 poin (0,43%) ke level 192,062. ISSI bergerak fluktuatif setelah dibuka memerah di 191,183.

Indeks keping biru syariah, Jakarta Islamic Index (JII) naik 2,257 poin (0,32%) ke level 700,179.

 Indeks Syariah dan Rupiah Kompak Menguat

Indeks JII70 menguat 1,204 poin (0,51%) ke level 237,334.

‌Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) naik 39,943 poin (0,64%) ke level 6.276,633.

6 dari 6 halaman

Investor Kembali Pede

Investor kembali percaya diri melantai di bursa. Para penanam modal gencar membeli saham industri aneka, keuangan, dan properti.

Ketiga indeks sektor ini menguat 2,70 persen, 1,06 persen, dan 0,78 persen.

Sektor pertambangan melemah 0,38 persen setelah Menteri Energi Arab Saudi, Pangeran Abdulazis bin Salman, menyebut pasokan minyak aman setelah serangan drone ke kilang minyak Aramco. Selain pertambangan, indeks sektoral yang melemah lainnya adalah pertanian sebesar 0,98 persen dan perdagangan 0,21 persen.

Emiten syariah pencetak top gainer kali ini adalah ASII yang harga sahamnya terangkat Rp225, MDKA Rp225, TCPI Rp200, dan BTPS Rp180.

Sebaliknya, yang menjadi top loser kali ini adalah BYAN yang harga sahamnya melemah Rp400, ITMG Rp375, UNTR Rp325, UNVR Rp275, dan MINA Rp160.

Pasar masih menanti keputusan suku bunga The Fed. Ini berimbas kepada nilai tukar dolar AS.

Pada 16.05, rupiah menguat tipis terhadap dolar AS. Dolar AS melemah 18 poin (0,13%) ke level Rp14.082 per dolar AS.

BJ Habibie Dimakamkan di Samping Ainun Habibie
Join Dream.co.id