Deteksi Covid-19 Pakai GeNose C19 Hanya Rp20 Ribu, Hasil Keluar 3 Menit

Dinar | Minggu, 24 Januari 2021 14:27
Deteksi Covid-19 Pakai GeNose C19 Hanya Rp20 Ribu, Hasil Keluar 3 Menit

Reporter : Arie Dwi Budiawati

Hasilnya keluar kurang dari 5 menit.

Dream – PT Kereta Api Indonesia (Persero) menggunakan Gajah Mada Electric Nose Covid-19 atau GeNose C19 di layanan KAI. Penggunaan alat ini bertujuan untuk mendukung screening Covid-19 pada transportasi kereta api.

“ Kami menyambut baik inovasi yang dihadirkan oleh anak bangsa dalam rangka menghadirkan layanan deteksi Covid-19 yang cepat, murah, dan akurat,” ujar VP Public Relations KAI Joni Martinus, di Jakarta.

GeNose C19 adalah alat pendeteksi virus corona yang dikembangkan para peneliti di Universitas Gajah Mada dan sudah mendapatkan Izin Edar dari Kementerian Kesehatan. Pengambilan sampel dari GeNose C19 berupa embusan napas.

Hasilnya sudah bisa diketahui dalam 3 menit. Tarifnya diperkirakan berkisar Rp20 ribu untuk sekali tes. Akurasinya mencapai lebih dari 90 persen.

Joni mengatakan, KAI berencana akan membeli GeNose C19 yang nantinya akan digunakan di berbagai stasiun kereta api. " Saat ini KAI masih menunggu regulasi lebih lanjut dari pemerintah terkait penggunaan GeNose C19 tersebut pada moda transportasi umum," ujar Joni.

2 dari 4 halaman

Dukung Buatan Dalam Negeri

Penggunaan produk dalam negeri ini juga merupakan dukungan KAI pada kampanye Bangga Buatan Indonesia yang sedang digalakan pemerintah pada masa pandemi Covid-19.

“ KAI mendukung penuh semua langkah dan kebijakan pemerintah untuk mencegah penyebaran Covid-19 di masyarakat. Penggunaan GeNose C19 pada transportasi kereta api merupakan kebanggaan tersendiri bagi KAI, karena dapat menjadi salah satu yang pertama menerapkan inovasi tersebut," kata dia.

Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.

3 dari 4 halaman

Dream – Kepala Staf Kepresidenan, Moeldoko, mengapresiasi GeNose C19. Alat deteksi dini Covid-19 inovasi Universitas Gadjah Mada ini disebut sebagai implementasi revolusi indsutri 4.0 yang menggabungkan sektor kesehatan dan kecerdasan artifisial.

Dikutip dari keterangan tertulis Selasa 5 Januari 2021, Moeldoko siap menyosialiasikan penggunaan GeNose C19. Moeldoko juga berharap inovasi ini bisa menjadi garda terdepan dalam menanggulangi penyebaran Covid-19.

“ Inovasi yang paling mahal adalah inovasi yang menjadi solusi seperti GeNose C19,” kata dia saat menerima satu unit alat ini dari Menteri Riset dan Teknologi, Bambang P. S. Brodjonegoro, di Jakarta.

 

 © Dream

 

Selain itu, lanjut Moeldoko, kehadiran GeNose C19 telah melampaui negara-negara lain yang saat ini masih mengembangkan penelitian untuk mencegah penyebaran Covid-19.

“ Maka, akan saya dorong secara masif tidak hanya sebagai temuan, tapi untuk meyakinkan semua pihak bahwa GeNose C19 merupakan alat yang diperlukan,” kata dia.

Bambang menambahkan, satu unit alat yang dihibahkan ini digunakan untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19 di lingkungan istana. GeNose C19, kata dia, merupakan suatu terobosan teknologi yang bisa mendeteksi Covid-19 dengan pendekatan yang sederhana dan murah.

Bambang berharap, temuan ini bisa benar-benar dimanfaatkan berbagai pihak.

4 dari 4 halaman

Siap Produksi 5 Ribu Unit Hingga Bulan Depan

Terlebih, katanya, UGM dan perusahaan konsorsium siap memproduksi hingga 5 ribu GeNose C19 pada Februari 2021 mendatang. “ Nantinya kami juga akan mendorong berbagai pihak, terutama di pusat keramaian seperti bandara, stasiun kereta, terminal bus, kampus, pabrik, dan perkantoran untuk menggunakan alat ini,” kata mantan menteri keuangan ini.

Namun, lanjut Bambang, alat itu bukan alat diagnosis. GeNose C19 ini merupakan bagian dari penerapan program 3T (testing, tracing, treatment) yang mendeteksi senyawa pada pernafasan manusia.

Dengan begitu, kata Bambang, seluruh pihak semakin berhati-hati dengan penyebaran Covid-19 karena GeNose C19 menjadi upaya pencegahan, bukan pengobatan.

Rektor UGM, Panut Mulyono berharap, GeNose C19 menjadi kontribusi UGM dan bisa masuk ke dalam ekosistem penanggulangan Covid-19 di Indonesia. Ke depannya, lanjut dia, GeNose C19 yang telah mendapat izin edar dari Kementerian Kesehatan pada 24 Desember 2020 ini bisa menjadi fungsi diagnostik karena berbiaya murah, memberikan hasil secara cepat, dan bisa dioperasiokan tenaga terampil non medis.

 

Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.

Join Dream.co.id