Unilever Cari 3000 Pemulung untuk Kelola Sampah

Dinar | Minggu, 21 Februari 2021 08:02
Unilever Cari 3000 Pemulung untuk Kelola Sampah

Reporter : Dwi Ratih

Pemulung memiliki peran sentral yang patut diperhatikan.

Dream - Menyambut peringatan Hari Peduli Sampah Nasional 2021 yang jatuh pada 21 Februari mendatang, PT Unilever Indonesia, Tbk bekerjasama dengan Perkumpulan Pemulung Indonesia Mandiri (PPIM) untuk ikut berkontribusi dalam rantai pengelolaan sampah serta merupakan upaya peningkatan kualitas hidup.

Kenapa pemulung?

Info dari Dr. Alin Halimatussadiah, Ph.D selaku Ketua Kajian Ekonomi Lingkungan, LPEM FEB UI pada konferensi pers virtual Kamis, 18 Februari 2021 kemarin, pemulung memiliki peran sentral yang patut diperhatikan.

Alasannya, karena pemulung berjasa mengumpulkan sampah sebagai bahan baku yang mendukung industri daur ulang.

" Oleh karena itu, sudah saatnya kita melekatkan para pemulung ke dalam kesatuan rantai nilai pengelolaan sampah yang lebih utuh,” tuturnya.

2 dari 5 halaman

 Ilustrasi© Shutterstock

Hal ini sejalan dengan hasil studi Unilever Indonesia dan Suistainable Waste Indonesia (SWI) yang mengungkap, lebih dari 80% sampah plastik terkumpul di Pulau Jawa berasal dari pemulung.

Sedangkan 20% sisanya berasal dari bank sampah, TPS3R (Tempat Pengelolaan Sampah Reuse, Reduce, dan Recycle) serta penampung sampah plastik lainnya.

Namun sayangnya, sebagian masyarakat kerap menyematkan stigma negatif kepada pemulung sebagai masalah sosial yang mesti segera diatasi sehingga kehadiran mereka kerap mendapatkan tentangan.

" Banyaknya pembatasan juga membuat mereka sulit bermobilisasi, belum lagi sebagian besar perumahan masih ditutup untuk mencegah penyebaran Covid-19. Untuk dapat terus menyambung hidup dan berkontribusi dalam mengurai permasalahan sampah, mereka membutuhkan dukungan dari kita semua,” jelas Prispolly Davina Lengkong selaku Ketua Umum PPIM di kesempatan yang sama.

3 dari 5 halaman

Target 3000 pemulung

Untuk itu, Unilever Indonesia dan PPIM luncurkan kerjasama baru yang menargetkan 3000 pemulung sebagai penerima manfaat dari rangkaian program edukasi dan pemberdayaan masyarakat.

Program edukasi ini antara lain meliputi pelatihan literasi keuangan, keterampilan berkomunikasi, hingga perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) yang diharapkan dapat menjadi modal dasar bagi para pemulung untuk meningkatkan kualitas hidup mereka.

Program Unilever Indonesia dan PPIM ini melanjutkan kerjasama kedua institusi yang berawal di 2020 melalui penyerahan sarana mesin press sampah plastik untuk membantu meningkatkan nilai ekonomis yang kemudian dijual para pemulung kepada para pengepul sampah.

" Jika dikelola dengan baik, sampah plastik justru dapat memberikan nilai ekonomi, sehingga transisi menuju konsep ekonomi sirkular, yang kini menjadi semakin krusial untuk mengubah permasalahan sampah plastik menjadi peluang menuju pemulihan ekonomi nasional,” jelas Nurdiana Darus selaku Head of Corporate Affairs and Sustainability PT Unilever Indonesia, Tbk.

Reporter: Yuni Puspita Dewi

4 dari 5 halaman

Sampah Jenis Baru Ancam Teluk Jakarta

Dream - Sejumlah aliran sungai yang mengarah ke Teluk Jakarta diketahui membawa sampah dari hulu. Tetapi selama pandemi Covid-19, ada sampah jenis baru yang berpotensi mencemari Teluk Jakarta.

Guru Besar Departemen Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Institut Pertanian Bogor (IPB), Etty Riani, mendapat temuan berupa sampah medis. Jumlahnya cukup banyak.

Temuan tersebut didapat dari penelitian yang dijalankan Etty bersama tim gabungan dari LIPI dan Universitas Terbuka di sejumlah titik aliran sungai.

Anggota tim tersebut yaitu Muhammad Reza Cordova, Intan Suci Nurhati dari LIPI dan Marindah Yulia Iswari beserta Nurhasanah dari Universitas Terbuka.

" Kondisi sebelum pandemi, terlihat jumlah sampah cukup tinggi dan dominan dari plastik. Hal yang sama secara komposisi ditemukan juga pada saat pandemi namun terdapat sampah jenis baru di sungai yang akan terbawa ke Teluk Jakarta, yakni sampah medis," ujar Etty melalui keterangan tertulis diterima Dream.

Etty mengemukakan hipotesis, menyatakan terjadi penurunan jumlah pada sampah domestik. Di sisi lain, terjadi peningkatan sampah medis akibat meningginya penggunaan alat pelindung diri seperti masker dan face shield.

" Estimasi kami, terjadi peningkatan atau " kebocoran" sampah medis dari yang sebelumnya tidak ditemukan, menjadi 15-16 persen," ucap Etty.

5 dari 5 halaman

Tingginya Penggunaan APD Sekali Pakai

Etty menduga kebocoran ini terjadi akibat tingginya konsumsi alat pelindung diri sekali pakai di masyarakat. Sementara meski sudah ada aturan dalam penanganan sampah medis tetap saja ada oknum yang melakukan pelanggaran dengan membuang sampah APD sembarangan.

Penelitian tersebut dilakukan dalam kurun waktu Maret hingga April 2020 di muara Sungai Clincing dan Sungai Marunda. Tim mengoleksi sampah menggunakan jaring sepanjang 75 meter lalu dilakukan pengelompokan jenis sampah.

Hasil riset ini telah diterbitkan pada Jurnal Internasional Chemospher-Elsevier. Dari temuan tersebut, didapati bobot sampah mengalami peningkatan.

Potensi Penyebaran Mikroorganisme Berbahaya

Dari segi kelimpahan, jumlahnya juga meningkat karena adanya sampah medis yang merupakan jenis baru. Sampah didominasi oleh sampah plastik dan juga styrofoam.

" Dominasi sampah plastik sebesar 46 persen secara kelimpahan atau jumlah dan setara dengan 57 persen berat sampah," tuturnya.

Lebih lanjut, Etty menjelasan dampak awal masuknya limbah medis ini akan meningkatkan beban pencemaran dari sisi sampah. Tetapi tidak menutup kemungkinan sampah tersebut membawa mikroorganisme patogen, melepas bahan aditif dan menjadi tempat " penempelan" bahan berbahaya dan beracun di ekosistem perairan.

" Di sisi lain, kemungkinan mikroplastik akan lebih banyak dihasilkan dari sampah medis yang masuk ke lingkungan tersebut," terang Etty.

 

Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.

Join Dream.co.id