Beromzet Rp300 Juta, Begini Cara Preman Insaf Jadi Juragan Bubur Ayam Rintis Bisnis

Dinar | Jumat, 28 Januari 2022 15:12

Reporter : Alfi Salima Puteri

Omzet penjualan bubur mantan preman ini bahkan bisa mencapai Rp300 juta per bulan.

Dream - Ketika keinginan kuat untuk berubah datang takkan ada seorang pun bisa menghalanginya. Kisah inilah yang datang dari seorang bekas preman sebuah terminal yang insaf dan memutuskan mencari penghasilan dari cara yang halal.

Berkat kesadaran itu pula, pria itu telah mengubah statusnya sebagai seorang preman menjadi juragan dari 8 cabang bubur ayam.

Pria itu bernama Jerry, sosok yang dikenal sebagai juragan bubur ayam. Kehidupan kelam sebagai preman ditinggalkan karena dirinya sadar bahwa perbuatannya selama ini telah merugikan keluarga. Akhirnya Jerry pun berhenti menjadi preman dan mencoba belajar membuat bubur ayam dari kakaknya.

Meski demikian, dalam menjalankan bisnis bubur ayam tersebut tak semudah yang dibayangkan. Ia kerap mengalami lika-liku, bahkan sempat gagal di beberapa tempat mangkal.

" Awalnya cari tempat itu susah banget buat jualan. Udah pernah cari ke Kuningan, Tebet tapi gak cocok karena kontraknya mahal," ujar Jerry dalam video YouTube Kawan Dapur, 08 Juni 2021.

Hingga akhirnya pada tahun 2012 ia menemukan tempat berjualan di kawasan Pademangan, Jakarta Utara. Di sanalah usaha bubur ayamnya berjalan dengan diberi nama Bubur ayam Bang Jerry.

Bubur Ayam Bang Jerry pusatnya berada di wilayah Pademangan, Jakarta Utara. Di sejumlah gang, ada empat lapaknya yang menjajakan bubur ayam khas Pemalang.

Beromzet Rp300 Juta, Begini Cara Preman Insaf Jadi Juragan Bubur Ayam Rintis Bisnis
Foto: Tangkapan Layar Kanal YouTube Kawan Dapur
2 dari 3 halaman

Sementara empat cabang gerobak lainnya, tersebar di Mangga Besar dan Tangerang. Setiap hari, Jerry dan seluruh pegawainya harus membuat puluhan liter bubur.

Tak disangka, saat pertama kali berjualan, bubur ayamnya langsung laris diserbu pembeli. Dari yang awal hanya menggunakan 3 liter beras, kini bisa menghabiskan 7 hingga 12 liter.

Tak butuh waktu lama bagi Jerry untuk membuka cabang baru untuk usaha bubur ayamnya. Selang dua bulan, ia berhasil mendirikan cabang keduanya yang berlokasi tak jauh dari cabang pertama.

Usahanya pun semakin berkembang pesat, hingga setiap beberapa bulan ia membangun cabang baru dan kini Jerry sudah memiliki 8 cabang sekaligus.

" Delapan cabang, di Pademangan 4, di Mangga besar 2, Tangerang 2. Ada yang (bawa) 9 liter, ada yang 5, 6 4, 8, sama 7. Kalau di sini 9 liter. Kalau sore 5 liter. Satu porsi (bubur) Rp10 ribu. Kalau hari libur, bisa bawa 20 liter," kata Jerry.

3 dari 3 halaman

Bubur ayamnya dibanderol sekitar Rp10 ribu per porsi. Sebelum pandemi Covid-19 biasanya ia dan karyawan bisa berjualan bubur ayam di tiga waktu dalam sehari. Namun, kini hanya bisa dua waktu saja.

" Dulu itu pagi, sore, sampe malam. Jadi kalau bubur abis ya kita masak lagi," ujar Jerry.

Kini Jerry telah memiliki 17 orang karyawan. Ia mengaku tak menyangka bahwa dirinya bisa sukses menjadi juragan bubur ayam. Dari hasil kedelapan cabangnya itu, Jerry bisa memperoleh omzet mencapai Rp300 juta per bulan.

Join Dream.co.id