Dicari, Kurir Makanan Gajinya Rp1 Jutaan Per Hari

Dinar | Senin, 17 Mei 2021 08:33
Dicari, Kurir Makanan Gajinya Rp1 Jutaan Per Hari

Reporter : Arie Dwi Budiawati

Wah, menarik, nih.

Dream – Ada pekerjaan unik yang ditawarkan di Jepang. Pekerjaan itu adalah mengantarkan makanan.

Dikutip dari SoraNews24, Sabtu 15 Mei 2021, sebuah iklan lowongan kerja mendapatkan perhatian banyak orang. Iklan ini memberikan penawaran gaji yang menarik.

Menurut iklan tersebut, perusahaan mencari seseorang yang bisa terbang dari Okinawa ke Tokyo untuk mengantarkan beberapa onigiri. Tak hanya itu, pengirim makanan harus membeli onigiri daging dan telur di toko tertentu sebelum terbang mengantarkannya.

“ Pekerjaan ini memintamu untuk mengantarkan paket makanan antara Bandara Haneda dan Bandara Okinawa," tulis perusahan.

Perusahaan ini juga meminta kurir untuk membeli onigiri daging dan telur di samping pintu kedatangan Bandara Okinawa dan mengantarnya ke Bandara Haneda.

2 dari 7 halaman

Gajinya Menarik

Ini berarti, pekerjaan itu membuat sang kurir makanan melakukan dua kali perjalanan. Perlu waktu 12 jam untuk merampungkan pekerjaan.

Perusahaan tersebut menawarkan gaji harian senilai 15 ribu yen (Rp1,96 juta). Sayangnya, iklannya kini telah dihapus dari situs perusahaan. Tapi, tak dijelaskan apakah posisinya sudah terisi atau memang sudah dihapus oleh admin. (mut)

3 dari 7 halaman

Alasan Haru Driver Ojol Tinggalkan Pekerjaan

Dream - Dunia memang adil. Ada yang kaya raya namun tidak diberi keluarga yang bahagia. Ada yang tidak berpendidikan tinggi namun rezekinya cukup untuk membahagiakan keluarga. Pendek kata, rezeki setiap manusia tidak sama.

Begitu juga kisah yang dibagikan oleh seorang dokter yang bertemu dengan driver ojek online (ojol) baru-baru ini di Malaysia.

 Alasan Haru Driver Ojol Tinggalkan Pekerjaan
© Dream

Melalui akun Facebook Dr Redza Zainol, kisah itu bermula ketika menggunakan layanan ojol untuk pulang ke rumah selepas bekerja.

4 dari 7 halaman

Sekolah Cuma Sampai SMA

Awalnya Dr Redza berniat fokus pada pekerjaan yang ada di ponselnya. Namun hatinya terketuk ketika driver ojol memulai percakapan sore itu.

" Saya ini tidak terlalu pintar, Tuan. Sekolah hanya sampai SMA saja. Itu pun lulus dengan nilai pas-pasan. Rezeki saya hanya bawa ojol ini saja," kata driver tersebut.

Driver ojol berusia sekitar 50-an itu kemudian menyambung cerita dengan mengungkapkan kisah dirinya kenapa memilih pekerjaan tersebut.

5 dari 7 halaman

Kerja Restoran Enak Tapi Jarang Sholat Berjamaah

Menurut driver ojol yang tak disebutkan namanya itu, dia sebelum ini bekerja di sebuah restoran martabak selama bertahun-tahun.

" Memang bisa sholat tapi sangat jarang berjamaah. Saya rindu ingin sholat jemaah. Sampai satu hari, saya ketemu bos dan minta berhenti kerja.

" Awalnya istri saya tak setuju. Dia bilang sudah enak-enak kerja di restoran, tiba-tiba mau bawa ojek online. Saya jawab niat saya cuma ingin bisa sholat berjamaah. Saya mau bawa ojol sebab sudah lama tak sholat berjamaah," tulis Dr Redza menirukan ucapan driver tersebut.

Driver ojol itu bilang dia sudah tiga tahun ini bawa ojek online. Dan selama ini belum pernah tertinggal sholat berjamaah, mulai dari Subuh sampai ke Isya setiap harinya.

" Saya bisa datang ke masjid lebih awal, setelah sholat saya zikir. Kemudian sambung kerja sampai pukul 10 malam," kata driver ojol itu.

6 dari 7 halaman

Sejak Sering Sholat Jamaah Rezeki Melimpah

Pria setengah baya itu sangat bersyukur dengan rezeki yang diberikan kepadanya walaupun hanya bekerja sebagai driver ojol. Dia mampu membeli sebuah rumah lagi.

" Saya tak tahu rezeki ini datang dari mana. Saya bisa beli satu rumah lagi yang saya jadikan homestay. Sekarang orang-orang bilang uang selalu ada. Anak pun sudah besar-besar. Saya pun sudah 50 tahun.

" Kalau istri mau ajak ke mana-mana, tinggal libur saja ojeknya. Senang sekali. Tak ada lagi yang perlu dikejar. Yang mau dikejar cuma tinggal satu saja. Saya kejar sholat jemaah," cerita lelaki itu.

7 dari 7 halaman

Menangis Dengar Kisahnya

Dr Redza tersentuh hatinya begitu mendengar kisah driver ojol tersebut yang lebih mengutamakan amal ibadah berbanding hal-hal dunia.

" Menitikkan air mata mendengar kisahnya. Ya Allah, terasa kerdil betul diri ini. Entah apakah ada rezeki yang lebih besar dibandingkan bisa menghadap Sang Pencipta di setiap awal kita menjalankan kehidupan sehari-hari.

" Saya pun tak tahu. Yang saya tahu, bertemu orang yang baik macam bapak ojol itu sudah merupakan rezeki besar untuk saya. Saya belajar sesuatu darinya. Terima kasih ya Allah," pungkas Dr Redza.

Sumber: mStar.com.my

Join Dream.co.id