OJK Ingin Bank Syariah BUMN Selevel BCA atau BRI Pasca Merger

Dinar | Senin, 21 September 2020 18:12
OJK Ingin Bank Syariah BUMN Selevel BCA atau BRI Pasca Merger

Reporter : Syahid Latif

OJK mengaku Indonesia sampai saat ini belum memiliki bank syariah besar di kategori BUKU IV.

Dream - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyambut positif rencana penggabungan bank syariah pelat merah yang dicanangkan Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Merger itu diharapkan mendorong bank syariah BUMN naik kelas.

" Tentunya akan bisa menjadi bank syariah yang levelnya sama seperti bank buku IV," ujar Ketua Dewan Komisioner OJK, Wimboh Santoso dikutip Dream dari Merdeka.com.

Untuk diketahui Buku IV atau Bank Umum Kelompok Usaha (BUKU) IV adalag ketagori bank yang memiliki modal di atas Rp30 triliun. Bank syariah di kategori ini bisa melakukan seluruh kegiatan usaha dalam rupiah dan valuta asing dan melakukan penyertaan sebesar 35 persen pada lembaga keuangan di dalam dan di luar negeri dengan cakupan wilayah yang lebih luas dari BUKU 3 (international world wide).

Saat ini Indonesia memiliki tujuh bank yang masuk kategori BUKU IV yaitu BRI, Bank Mandiri, BNI, BCA, CIMB Niaga, Bank Danamon, dan Bank Panin. 

 

2 dari 5 halaman

Indonesia Belum Punya Bank Syariah Besar

Wimboh mengatakan Indonesia memang membutuhkan lembaga keuangan syariah yang sepadan dengan pesaingnya di bisnis kovensional. Untuk saat ini Indonesia belum mempunya bank syariah besar yang masuk kategori BUKU IV.

" Apalagi industri keuangan non-bank," ungkapnya.

Menurut Wimboh, OJK menginginkan hadirnya sebuah bank syariah yang memiliki daya saing kuat di industri keuangan. Untuk bisa masuk dalam persaingan itu dibutuhkan skala ekonomi industri keuangan syariah yang lebih besar.

Salah satu upaya untuk mewujudkan hal itu adalah dengan meningkatkan nominal modal minimum maupun akselerasi konsolidasi.

" Jangan sampai hanya ingin bertahan hidup tapi kita harus besar dan bisa bersaing itu adalah yang lebih penting," kata dia. (Sah)

3 dari 5 halaman

Merger Bank Syariah BUMN Berpotensi Saingi Bank UEA

Dream - Rencana merger bank syariah BUMN dinilai bakal berdampak besar terhadap sektor keuangan syariah di Indonesia. Jika rencana itu berjalan, Indonesia akan memiliki entitas bank syariah yang setara dengan Dubai Islamic Bank milik Uni Emirat Arab.

" Merger bank syariah BUMN adalah langkah positif di dalam memperkuatkan sinergi dan bisa memberikan pelayanan yang lebih bersih dan produk yang lebih menarik," ujar CEO Grup Syailendra Asia, Salinah Nordin, dalam keterangan tertulis diterima Dream.

Salinah mengingatkan bank syariah harus bersih dan transparan dalam menjalankan bisnisnya. Hal itu menjadi modal agar bisa bersaing terutama dengan bank konvensional.

" Bank syariah di global seperti Dubai Islamic Bank, nasabahnya sangat besar dari kalangan non-Muslim, ini menunjukkan bahwa bank itu bersih, transparan dan sangat kompetitif dalam bersaing dengan bank konvensional," kata Salinah.

4 dari 5 halaman

Salinah Nordin© Istimewa

CEO Grup Syailendra Asia, Salinah Nordin (Istimewa)

Dia menilai hal terpenting dalam merger bank syariah BUMN yaitu penerapan prosedur baru yang menjamin perbaikan pelayanan terhadap nasabah. Juga perlunya penerapan azas keterbukaan dalam dana nasabah.

" Yang penting merger antar-bank syariah BUMN bisa menerapkan proses dan prosedur yang terbaik untuk kualitas pelayanan pada nasabah, transparan dan bersih. Karena merger ini akan membuat bank syariah BUMN menjadi bank terbesar dan sangat kompetitif," kata dia.

Salinah menerangkan market share bank syariah dengan bank konvensional saat ini masih berada di kisaran 6 persen. Pembiayaan di kisaran 6,38 persen, dana pihak ketiga atau dana masyarakat yang berhasil dihimpun 6,7 persen.

 

5 dari 5 halaman

Dari sisi aset, total aset seluruh bank syariah baru Rp537 triliun. Sedangkan perbankan konvensional total asetmya sudah di angka Rp8.402 triliun.

Meski demikian, Salinah menyatakan ada peluang bagi perbankan syariah untuk terus tumbuh. Terutama jika dilihat dari sisi pertumbuhan aset perbankan syariah selalu 2 digit tiap tahunnya.

Rencana merger bank syariah BUMN sempat digulirkan Menteri BUMN Erick Thohir dan akan dijalankan pada kuartal I 2021. Erick menyatakan bergabungnya bank-bank syariah BUMN akan membuka opsi pendanaan yang lebih luas di dalam negeri.

" Untuk beberapa bank, kita juga sedang kaji, bank-bank syariah ini jadi satu. Insya Allah Februari tahun depan jadi satu, Bank Syariah Mandiri, BRI, supaya juga ada opsi-opsi pendanaan bagi yang percaya bisnis syariah," terang Erick.

Join Dream.co.id