Bikin Haru, Bayi Terlantar Kini Menjelma Jadi Jutawan

Dinar | Kamis, 12 Desember 2019 09:36
Bikin Haru, Bayi Terlantar Kini Menjelma Jadi Jutawan

Reporter : Arie Dwi Budiawati

Bayi tersebut dulunya ditemukan tergeletak di tempat sampah.

Dream - Tidak ada yang bisa menyangkal, menelantarkan bayi adalah perbuatan yang tidak manusiawi. Tanpa orangtua, bayi tidak berdaya dan bisa terancam kematian. 

Merupakan keberuntungan besar jika bayi ditemukan oleh orang yang bertanggung jawab. Bahkan rela memberikan apa saja agar bayi itu tumbuh dengan baik.

Dikutip dari World of Buzz, Pada 1989, seorang bayi ditemukan tergeletak di tempat sampah oleh pejalan kaki di jalanan Florida, Amerika Serikat. Sang penemu bayi itu langsung menelepon polisi.

Bayi malang itu dirawat di rumah sakit dengan luka ringan, lalu diizinkan masuk ke sistem asuh. Kondisi bayi ini menarik perhatian pasangan Nathan dan Betty Figgers.

Pasangan ini menamai bayi tersebut dengan nama Freddie. Pada masa pertumbuhannya, dia sering mengalami kesulitan. Teman-temannya memanggilnya ‘bayi sampah’ setelah tahu dia ditemukan di tempat sampah.

" Orangtua saya mengatakan yang sebenarnya terjadi saat beranjak dewasa. Saya sering memikirkannya sebagai anak. Saya harus mengatakan itu memalukan ketika masih muda,” kata Freddie Figgers. 

2 dari 9 halaman

Berubah Setelah Dibelikan Komputer

Saat berusia 9 tahun, ada satu hal yang mengubah hidup Freddie. Sang ayah membelikannya komputer Mac rusak untuk diutak-atik.

Barang rusak itu memicu minat Freddie terhadap teknologi. Kemampuannya pun terus berkembang.

Saat berusia 13 tahun, Freddie membuka jasa perbaikan komputer. Usaha itu kian ramai dan makin banyak orang yang menyewa jasa Freddie.

Pada usia 15 tahun, Freddie membangun perusahaan sendiri untuk membantu orang lain memperbaiki komputer. Saat itu, dia memanfaatkan ruang tamu orangtuanya untuk kantor.

 

3 dari 9 halaman

Ciptakan Pelacak GPS

Kemudian, Freddie menciptakan pelacak berbasis GPS yang bisa dimasukkan ke dalam sepatu. Dia menciptakan teknologi ini karena Nathan sering bepergian.

Freddie harus memastikan alat ini bisa melacak dan berbicara kepadanya pada saat yang sama. Teknologi ini dijual kepada perusahaan lain senilai US$2,2 juta (Rp30,83 miliar).

Saat ini, Freddie menjalankan perusahaan telekomunikasi miliknya sendiri, Friggers Wireless di Amerika Serikat. Perusahaan ini bernilai lebih dari US$62 juta (Rp86,94 miliar).

Freddie tak hanya menjalankan perusahaan namun juga membuat yayasan The Friggers Foundation.

“ Hal terbaik yang bisa dilakukan manusia adalah mempengaruhi orang lain,” kata dia.

Freddie mengatakan jika bukan untuk orang tua angkatnya, dia takkan berada di tempat yang sekarang.

4 dari 9 halaman

Tiga Prinsip Sukses Ciputra

Dream - Ciputra terkenal sebagai taipan properti. Bermodal Rp10 juta, dia bisa mengembangkan bisnis properti hingga beraset Rp5 triliun.

Selama menjalankan bisnisnya, Ciputra menjalankan tiga prinsip yang dikenal sebagai IPE, yaitu integritas, profesionalisme, dan entrepreneuship.

Dikutip dari Liputan6.com, Rabu 27 November 2019, yang pertama adalah integritas, yang merupakan fondasi yang penting untuk membangun kesuksesan. Prinsip ini penting menjadi dasar dalam menjalin hubungan kepercayaan.

“ Integritas adalah moral dan kejujuran, manusia itu ada soul. Yang menjadi dasar segalanya karena itu dari Tuhan yang diharapkan,” kata dia dalam acara “ 5th Annual Jakarta Marketing Week 2017” di Jakarta.

Jika moral, integritas, dan kejujuran terganggu, lanjut Ciputra, itu akan sulit diperbaiki. “ Itu merupakan branding kita, yang tidak ada kompromi,” kata dia.

