Ditemukan Emas Senilai Rp180.115 Triliun di Negara Miskin Ini

Dinar | Senin, 4 Juli 2022 19:34

Reporter : Alfi Salima Puteri

Penemuan cadangan bijih emas ini menjadi kesempatan baik bagi negara itu untuk keluar dari kemiskinan.

Dream - Uganda mengumumkan telah menemukan 31 juta ton cadangan emas yang siap untuk ditambang. Negara di Afrika Timur itu kini mengundang para investor untuk mengelola sumber daya alam tersebut.

Dikutip dari Mining.com, Senin 3 Juli 2022, Juru Bicara Kementerian Energi dan Pengembangan Mineral Uganda, Solomon Muyita, mengatakan, pemerintah negaranya ingin mengembangkan sektor pertambangan emas yang sampai sekarang masih didominasi penambang liar.

Menurut Muyita, diperkirakan 31 juta ton bijih emas itu bisa diekastrasi menjadi 320.158 ton emas olahan. Laman miningreview, cadangan emas tersebut bernilai US$12 triliun atau sekitar Rp180.115 triliun.

Ditemukan Emas Senilai Rp180.115 Triliun di Negara Miskin Ini
Foto: Pixabay.com
2 dari 5 halaman

Sebagian besar bijih emas tersebut ditemukan di Karamoja, daerah luas yang kering di sudut timur laut negara itu, yang berbatasan dengan Kenya.

Dalam upaya untuk meningkatkan perekonomian negara, pemerintah Uganda juga telah memberi lisensi pada perusahaan pertambangan emas, salah satunya yakni Wagagai, perusahaan asal China untuk mulai memproduksi produk emas di distrik Busia, Uganda Timur.

Menurut Tan Chun Chi, general manager Wagagai, investasinya mencapai US$60 juta. Dia menjelaskan bahwa perusahaannya telah tertinggal dalam konstruksi karena kurangnya dua lisensi.

Wagagai baru-baru ini memperoleh izin produksi emas pada bulan Maret tahun ini dan memiliki sewa selama 21 tahun untuk menambang emas di Uganda. Mereka berharap memulai produksi emas pada Juli 2023.

3 dari 5 halaman

Wagagai telah menginvestasikan US$200 juta secara bertahap di distrik tersebut sejak tahun 2016 dan tambangnya akan memiliki unit pemurnian.

Pemurnian emas secara lokal dapat meningkatkan lapangan kerja, dan meningkatkan pemberian layanan sosial kepada mereka yang tinggal dekat dengan area penambangam.

Presiden Yoweri Museveni telah berupaya meningkatkan investasi di bidang pertambangan untuk mengembangkan sumber daya seperti tembaga, bijih besi, emas, kobalt, dan fosfat.

4 dari 5 halaman

DPR Uganda awal tahun ini juga memberlakukan undang-undang pertambangan yang dan telah ditandatangani oleh presiden.

Perusahaan diwajibkan membagi hasil sebesar 15 persen saham di setiap operasi penambangan. Para investor juga akan diminta untuk menandatangani perjanjian bagi hasil dengan pemerintah.

 

 

5 dari 5 halaman

Ahli Pengembangan Mineral, Winnie Ngabirwe, mengatakan, penemuan cadangan bijih emas ini menjadi kesempatan baik bagi Uganda. Mineral ini bisa menjadi cara negeri itu untuk keluar dari kemiskinan.

" Kalau memang ini volume yang kita punya, saatnya kita beres-beres rumah, dan berbisnis, dalam membangun diri dan negara kita, dengan menuju status middle income dan seterusnya," kata dia.

Menurut laman World Population Review, Uganda termasuk negara miskin. Negeri itu berada di urutan 19 sebagai negara dengan Gross National Income (GNI) per capita terendah, yaitu US$800. 

Join Dream.co.id