Kedua, profesionalisme. Ini mencakup keahlian dan bermacam-macam wujudnya, seperti teknologi.

5 dari 9 halaman

Bagaimana dengan Entrepreneur?

Yang ketiga, entrepreneurship. Ciputra mengatakan entrepreneurship atau kewirausahaan merupakan bagian penting untuk memangkas kesenjangan antara kaya dan miskin.

Dia menjelaskan ada bermacam-macam cara untuk memangkas kesenjangan. Di antaranya adalah pendidikan dan pelatihan pada buruh. Dengan begitu, keahlian, produktivitas, serta pendapatan akan meningkat.

Menurut Ciputra, pendidikan dan pelatihan merupakan jangka pendek. Hal ini disebabkan oleh ukuran kinerja mereka tetap diukur berdasarkan kepada upah minimun.

" Yang benar dapat mengatasi kesenjangan tersebut adalah entrepreneurship," kata dia.

Ciputra mengatakan entrepreneurship merupakan usaha untuk memberikan nilai tambah. “ Kaki lima bukanlah entrepreneurship, buka toko kelontong tak ada nilai tambah. Entrepreneurship, menurut kami, mengubah sampah menjadi emas,” kata dia.

(Sumber: Liputan6.com/Arthur Gideon)

6 dari 9 halaman

Cerita di Balik Suksesnya Para Wanita Pengusaha di Cianjur

Dream – Cianjur mencetak pengusaha-pengusaha sukses dari kaum ibu. Salah satunya pengusaha batu bata, Ida.

Wanita ini merintis usaha batu bata sejak 2017 hingga sekarang.

“ Bahan baku bata press campurannya pakai olahan batu kapur tulis, semen dan air,” kata Ida di acara media trip Permata Bank, Cianjur, Jawa Barat, Kamis 10 Oktober 2019.

 

 Cerita di Balik Suksesnya Para Wanita Pengusaha di Cianjur

 

Meskipun tinggal di daerah dataran tinggi yang hampir semua usaha penduduknya di bidang pertanian, Ida lebih memilih usaha batu bata.

“ Saya pertanian nggak bisa dan nggak langsung menghasilkan. Kalau misalnya padi, cuma bisa panen setahun dua kali,” ujar dia.

 

7 dari 9 halaman

Hasilkan 600 Batu Bata Per Hari

Memiliki dua orang pekerja, dalam sehari Ida dapat menghasilkan 600 batu bata press. Dalam 5 hari kerja, menjadi 3 ribu bata press. Namun, dia tidak menyebutkan berapa nilai jual dan penghasilan yang beliau dapatkan.

“ Hasil penjualannya ditabung aja dirumah karena jumlahnya masih sedikit,” ujar dia sambil tertawa.

Ida mengaku dapat pinjaman modal Rp3,5 juta pada tahun pertana dari Permata Bank. Kemudian, dapat Rp5 juta dari Amartha—mitra chanelling Permata Bank untuk membantu menjangkau nasabah bisnis mikro.

8 dari 9 halaman

Ada Juga Pengusaha Batu Tulis

Selain Ida, Robiah juga termasuk salah satu wanita pengusaha yang sukses di Cianjur. Sudah dua tahun dia menjadi pengusaha batu kapur tulis. Untuk mengembangkan bisnisnya, Robiah mendapatkan pinjaman dari Permata Bank sebesar Rp3,5 juta dan Rp5 juta dari Amartha.

 Robiah sukses mengembangkan bisnis kapur tulis di Cianjur, Jawa Barat

Awal mula memulai usaha, suami Ibu Robiah adalah seorang pekerja tambang kapur batu tulis selama 15 tahun.

“ Alhamdulillah sedikit demi sedikit ngumpulin modal buat buka usaha sendiri,” kata dia.

9 dari 9 halaman

Semua Pekerja Wanita

Dalam merintis usahanya, Robiah dibantu oleh empat pekerja dan semuanya adalah wanita. Dari mulai proses pencampuran air dan batu kapur tulis, pencetakan hingga pengemasan dilakukan oleh Ibu Robiah bersama pekerjanya.

“ Pertamanya batu kapur dari Padalarang disiram, abis itu berkembang kan. Terus langsung diaduk sampai rata, baru dicetak,” kata dia.

Sehari Robiah menghasilkan 30 kg olahan batu kapur tulis. Harga per kilo nya Rp17.500. Dalam dia mendapatkan sekitar Rp525 ribu. Hasil olahannya pun dijual dari desa sampai kota. 

Laporan: Alfi Salima Puteri

Istri Akui Cemburuan, Daus Mini: Coverboy Sih Nggak ya
Join Dream.co.id